Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Malam Yang Menyenangkan


__ADS_3

 


Sepulang sekolah Adhim berdiam diri di kamarnya. Dia melihat handphone nya yang dari tadi bergetar.


 


"Ada apa?" tanya Adhim kepada Aqila dalam telepon.


"Adhim ... pergi jalan-jalan mau gak? Qila bosen di rumah terus. Boleh ya? Makasih Qila tunggu Adhim di depan rumah," katanya langsung mematikan telepon.


"Ribet banget," bisik Adhim. Dia langsung bersiap-siap.


"Adhim kamu mau ke mana?" tanya Tiara yang melihat Adhim berpakaian rapi.


"Jalan sama temen, Mah," jawab Adhim seadanya.


"Temen apa pacar ..." goda Tiara.


"Temen, Mah ...."


"Ya udah kamu hati-hati di jalan, jangan ngebut," pesan Tiara.


"Iya, Mah." Adhim mengeluarkan motornya dari garasi dan melajukannya dengan kecepatan normal.


 


🍁🍁🍁


 


Aqila senang akhirnya bisa jalan bersama Adhim hari ini. Saking dia senengnya dia terus membayangkan bagaimana nanti dia jalan sama Adhim.


"Aqila kamu mau kemana?" tanya Asti dari ruang tamu.


"Eh mamah, Qila mau pergi sama temen, Mah," jawabnya senyum.


"Siska? Hendrik?" tanya Asti kepo.


"Bukan keduanya," jawabnya polos.


"Terus siapa?" tanya Asti lagi.


"Pokonya ada. Mamah juga kenal sama orangnya kok," kata Aqila. "Aqila pergi dulu ya, Mah. Assalamu'alaikum," pamit Aqila.


"Wa'alaikumussalam," jawab Asti.


Aqila pun bejalan ke halaman depan rumah dan menunggu Adhim.


'Adhim bakal datang gak ya?' tanya di hatinya. Sudah 30 menit Aqila menunggu Adhim di sana, tapi tak kunjung datang. Dia menelpon tidak di angkat di SMS tidak di balas. Akhirnya Aqila berjalan kembali ke dalam rumah.


"Lo mau ke mana?" tanya seseorang dari belakang, Aqila menghentikan jalannya. Aqila mengenal suara itu. Ya, dia Adhim yang sedang duduk di motornya dan memperhatikan Aqila.


"A—Adhim," bisiknya. "Kita jadi pergi jalan? Adhim beneran mau jalan sama Qila? Apa ini cuman mimpi Qila aja ya?" tanya Qila berkali-kali tidak percaya.


'*Q*ila bangun, Qila bangun,' bisiknya sambil menepuk pipinya pelan.


"Lo kenapa sih?" tanya Adhim bingung.


"Hah? Engga kok," balas Aqila.


Adhim melajukan motornya pergi dari rumah Aqila. Hari ini Aqila seneng banget bisa jalan sama Adhim, meskipun tadi dia gak jenguk Aqila seperti teman-temannya.


"Lo gak Pegangan?" tanya Adhim nadanya naik beberapa oktaf.


"Emang boleh?" balik tanya.


"Boleh," katanya lagi.


'Adhim kenapa tiba-tiba baik sama Qila? Apa Adhim mulai suka ya sama Qila? Dengan sikap Adhim seperti ini, Qila terus berharap,' katanya dalam hati ....

__ADS_1


"Lo kenapa bengong?" tanya Adhim bingung.


"Engga kok. Adhim suka gak sama Qila?" tanya Aqila percaya diri. Adhim tidak menjawab apa-apa, dia fokus menyetir.


"Sekarang mau ke mana?" tanya Adhim yang sedang menyetir, berusaha merubah topik pembicaraan.


"Pokonya kuti kata Qila aja," sarannya.


"Oke." Adhim mengangguk.


Motor Adhim berhenti di sebuah parkiran yang cukup ramai banyak kendaraan. Mereka sedang ada di pasar Malam.


"Lo ngajak gue ke sini?" tanya Dhim saat melihat sekeliling.


"Iya. Emangnya kenapa? Adhim gak suka ya? Kalau gak suka bisa balik lagi kok." Aqila menundukkan kepalanya.


'Kalau gue bilang nggak suka Aqila pasti sedih' . '*K*alau gue bilang ya ....' Adhim bingung harus bicara apa. Tanpa berpikir panjang dia langsung membeli tiket masuk.


"Adhim mau? Jadi Adhim suka sama tempat ini. Qila kira Adhim gak suka tapi ternyata suka?" kata Aqila bersemangat.


"Ayo masuk," suruh Adhim.


"I—iya."


Mereka berjalan melihat-lihat sekeliling.


"Adhim tunggu, Aqila mau naik permainan kuda," tunjuk Aqila.


"Jangan!" larang Adhim.


"Yah ... boleh ya boleh, pliisss ...." Aqila merengek seperti anak kecil. Adhim pasrah akhirnya dia menganggukkan kepalanya, Adhim terus melihat ke arah Aqila dan tersenyum, tanpa di sadari di dalam hatinya dia berkata 'Dia cantik juga.' Sambil tersenyum kecil.


"Itu pacar lo ya?" tanya seseorang kepada Adhim.


Adhim tersenyum. "Bukan." Menggelengkan kepalanya.


"Jangan malu-malu, gue tau kok perasaan Lo," kata orang itu menebak, lalu dia pergi.


"Udah mainnya?" tanya Adhim


"Udah."


"Adhim Qila mau beli kembang gula itu," katanya. Adhim menganggukkan kepalanya kembali.


"Bang beli kembang gulanya 2 ya," pesen Aqila.


"Ini neng." Menyodorkan 2 bungkus kembang gula.


"Ini uangnya." Aqila memberikan uang senilai Rp20.000.


"Pake uang gue aja," cegah Adhim, lalu Adhim memberikan uangnya.


"Adhim ...." panggil Aqila lembut.


"Hmmm ...."


"Makasih untuk malam ini, Qila seneng banget bisa jalan sama Adhim," kata Aqila senang.


"Kita pulang sekarang," kata Adhim.


"Bentar Qila ada 1 permintaan lagi." Aqila menarik tangan Adhim menuju tempat yang dia inginkan.


"Tapi ... Aqil—"


"Udah ayo," suruh Aqila.


"Qila mau naik biang lala itu, boleh ya?" Aqila memohon.


"Tapi ini udah malam Aqila ...." Adhim melihat jam di tangannya.

__ADS_1


"Qila mohon kali ini aja, Qila janji ini permintaan terakhir Aqila hari ini," janjinya.


"Oke tapi ini yang terakhir."


"Oke."


Adhim dan Aqila pun naik biang ala tersebut. Aqila sangat menikmati malam ini.


'Malam ini malam yang paling indah buat Qila,' kata Aqila di hatinya.


Selesai naik biang lala merekapun keluar dari pasar malam tersebut.


"Haaaahhhh ...." Aqila menguap.


"Lo ngantuk ya?" tebak Adhim.


"Nggak kok Aqila gak ngantuk. Haaaahhhh," bohongnya.


"Udah gue bilang ini udah malam." Adhim menyalakan motornya dan langsung melajukannya.


"Adhim ...." panggil Aqila menggigil.


"Hmmm."


"Qila kedinginan," keluh Aqila. Adhim menepikan motornya.


"Pakai jaket gue." Adhim memberikan jaketnya.


"Tapi Adhim nanti kedinginan." Aqila khawatir.


"Udah jangan bawel, pake aja jaketnya," suruhnya.


"Iya," jawabnya lirih.


"Lo pegangan," suruh Adhim.


"I—iya."


Di perjalanan Aqila ketiduran karena hari ini dia cukup lelah. Sesampainya di depan rumah, Aqila Adhim baru sadar kalau Aqila tidur, Adhim membawa motornya ke depan halaman rumah Aqila.


"La ... bangun." Mencoba membangunkan. "La, kita udah nyampe di rumah Lo" sambungnya, tapi Aqila tidak kunjung bangun. Akhirnya Adhim menggendong Aqila sampai depan pintu.


"Permisi ... Om ... Tante." Adhim mencoba untuk mengetuk pintu itu, tapi tidak bisa.


"Iya sebentar," teriak dari dalam


Asti yang membuka pintu. "Eh nak Adhim. Aqila kenapa lagi?" Asti khawatir.


"Aqila nggak papa kok Tante cuman ketiduran tadi di jalan," jelasnya.


"Kirain kenapa." Asti leg.a "Ya udah masuk, langsung bawa Aqila ke kamarnya aja," sarannya.


"Iya Tante."


Adhim dan Asti memasuki kamar Aqila. Adhim menurunkan Aqila di tempat tidurnya, jarak wajah Aqila dan Adhim sangat dekat sehingga Adhim menatap Aqila.


'Dari Deket Aqila cantik juga,' kagum nya dalam hati.


"Ya udah Tante Adhim pamit mau pulang dulu," pamitnya


"Sekali lagi terimakasih udah nganterin Aqila ke rumah dan menggendongnya sampai ke kamar, pasti Aqila berat ya?"


"Iya sama-sama Tante. Lagi pula Aqila gak berat kok," katanya seadanya. "Kalau gitu Adhim pamit pulang. Assalamu'alaikum," salam Adhim.


"Wa'alaikumussalam," jawab Asti. "Hati-hati di jalan, Nak Adhim," sambungnya.


Adhim keluar dari rumah Aqila dan melajukan motornya pergi dari tempat itu. Sesampainya di rumah Adhim pergi ke kamarnya membanting kan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit kamarnya.


"Kenapa bayangan Aqila terus ada di pikiran gue? Apa gue mulai suka sama dia?" bingung

__ADS_1


Akhirnya Adhim terlelap tidur.


Malam ini malam yang menyenangkan buat Aqila karena buat pertama kalinya Aqila jalan sama cowok yang dia sukai yaitu Adhim.


__ADS_2