Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Perubahan Yang Sulit Untuk Dilakukan


__ADS_3

"Jadi kenapa kamu tadi mutusin aku?" tanya Siska kesal.


"Maaf, kalau aku nggak gitu kamu akan tau kalau aku nyiapin ini buat kamu. Tapi kamu senang, akan?" jelas Fatih.


"Aku sampai teriak-teriak di tengah lapangan sekolah sebab kamu mutusin aku! Tapi aku seneng sekarang, karena kamu nggak mutusin aku." Siska memeluk Fatih kembali.


"Pasti ini keputusan yang berat buat kamu, Sis. Tapi aku akan menunggu kamu jelasin sendiri semuanya!" batin Fatih.


🍁🍁🍁


Keesokan paginya masih di sekolah SMA Nusantara, suasana pagi ini tidak cukup mendukung bagi Aqila, karena pagi ini mentari tidak menampakkan dirinya dan hanya ada awan hitam yang terlihat.


Dengan santainya Aqila berjalan menuju kelasnya yang sudah banyak orang di sana. Ia terus mengingat kejadian di massa lalu yang dirinya terus mengejar-ngejar cinta Adhim.


Sesuai rencananya kemarin bersama Kiren. Ia mulai belajar menggunakan motor besar milik Kiren. Untuk lima hari ke depan, Kiren tidak akan membawa motornya ke dalam sekolah karena takut Adhim mengetahui identitas aslinya.


Begitupun Aqila pagi ini, ia berpakaian tomboy sambil menggunakan jaket berwarna hitam dan tas yang di letakkan di atas satu bahu saja.


"Kamu beda banget hari ini," ucap Kiren tiba-tiba yang menghampiri Aqila yang sedang berjalan menuju kelasnya.


"Kamu, eh maksud lo juga lebih tambah cantik kalau gini," puji Aqila sambil tersenyum melihat Kiren kagum.


"Thanks."


"Karena keduanya berbeda kelas, akhirnya keduanya berpisah dan mengikuti pelajaran sesuai jadwal."


Bel istirahat pun berbunyi nyaring sontak membuat semua siswa berdesakkan keluar kelasnya.


"Lo beberan akan ngelakuin ini semua, La?" tanya Siska yang meragukan Aqila.


"Iya, Sis.cAqila akan ngelakuin ini sampai Adhim lupa sama Aqila," jelas Aqila singkat dan memakai jaketnya kembali.


Seperti biasa keduanya pergi menuju kantin yang tak jauh dari kelasnya.


Aqila duduk termenung di sana di saat Siska sedang memesan makanan.


"Hendrik, Rendi, Adit, Nadya, Nency, Sarah. Kalian apa kabar di sana?" gumam Aqila.

__ADS_1


"Terutama Hendrik sana Rendi. Andai kalian tau, sekarang Adhim lagi amnesia gara-gara Aqila, ini berat banget rasanya. Tapi Aqila juga salah dalam hal ini, dan gak lama lagi Aqila akan tunangan sama Jio," sambung Aqila yang satu per satu tetesan air mata mulai membasahi pipinya.


"Aqila harap, kalian baik-baik di sana."


Saat sedang melamun, tiba-tiba Hans dan ketiga temannya datang ke hadapan Aqila dan meminta izin untuk duduk bersamanya. Aqila hanya mengangguk dengan ekspresi datar.


"Siska kemana, La?" tanya Fatih.


"Lagi pesen makanan. Kalian mau pesen juga? Kalau mau aq–" Aqila langsung menghentikan ucapannya.


"Maksudnya, kalau kalian mau gue yang pesenin," sambung Aqila, ia harus berhati-hati kembali di depan Adhim saat ini.


"Nggak usah, kita udah pesen tadi, bentar lagi juga nyampe kok," jawab Hans dan Aqila langsung duduk kembali sambil menatap ke arah Adhim yang tengah bercanda tawa bersama Kiren.


Alya tersenyum tipis dan membatin, "Semoga Kiren selalu buat Adhim ketawa kaya gini terus."


Seketika rasa canggung mulai menyelimuti mereka.


"Btw kalian berdua mau ikutan sama kita gak annti sore?" tanya Hans memecah keheningan di antara mereka.


"Rencananya kita mau ada acara Korean-BBQ-an di depan rumah gue," jelas Fatih cepat.


"Gimana ya? Kalau gue ya ayo-ayo aja, kalau Aqila gak tau." ucap Siska, ia langsung membekap mulutnya karena keceplosan.


Seketika Adhim yang sedang makan menatap Siska heran.


"Hhmmm ... maksud gue iya, Aqila mau gak?" dalih Siska sambil menatap Kiren.


"Kalau aku pasti ikut, Kalau kamu gimana?" tanya Kiren menatap ke arah Aqila yang masih makan.


Aqila tidak menjawabnya, ia menghabiskan nasinya itu lalu minum.


"Gue mau ke kelas dulu," ucap Aqila dan tanpa mengajak Siska ia berjalan sendiri menuju kelasnya.


"Nanti gue kabarin lagi deh, bye." Siska juga pamit dan berlari kecil agar langkahnya sejajar dengan Aqila.


"Aqila kenapa?" bisik Fatih kepada Hans. Hans hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.

__ADS_1


Tak terasa bel pulang sudah berbunyi dengan nyaringnya. Tampak mentari masih belum menyinari wilayah tersebut dan hanya awan hitam. Mungkin sebentar lagi akan hujan, itulah yang ada di pikiran Aqila yang tengah berdiri di parkiran sekolahnya yang luas.


Adhim bersama Kiren yang sedang berjalan berdua menuju parkiran tak sengaja melihat Aqila dan menghampirinya.


"Hai," sapa Kiren sambil tersenyum ramah. Sedangkan Adhim menatapnya dingin dan tidak mempedulikannya.


"Kalian," gumam Aqila sambil tersenyum tipis.


"Kamu jadi ikut, kan?" tanya Kiren memastikan.


"Ng–" Belum sempat Aqila menjawabnya, Hans, Fatih dan Siska menghampiri keduanya.


"Pastinya ikut dong. Iya gak?" jawab Hans tiba-tiba sambil memegang salah satu pundak Aqila dan tatapannya itu membuat Aqila ingin memukul kepalanya.


"Dia pasti ikut kok, nanti gue sama dia langsung nyusul ke rumah Fatih," kata Siska cepat. Kiren hanya mengangguk dan tersenyum.


"Kalau gitu gue pergi duluan sama Aqila, bye." Adhim langsung menarik tangan Aqila menuju motornya. Ia tidak tau yang ia pegang sekarang tangannya adalah Aqila yang asli.


"Apa Adhim bisa milik gue seutuhnya?" gumam Kiren sambil melihat Adhim yang menarik tangan Aqila.


"Eh? Tunggu, ini gue Kiren bukan Aqila!" kata Aqila, seketika Adhim menoleh ke belakang dan ternyata ia memegang tangan Aqila bukannya Kiren.


"Ma– maaf. Gue tadi refleks," jawab Adhim ketus.


"Tanpa sadar gue narik tangan Kiren? Apa yang sebenarnya gue pikirin sih?" batin Adhim. Tiba-tiba tawa Hans dan Fatih membuyarkan lamunan Adhim.


"Buhahaaa ...."


"Berisik!" bentak Adhim.


"Ups!" gumam Hans dan Fatih serempak sambil memegang mulutnya dan membelakangi Adhim dan Aqila.


🍁🍁🍁


MAAF KALAU SEKARANG JARANG UPDATE, KARENA JUJUR AJA DI KEHIDUPAN NYATA, AKU SIBUK DENGAN TUGAS YANG TERUS-MENERUS DATANG. DAN SEMOGA INU CEPAT BERAKHIR DAN KITA BISA MELAKUKAN KEGIATAN DI LUAR LAGI. AAMIIN..


SELAGI NUNGGU NOVEL INI UP LAGI, MAMOIR JUGA KE NOVEL SATU LAGI YANG JUDULNYA MEMILIH ANTARA CINTA ATAU CITA-CITA. 🤗

__ADS_1


__ADS_2