
"Kamu serius?" tanya Siska yang berubah drastis tatapannya terhadap Fatih.
"Aku serius!"
"Ta– tapi kenapa?" tanya Siska, air matanya sudah membendung di kedua pelupuk mata.
"Kamu sama Lion pacaran, kan?" ucap Fatih memastikan, ia berharap kalau Siska akan jujur kali ini.
"Apa?! Pa– pacaran? Kamu jangan mikir kaya gitu, aku gak pacaran kok sama Lion!" jelas Siska berbohong. Kecewa? Pasti! Kepercayaan Fatih menghilangkan begitu saja terhadap Siska.
"Aku tau semua tentang kamu Siska!" pekik Fatih sambil memukul dinding di sampingnya dengan keras, Siska menunduk takut.
Huuufftt!
Fatih mendengus kasar. Ia coba menenangkan dirinya, dan setelah sudah stabil, Fatih melanjutkannya.
"Aku berharap setelah kejadian waktu itu di cafe, kamu akan cerita sama aku. Tapi, kenyataannya nggak sama sekali! Kamu terus menutup mulut supaya hubungan kamu dan Lion nggak ada yang tau!" kata Fatih panjang lebar, Siska hanya menunduk menangis menyesali yang sudah terjadi.
"A– aku nggak bermaksud menyembunyikan hal ini sama kamu, aku takut kamu ninggalin aku!" sahut Siska lirih.
"Faktanya apa yang di pikirkan sama kamu itu salah besar! Kamu tau kenapa? Kamu gak pernah sedikitpun ngertiin perasaan aku. Kamu cuma mikirin diri kamu sendiri! Itu namanya egois!" bentak Fatih yang membuat Siska semakin menangis terisak.
"Aku gak egois! Aku ngelakuin ini juga demi hubungan kita!" teriak Siska dan mundur beberapa langkah agar jauh dari Fatih.
"Itu menurut kamu. Menurut aku, nggak sama sekali! Aku kira kamu udah berubah jadi baik, tapi nyatanya? Kamu masih egois! Emang bener kata semua orang yang baru kenal kamu dulu di SMA ini. Kamu dulu itu suka ganti-ganti pacar!"
"Awalnya aku menyangkal itu, karena aku liat kamu semakin ke sini semakin membuang semua sifat egois kamu itu. Tapi, ternyata aku salah besar, kamu masih tetap menjadi Siska yang dulu!" Fatih meninggalkan Siska sendirian di sana.
"Aku benci sama kamu! Aku benci!" teriak Siska sekencang-kencangnya. Fatih tidak mempedulikannya, ia tetap berjalan agar menjauh dari Siska.
Siska berlari menuju kelasnya yang masih sepi dengan siswa. Aqila yang baru saja sampai di kelas menatap Siska bingung.
"Siska kenapa?" tanya Aqila yang duduk di sampingnya dan mengelus punggung Siska untuk menenangkannya.
"Fatih putusin gue, La!" sahut Siska yang langsung memeluk Aqila.
"Apa!? Apa karena hubungan Siska sama Lion?" tanya Aqila memastikan, Aqila hanya bisa merasakan dan tetap berada di samping Siska. Karena, ia tau Siska butuh orang untuk bisa menemaninya dalam keadaan seperti ini.
"I– iya. Hiks... hiks ...." Siska hanya bisa menangis dan berharap Fatih akan kembali kepadanya.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Tanda semua kegiatan belajar mengajar berakhir dan waktunya semua siswa membubarkan diri.
"Hai!" sapa Kiren kepada Aqila dan Siska. Di sana juga ada Adhim, Hans dan Fatih.
__ADS_1
"Ha– hai juga!" jawab Aqila ketus.
"Kalian jangan lupa dateng ke acara ulang tahun aku nanti malem ya," ucap Kiren sambil tersenyum ramah.
"Ulang tahun? Jadi, lo sekarang lo ulang tahun? Wah ... happy birthday ya. Gue sama Siska pasti datang kok," sahut Aqila antusias sambil menjabat tangan Kiren dengan hangat.
"Makasih."
"Happy birthday," Siska menjabat tangan Kiren sebentar.
"Soal lokasinya, nanti gue kirim ke kalian ya," jelas Kiren. "Kalau gitu gue sama Adhim pergi dulu, bye!" Kiren memegang tangan Adhim dan pergi dari sana, di ikuti Hans dan Fatih dari belakang.
Saat Fatih dan Siska berpapasan, keduanya tampak cuek dan tidak memandang satu sama lain.
"Fatih nyeselin juga ya orangnya!" gumam Siska kesal, tapi masih terdengar di telinga Aqila.
"Fatih emang gitu orangnya. Kadang orangnya ramah, kadang baik, kadang lucu, kadang juga ngeselin. Kalau Siska masih sayang sama Fatih, Siska harus lebih memahami Fatih lebih dari Siska sendiri."
"Kayaknya lo tau banyak tentang Fatih daripada gue!" sindir Siska sambil cekikikan.
"Itu karena dulu Adhim suka cerita tentang Fatih dan Hans."
"Ya udah, mendingan sekarang kita mampir ke toko pernak-pernik buat nyari kado buat Kiren." Aqila menarik tangan Siska menuju gerbang sekolah dan berjalan menuju toko yang di maksud.
"Gue lagi gak mau bahas itu!" jawab Fatih dingin dan naik ke atas motornya dan melajukannya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Ada yang gak beres nih!" gumam Hans menatap Fatih yang sudah berada jauh di depannya dengan tatapan curiga.
"Lo yakin mau pergi ke acara ulang tahun Kiren?" tanya Siska memastikan. Aqila hanya membalasnya dengan anggukan.
Ddrrttt ....
Aqila mangambil ponselnya dan menggeser tombol hijau ke atas yang artinya menjawab telpon.
"Hallo?
"Hallo, Sayang ...
sahut Jio dengan manjanya.
"Jio!"
"Siska, Qila mau angkat telpon dulu ya," Aqila berjalan menjauh dari Siska yang sedang mencari barang untuk di jadikannya kado ulang tahun Kiren.
__ADS_1
"Tumben telpon aku, ada apa?
tanya Aqila penasaran. Akhir-akhir ini Jio memang jarang sekali menghubungi Aqila karena sibuk dengan sekolahnya.
"Aku mau ngabarin kamu, kalau nanti sore aku akan sampai ke Indonesia
jelas Jio singkat.
"Bukannya kamu masih sekolah ya? Kenapa pulang sekarang?
tanya Aqila bingung.
"Kebetulan hari ini adik aku ulang tahun, aku mau kasih surprise sama dia. Kamu datang ya!
"Gimana ini? Kalau aku nggak datang ke acara adiknya Jio. Pasti dia kecewa. Tapi, gimana Kiren?" batin Aqila, ia tidak tau harus memilih pergi ke acara Kiren atau ke acara adik Jio.
"Aqila? Kamu masih di sana, kan?
kata Jio memastikan.
"I– iya masih kok. Kamu tenang aja, aku akan datang ke sana. Sampai jumpa!
Aqila menutup sambungan telponnya dan dan berpikir lebih keras.
"Gue gak sabar lagi untuk ketemu lo, La!" gumam Jio sambil memandang jendela pesawat.
"Ada masalah apa, La? Kenapa lo ngelamun gitu?" tanya Siska dan membuat Aqila tersentak kaget dan kembali ke alam sadarnya.
"Ah! Nggak papa kok," jawab Aqila. "Tapi, kayaknya Qila gak bisa datang ke acara Kiren deh. Soalnya adiknya Jio sekarang ulang tahun," sambung Aqila dengan raut wajah sedih.
"Yah! Masa gue sendiri sih!" kata Siska kecewa.
"Kan masih ada Cika, Qila yakin Siska gak bakal kesepian."
"Tapi tetep aja, Cika itu gak tau kalau gue sama Fatih itu udah putus! Cuma lo satu-satunya yang tau, La!"
"Bilang aja sama Jio kalau lo gak bisa dateng sekarang, pasti tu orang pasti ngerti posisi lo!" usul Siska. Aqila berpikir kembali, dan tanpa berpikir panjang lagi ia menggeser-geserkan layar ponselnya untuk menghubungi Jio.
Saat hendak memberitahu Jio, Aqila terlebih dahulu menerima notifikasi dari Jio tempat dimana acara adiknya di selenggarakan.
"Ini bukannya?!" gumam Aqila kaget saat melihat lokasinya
Kenapa Aqila kaget melihat lokasinya ya? Apa ada sesuatu? Kalau masih penasaran jangan lupa klik dulu fav yang ada di bawah ini, tinggalkan like, rate 5, dan juga vote dari kalian semua.
__ADS_1
sampai ketemu di episode selanjutnya 🤗.