Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Laki-laki Misterius


__ADS_3

Adhim pun keluar dari kontrakannya sambil memegang kepalanya yang masih sakit.


"Permisi, Bu. Apa kemarin malam ada yang bawa ke sini?" tanya Adhim kepada tetangga nya.


"Hmmm ... saya gak tau ya," jawab ibu itu seadanya.


"Oh iya, makasih Bu." Adhim kembali masuk ke dalam dan duduk sambil memikirkan hal yang sama.


"Siapa yang bawa gue ke sini ya?" gumam Adhim, ia memutar ingatannya pada kejadian semalam.


"Sebelum gue pingsan, ada teriakan cewe. Rasanya gue kenal suara itu, tapi di mana ya?" Semakin Adhim mengingat kejadian itu, semakin sakit di kepalanya bertambah.


"Gue harus cari tau!" Adhim beranjak dan mengambil jaketnya untuk pergi ke luar.


"Kenapa gue harus cari orang itu? Ya udah lah, mungkin juga orang yang lagi lewat." Adhim mempercepat langkahnya menuju tempat yang sama seperti kemarin.


"Kenapa kamu jahat banget sama aku! Kamu udah bohong kalau kamu sebenarnya udah punya calon istri! Kenapa! Kenapa!" bentak seorang perempuan kepada pacarnya sambil memukul-mukul dadanya.


"Maaf! Ini semua demi kebaikan kamu juga, aku gak mau kamu kenapa-napa," sahut laki-laki itu sambil memeluknya pelan.


"Lepasin! Aku nyesel udah kenal sama kamu!" Perempuan itu meninggalkan pacarnya dengan perasaan kesal.


Adhim menyeringai menatap pertengkaran keduanya, ia jadi teringat kepada kisah cintanya yang berakhir tidak baik.


"Gue benci banget sama lo Aqila!" teriak Adhim, sontak semua orang menatap heran kepada Adhim.


"Gue nyesel udah kenal sama lo! Gue benci yang namanya cinta! Gue benci!" gumam Adhim, kedua tangannya di kepal erat dan langsung menghantam pohon di belakangnya.


"Hahhhaaa ... Aqila! Gue gak akan pernah lupa lo! Gue akan bales lo Aqila!" kata Adhim sambil tertawa senang.


Semua orang semakin menatap Adhim takut, dan menjaga jaraknya.


Waktu pun terus berjalan, kini langit menjadi gelap dan semilir angin semakin terasa di sekujur tubuh.


Adhim melajukan motornya ke sebuah tempat club malam yang ramai banyak orang.


Entah apa yang Adhim pikirkan saat ini, tapi dalam pikirannya ia sangat benci kepada Aqila.

__ADS_1


"Hai ganteng," sapa salah satu perempuan sexi menghampiri Adhim.


"Lepasin!" Adhim menepis tangan perempuan tersebut ketika memegangnya.


"Jangan gitu, malam ini kita akan bersenang-senang," ucap perempuan tersebut sambil mendorong tubuh Adhim di atas sofa.


"Gue bilang lepasin!" Adhim membalasnya dengan mendorong tubuh perempuan itu menjauh dari Adhim. Sehingg membuat perempuan tersebut kesal dan memanggil beberapa orang bertubuh kesal untuk memberinya pelajaran.


Terjadilah perkelahian di club malam tersebut. Semua orang suruhan perempuan itu tergeletak tak berdaya di lantai sehingga membuat orang di sana takut dan beberapa melarikan diri.


"Awas aja ya lo!" Perempuan itu berlari ketakutan keluar dari club malam tersebut.


"Lo hebat juga, lo mau jadi temen gue gak?" tanya seseorang dari arah belakang sambil memegang pundak Adhim.


"Siapa lo?" tanya Adhim yang setengah sadar.


"Lo gak perlu tau siapa gue, asalkan lo jadi teman gue. Lo bisa ngelakuin apa aja," tawar laki-laki tersebut, Adhim berpikir untuk merusak hubungan semua orang. Dan inilah kesempatan yang ia tunggu, Adhim pun mengangguk.


Keesokan harinya laki-laki tersebut membantu Adhim merusak hubungan semua orang yang berada di sekitarnya.


"Kita putus!" perempuan itu langsung meninggalkan pacarnya.


"Sekarang ada target baru," ucap laki-laki tersebut dan langsung berjalan menuju mobilnya dan melajukannya menuju tempat yang di sebut.


"Denger! Kalau lo gak putusin pacar lo, lo akan tau akibatnya!" ancam laki-laki tersebut kepada targetnya. Laki-laki di depannya hanya mengangguk pelan dan akan melakukan apa yang di suruh olehnya.


"Bagus! Lo harus inget! Kalau lo bohongin gue, nyawa lo sendiri bayarannya!" laki-laki itu langsung pergi meninggalkannya dan berjalan menuju tempat Adhim bersembunyi.


"Kita putus! Aku gak bisa pacaran sama kamu lagi," kata laki-laki yang menjadi target Adhim dan temannya.


"Tapi kenapa? Aku salah apa sama kamu?" tanya perempuan itu menatap pacarnya heran.


"Pokonya aku gak mau pacaran sama kamu lagi. Kita putus, oke!" laki-laki itu langsung meninggalkan pacarnya begitu saja.


"Aku benci sama kamu!" teriak perempuan itu sambil menangis.


"Berhasil! Tos dulu."

__ADS_1


"Ternyata merusak hubungan orang lebih menyenangkan dari pada main game!" kata Adhim, keduanya tertawa penuh kemenangan.


"Gue masih heran, kenapa lo mau bantuin gue? Tanya Adhim menatap laki-laki itu heran.


"Lo akan tau sendiri!" laki-laki itu langsung meninggalkannya dan masuk ke dalam mobil miliknya.


Malam harinya, Adhim kembali mengunjungi club malam tersebut.


"Gue pulang duluan ya, Bro," ucap teman Adhim itu dan berjalan ke dalam mobilnya.


"Malam ini, gue banyak minum. Gue harus cepat pulang." Adhim berjalan menuju kontrakannya yang tak jauh dari club malam tersebut.


"Lo kenapa jadi gini sih, Dhim? Ini bukan lo yang sebenarnya. Apa yang buat Lo jadi seperti ini?" kata perempuan yang menatap Adhim dari kejauhan.


🍁🍁🍁


"Sayang? Kamu kenapa bengong?" tanya Jio yang melihat Aqila hanya memain-mainkan makanan yang berada di depannya.


Aqila tidak mendengar pertanyaan dari Jio, ia tetap memainkan makanannya itu.


"Aqila, Sayang. Jio nanya sama kamu, kenapa kamu bengong terus dari tadi?" tanya Asti sambil memegang tangan Aqila.


"Aku inget sama Adhim, Bu," celetuk Aqila.


"Eh! Maksudnya, bukan. Gini ... maksudnya– aku mau langsung tidur aja." Aqila langsung berjalan menuju kamarnya tanpa menghabiskan makan malamnya bersama dengan Jio dan ibunya.


"Maafin Aqila ya Jio, dia emang suka gitu," kata Asti sedikit merasa bersalah.


"Nggak papa, Tante," jawab Jio dan melanjutkan makannya.


Setelah menghabiskan makanannya, Jio menghampiri Aqila yang berada di kamarnya.


"Sayang," seru Jio sambil berjalan mendekat ke arah Aqila yang sedang duduk menatap ke luar jendela kamarnya.


"Jio, ngapain kamu di sini?" tanya Aqila tanpa menoleh ke arahnya.


"Kamu masih mikirin kondisi Adhim?" tanya Jio dan duduk di kursi yang berada di samping Aqila.

__ADS_1


"Nggak kok. Aku–" Aqila menghentikan perkataannya.


"Kamu nggak bisa bohong dari aku. Aku akan ngelakuin apa aja, supaya Adhim hilang dari ingatan kamu, Aqila!" batin Jio menatap Aqila lekat.


__ADS_2