Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Rencana Nadya


__ADS_3

Dengan Nadya menjadi Putri sekolah, ia seenaknya berbuat kepada Aqila tanpa sepengetahuan orang lain.


Malam ini, Aqila pergi ke salah satu mall bersama Asti ibunya dan neneknya.


"Kamu tunggu di sini dulu ya. Mamah mau nganterin nenek kamu ke toilet dulu, "jelas Asti, sambil memapah ibu mertuanya itu ke toilet.


"Iya mah, "balas Aqila, tengah duduk di kursi yang berada di samping salah satu toko baju yang ada di sana.


Beberapa menit kemudian.....


"Kenapa mamah sama nenek lama banget ya?"gumam Aqila, melihat sekeliling mall tidak ada seorangpun yang ia kenal.


Akhirnya sebari menunggu, Aqila berjalan-jalan di sekitar, sambil melihat-lihat dari toko satu ke toko lainnya.


"Guys, ada Aqila tuh, "ucap Nency tersenyum senang.


"Mana?"tanya Sarah dan Nadya serentak.


"Itu, "Nency menunjuk ke arah Aqila yang sedang melihat-lihat boneka.


"Kebetulan banget nih. Kita kerjain aja tu si cupu, "kata Nadya tersenyum senang.


"Gimana caranya?"tanya Sarah dan Nency, bingung.


"Gini, "Nadya membisikan rencananya, Nency dan Sarah mengangguk dan secepatnya beraksi.


"Hai Aqila, "sapa Sarah ramah.


"Eh kak Sarah. Kak Sarah ngapain di sini?Oh iya. Kak Nadya sama kak Nency gak sama kakak?"tanya Aqila heran.


"Gue kebetulan liat Lo di sini, ya udah gue samperin. Gue sama mereka berdua kok, "balas Sarah ramah, ia sangat baik menjalankan rencana yang di berikan Nadya.


Tiba-tiba Nency dengan sengaja menabrak Sarah, sehingga mengenai Aqila dan bonekanya berjatuhan ke lantai.


"Aaww...., "ringis Aqila kesakitan.


"Eh maaf-maaf, gue gak sengaja. Gara-gara Lo sih!Aqila jadi jatuh kan!"bentak Sarah dan membantu Aqila berdiri.


"Gue gak sengaja. Ya udah maaf-maaf, "balas Nency merasa bersalah.


"Udah, "Nency memberikan kode kepada Nadya.


Tak lama kemudian semua boneka sudah tertata rapih kembali.


"Sekali lagi maafin kita ya, "ucap Nency dan Aqila mengangguk pelan.


"Kalau gitu kita balik dulu. Bye, "pamit Sarah dan secepatnya pergi keluar toko tersebut.


Aqila melihat ponselnya, ternyata sudah lumayan lama Aqila berada di toko ini. Tanpa membeli apapun, Aqila langsung pergi ke luar agar mamah dan neneknya tidak mengkhawatirkannya.


Teett...

__ADS_1


Suara itu berasal dari pintu keluar toko tersebut.


"Tunggu mbak, "cegah satpam yang sedang menjaga pintu tersebut.


"Apa ada yang salah, pak?"tanya Aqila bingung.


"Mbak mencuri barang yang ada di sini ya?"tanya satpam itu tegas.


"Nggak kok pak, saya..., "belum sempat Aqila menjawabnya satpam itu memotong pembicaraan.


"Rencana kita berhasil, "ucap Nency senyum penuh kemenangan.


"Rasain tu, makannya jangan coba main-main sama gue, "jelas Nadya membanggakan dirinya.


"Mana ada maling ngaku. Kalau gitu saya akan periksa tas mbak!"kata satpam itu sambil merebut tas milik Aqila.


"Saya nggak mencuri apa-apa pak!"Aqila mencoba menjelaskan,tetapi satpam itu masih tidak percaya.


Akhirnya tas Aqila di periksa oleh satpam tersebut. Ternyata di dalamnya terdapat dress berwarna biru.


"Ini buktinya. Jadi, mbak gak bisa ngelak lagi, "satpam itu memperlihatkan dress tersebut ke hadapan Aqila.


"Tapi saya nggak mencuri pak. Saya bisa bayar baju itu kok. Tunggu, "Aqila tetap pada pendiriannya. Dia mencari dompet di tasnya tetapi tidak kunjung ketemu.


"Mana mbak?"tanya satpam itu tidak sabar.


"Iya sabar pak, "balas Aqila dan mencoba mencari dompetnya kembali, tapi tidak ada.


"Eh tunggu pak. Ini anak saya mau di bawa ke mana?"tanya Asti kaget melihat anak semata wayangnya di tarik paksa.


"Anak ibu telah mencuri di toko itu dan saya akan membawanya ke kantor, "jelas satpam itu.


"Anak saya nggak mungkin ngelakuin seperti itu pak. Kalau gitu ini saya bayar aja bajunya 3× lipat, "jelas Asti dan memberikan sejumlah uang yang cukup banyak.


"Jaga anaknya biar gak maling lagi, buk. Selamat malam"satpam itu meninggalkan mereka dan berjaga kembali di depan pintu toko tersebut.


"Loh?kenapa malah ada nyokap nya sih!"gerutu Nadya kesal. "Jadi gagal kan rencana gue, "sambungnya.


"Ya udah Nad, kita makan aja yu. Gue udah laper nih, nanti kita pikirin lagi buat ngerjain Aqila, "jelas Sarah sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan.


"Ya udah, "balas Nadya kesal. Mereka pun berjalan menuju tempat makan.


🍁🍁🍁


"Gue mau ke sana dulu ya, "ucap Nency, ia menghampiri seorang om-om dan membisikan sesuatu. Entah apa yang di bisikan Nency kepada om itu, Tapi, pasti ada hubungannya dengan Aqila.


"Lo ngapain sama om itu?"tanya Nadya terheran-heran


"Nanti juga tau, "balas Nency, membuat kedua temannya semakin penasaran.


"Om harus tangkap dia dan ajak ngobrol. Udah itu aja, "

__ADS_1


jelas Nency di balik telpon.


"Oke, om sudah siap, "


balas om tersebut mantap.


Aqila sedang berjalan-jalan dan tanpa ia sadari dia terpeleset dan hampir jatuh.


Hap. Om tersebut menangkap Aqila yang sempat terjatuh.


"Eh maaf om, "Aqila langsung berdiri dan lebih menjauh.


"Iya gak papa. Lain kali hati-hati ya, "pesan om tersebut.


"Oh iya, kamu sama siapa ke sini?"tanya om tersebut, tapi tidak di balas oleh Aqila.


"Saya permisi, "karena takut om tersebut mau membawanya ke suatu tempat yang sepi, ia berlari menuju salah satu toko untuk membeli sesuatu.


Nency, Nadya dan Sarah menghampiri om tersebut. "Makasih untuk kerja samanya. Ini untuk om, "Nency memberikan amplop coklat yang isinya sejumlah uang.


"Sebenarnya apa yang Lo rencanain sih Nen?"tanya Nadya yang masih terheran-heran.


"Gue nyuruh om tadi untuk tangkap Aqila pas dia sempat jatuh tadi. Nah itu kesempatan buat gue, ya udah gue foto sebagai bukti. Dan foto ini akan gue sebar ke seluruh sekolah besok, "jelas Nency sudut bibirnya naik.


"Ide Lo bagus banget. Tumben Lo pinter, "sindir Nadya.


"Yeh...emang gue pinter kan, "Nency mengibaskan rambutnya.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya.....


Pagi ini matahari tidak seperti biasanya, pagi ini matahari tidak memancarkan sinarnya untuk bumi. Semesta seakan sedang berduka. Tapi itu tidak menyurutkan semangat Aqila, pagi ini ia semangat sekali untuk pergi ke sekolah.


Karena papanya tidak terlalu sibuk, pagi ini,Aqila di antar olehnya ke sekolah.


"Hai Aqila, "sapa Siska, datang dari belakang.


"Hai, " balas Aqila tersenyum ramah.


"Hai Aqila. Mending sama gue aja. Di jamin pasti betah, "jelas seorang cowok yang berada di tempat parkiran.


Aqila tidak menghiraukannya, ia pikir itu hanya candaan mereka saja.


"Hallo. Temenin gue seharian penuh, gue akan bayar berapapun, "kata cowok lainnya sambil memeluk Aqila di samping.


"Lepasin Qila!"dengan kasarnya Aqila melepaskan tangan cowok itu dari dirinya.


"Sok jual mahal banget. Lo, "cowok itu pergi begitu saja dengan rasa kesal.


Sebenarnya apa yang terjadi kepada Aqila? Apakah hari ini Aqila akan mengalami kejadian yang tidak ia harapkan seumur hidupnya?

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya di chapter berikutnya. Jangan lupa like,komen,rate dan vote sebagai jejak 😊


__ADS_2