
Orang sering berkata bahwa cemburu tanda cinta tapi kenyataannya seringkali hal itu menjadi pemecah dan kerenggangan suatu hubungan.
"Aku mau kita putus!" seru Ratih dengan nada marah dan kecewa.
"Kita gak ada masalah dan baik-baik saja! Kamu kenapa sih?"
"Kamu melarangku menghabiskan waktu bersama Bima tapi kamu sendiri dengan Alicia?"
"Itu kan beda! Aku laki-laki! Aku gak mau Bima modus mengincarmu dan merusak hubungan kita sedangkan Alicia berbeda. Dia sahabatku dan sudah seperti saudara!"
"Kau curang! Egois! Tidak masuk akal!" bentak Ratih dengan nada marah.
"Berhenti meneriakiku!"
"Aku tidak mau diperlakukan tidak adil olehmu. Aku harus percaya hubunganmu dengan Alicia tapi tidak berlaku sebaliknya!"
"Karena laki-laki berbeda dengan wanita."
"Pokoknya aku mau putus!"
"Kamu minta putus supaya bisa jadian dengan Bima?"
"Terserah padamu! Kau tidak masuk akal kalau kau pikir aku mau menerima ini semua!"
"Aku tidak mau putus dan kau juga tidak boleh berteman dengan Bima! Kau dengar aku? Aku tidak suka kau dekat dengannya. Aku dan Alicia hanya bersahabat dan kami sudah seperti saudara. Sama seperti hubunganmu dengan saudara-saudaramu yang lain."
"Tapi Alicia bukan saudaramu!Bagaimana kalau aku yang tidak suka kau dan Alicia dekat? Bagaimana kalau aku memintamu memilih aku atau dia?"
"Kenapa kau suka mencari keributan?"
"Kenapa kau egois? Mau menang sendiri?"
"Aku sudah katakan alasannya."
"Aku juga sudah katakan alasannya!"
Wajah Ratih cemberut. Dia bersikap acuh dan tidak mempedulikan Kreshna.
"Aku haus!"
__ADS_1
"Ambil sendiri!"
"Temenin aku makan yuk! Kita jalan keluar."
"Gak mau!"
"Ada film bagus."
Ratih tetap diam membisu.
"Kamu maunya apa sih?"
Suasana tetap hening.
"Kenapa sih selalu membuatku kesal?"
Suasana tetap hening.
"Aku bosan seperti ini terus. Kamu kayak anak kecil." keluh Kreshna.
Ratih tetap acuh.
"Aku anak kecil dan kamu bayi gede?"
"Kamu ingin aku berterima kasih karena sikapmu yang egois dan mau menang sendiri?"
"Aku sudah bilang, aku punya alasannya. Kenapa selalu memaksa sih?"
"Kamu mau enak sendiri."
"Kamu kan bisa cari temen lain yang gak bikin aku cemburu?"
"Kamu juga kenapa gak cari sahabat lain yang gak bikin aku cemburu?"
"Alicia itu udah kayak sodara buat aku. Kamu gak usah aneh-aneh deh!"
"Kamu memperlakukanku seenaknya."
"Apa maksudmu? Kamu jangan bersikap kekanak-kanakan. Bisa gak sih?"
__ADS_1
"Kamu jangan egois bisa gak?"
"Aku bukan egois!"
"Aku juga bukan kekanak-kanakkan. Persamaan hak!"
"Persamaan hak apa? Sampai berbusa kujelaskan kau tidak akan paham. Kenapa tidak menurutiku saja?"
"Kau sendiri kenapa tidak mau menurutiku?"
"Kau sangat keras kepala!"
"Kau sangat egois dan mau enak sendiri!"
"Aku ke sini bukan mau ribut. Mau bertemu denganmu."
"Cinta tanpa kesetiaan adalah sebuah kepura-puraan!" sindir Ratih.
"Apa maksudmu?" wajah Kreshna merah padam menahan amarah.
"Pikir sendiri! Kau sudah dewasa!"
"Aku sudah dewasa tapi kau yang kekanak-kanakkan!"
"Aku mau kau tidak bersahabat dengan Alicia atau kita putus!"
"Aku tidak mau kau dikte!"
"Aku berteman dengan Bima dan kau bersahabat dengan Alicia!"
"Tidak mau!"
"Maumu apa?"
"Kau tidak berteman dengan Bima dan biarkan aku bersahabat dengan Alicia serta tidak usah meminta putus terus!"
"Kau mau enak sendiri!"
"Kau tidak mau menurut!"
__ADS_1
"Kau tidak masuk akal!"
"Kau kekanak-kanakkan!"