Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Hari Ke Dua (Part 1)


__ADS_3

"Mereka bilang kayak gak ada orang lain aja. Ah, mereka gak akan paham."


🍁🍁🍁


Pagi hari yang cerah ini dilakukan kembali masak memasak. Hari ini ada sedikit perubahan tugas bagi masing masing anggota kelompok, termasuk kelompok Adhim.


Dari kelompok Adhim karena bahan yang akan di bawa sangat banyak jadi pagi ini yang tugasnya mencari bahan makanan adalah Adhim, Fatih dan Andri sedangkan Aqila, Siska dan Cika berjaga tenda sambil mempersiapkan kayu bakar.


"Berat banget, mending haga tenda dari pada bawa segini banyak. Harus naik ke atas lagi," keluh Fatih.


"Lo mau kalau kita nggak makan seharian? Gue sih ogah," tanya Andri.


"Siapa juga yang mau," balas Fatih kesal.


"Kalian berdua bisa diem gak sih? Berisik tau gak!" ucap Adhim kesal dan menatapnya satu-satu. Adhim pun berjalan dengan sekuat tenaga meninggalkan mereka berdua.


"Gara gara lo, Adhim jadi marah." Andri menyalahkan Fatih.


"Ko jadi gue yang salah sih?" tanya Fatih bingung.


"Kan lo yang mulai duluan," balas Andri kembali menyalahkan Fatih.


"Lo yang mulai duluan bukan gue!" Fatih membela diri.


"Lo!" Andri pun tidak mau kalah.


"Lo!"


Adhim yang berjalan tiba-tiba berhenti dan menghadap ke arah mereka berdua dengan mata tajam.


"Berisik! Gue tinggal beneran nih," teriak Adhim kesal.


Mendengar perkataan Adhim yang tidak main-main, merekapun langsung terdiam dan mengikuti langkah Adhim yang sudah berada di depan.


"Cepetan! Yang lain udah di atas tuh," teriak Adhim.


"Iya bentar napa," balas Fatih malas.


"Cemen lo. Nanti apa kata Siska kalau liat lo kayak gini," sindir Adhim sambil berteriak.


"Diem lo!" jawab Fatih kesal. Adhim pun tertawa dan melanjutkan perjalanannya


🍁🍁🍁

__ADS_1


 


Aqila, Siska dan Cika sudah mempersiapkan alat dan kayu bakarnya mereka tinggal menunggu Adhim dan yang lainnya.


"Mana sih mereka?" tanya Siska yang melihat Hendrik sudah berada di tendanya.


"Mungkin masih di jalan kali," balas Cika.


Setelah menunggu beberapa menit mereka melihat Adhim, Fatih dan Andri membawa bahan makanan banyak banget. Sampai sampai napas mereka bertiga tidak beraturan.


"Kalian ke mana aja sih?" tanya Siska sedikit kesal.


"Tanya aja sama mereka," balas Adhim malas.


Tanpa membalas perkataan Adhim, Siska langsung merebut bahan yang di bawa oleh Adhim.


"Pagi ini masak apa, La?" tanya Andri yang sedang memotong bawang.


"Pizza!" jawab Siska melihat Andri sinis.


"Tanya ke siapa yang jawab siapa," sindir Andri.


"Biarin," balas Siska kesal. Siska pun langsung lari ke tenda, Aqila yang melihat itu berlari mengejar Siska.


"Siska kenapa ke sini? Kan belum selesai masak nya. Kalau boleh jujur Siska tuh terlalu baper," ucap Aqila polosnya. Siska yang duduk di depan tendanya dan di temani Aqila di sampingnya,langsung melihat Aqila dengan kesal.


"Siska jangan salah paham dulu ... coba deh di pikirin lagi Andri cuman ngomong gitu aja Siska udah marah, sebelumnya Qila gak pernah lihat Siska marah cuman gara gara gitu aja," jelas Aqila mencoba menenangkan Siska yang sedang marah itu.


"Gue gak marah ... gue cuman ... gak tahan sama asap," ucap Siska malu malu.


"Siska kenapa gak bilang sama Qila kalau Siska gak tahan sama asap? Kalau tau Siska gak tahan asap Qila gak bakal nyuruh Siska bantu Aqila masak," ucap Aqila agak kaget.


"Ya gak bisa gitu dong massa lo sama Cika yang berjuang sedangkan gue? Gue cuma duduk santai ... liatin kalian berdua masak gitu?" tanya Siska yang membayangkan dirinya seperti itu.


"Gue kan cewe ... kalau semua tau gue gak bisa masak ... terus di bully ... karna gak bisa masak dan bisanya makan aja gimana coba?" tanya Siska kembali dengan wajah panik.


"Dengerin Qila ... Qila juga dulu gak bisa masak, tapi karena Qila mau bisa masak dan di ajarin sama ibu akhirnya Qila bisa masak dan juga bisa bikin kue," cerita Aqila waktu membayangkan kejadian yang ia alami dulu.


"Woy! Itu wajan gak mungkin masak sendiri kan? Cari kesempatan dalam kesempitan, bilang aja gak mau masak agar bisa duduk santai dan enak enakkan," ucap Adhim yang tiba-tiba datang.


"Kita gak lagi enak enakkan." Siska membalas dengan nada tinggi.


"Udah lah lanjutin tuh masaknya bukan ngerumpi terus," sindir Adhim.

__ADS_1


Siska yang dari tadi melihatnya kesal kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan untuk melanjutkan memasak di susul Aqila di belakang.


🍁🍁🍁


Setelah sarapan pagi selesai semuanya kumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Di tengah lapangan tidak ada satu pun benda yang terlihat.


"Hari ini main apa ya? Kok gak ada peralatan apa apa di lapangan. Kayak kemarin ... kirain bakal lebih seru hari ini," keluh Aqila kepada Siska yang ada di sampingnya.


"Gue juga gak tau ... kita liat aja nanti," balas Siska.


"Hari ini kita akan main permainan buat barisan. Caranya ... jika bapak bilang 'baris dari yang paling pendek' kalian langsung buat barisan sesuai perkataan bapak," jelas pak Alim semuanya mengangguk tanda mengerti


Kelompok yang pertama maju adalah kelompok Adhim mereka berhasil begitupun dengan kelompok Hendrik dan kelompok lainnya mereka semua berhasil tinggal menunggu waktu yang tercepat.


"Kelompok yang paling cepat adalah kelompok Hendrik," ucap pak Alim sontak semuanya memberi tepuk tangan.


Setelah main permainan itu mereka melaksanakan sholat duhur berjamaah dan beristirahat.


Untuk mengisi waktu luang kelompok Adhim berkumpul di depan tenda Adhim mereka mendiskusikan tentang bagaimana untuk memenangkan permainan selanjutnya dan menjadi kelompok terbaik.


"Masih banyak permainan jadi masih ada kesempatan untuk kita menang." Adhim memulai pembicaraan.


"Gue akan membahas permainan adu bakat dan adu kecepatan. Gue sengaja gak bahas permainan yang lainnya karena itu gak di jamin kalau kelompok kita bakal menang semua permainan itu," jelas Adhim dengan suara tegas seperti hal nya seorang raja memperintahkan prajuritnya.


"Gue mau kalau nanti kontes adu bakat gue yang tampil ... dan itu sendirian," ucap Adhim sedikit memaksa.


'Kirain berdua ... kalau berdua pasti Qila mau sama Adhim tampil.' Aqila berharap Adhim peduli terhadapnya tapi itu tidak mungkin baginya.


"Dan untuk adu kecepatan ... permainan ini seperti post to post dan di permainan terakhir ini kita harus menang ngerti?" jelas Adhim, semuanya mengangguk.


Berdiskusi selesai dan mereka masuk ke tendanya masing-masing termasuk Aqila, dia dari tadi cemberut lalu mengambil cemilan yang ada di tas yang besarnya itu.


"Lo kenapa sih?" tanya Siska bingung yang melihat Aqila makan dengan lahapnya.


"Qila tuh kesel ... Qila cuman mau nanti waktu permainan adu bakat bareng sama Adhim," curhat Aqila.


"Udah lah, La. Kasihan hati lo ... di sakitin mulu," ucap Siska, salah satu sudut bibirnya naik.


"Siska tuh gak tau perasaan Qila gimana," keluh Aqila.


"Ya udah iya ... gue ngerti kok. Cepetan makannya sebentar lagi permainan mau mulai nih," jelas Siska yang sedang melihat agenda hari ini.


"Iya iya," jawabnya malas.

__ADS_1


__ADS_2