Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Epilog


__ADS_3

Kresha belum sempat menceritakan tentang dirinya. Berbohong dari pertama kali bertemu Ratih sampai mereka berpisah.


Dia berusaha mencari waktu yang tepat tetapi ternyata takdir sudah lebih dahulu memisahkan mereka.


Harapannya semakin sirna ketika menerima cincin dari Ratih dan ingin menjadikannya sebagai momen untuk menjelaskan semuanya tetapi Ratih pindah dan tidak ada yang mengetahui keberadaannya termasuk Bima.


"Kau tidak usah berbohong padaku! Katakan dimana dia?"


"Aku sendiri tidak tahu!"


Kreshna menarik kerah Bima dan mendorongnya ke tembok.


"Kau sendiri! Mengapa menghilang begitu saja?"


"Aku tidak ingin mendesaknya dan membuat semua menjadi lebih kacau!"


"Kau hanya bisa mencari alasan!" Bima meninju Kreshna.


Kreshna berusaha menghubungi nomor Ratih dan tidak berhasil karena Ratih telah mengganti nomornya.


Hubungannya dengan Alicia merenggang. Dia memilih mengatasi semua masalahnya sendiri dan menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Ratih tidak pernah sama sekali mendatangi rumah yang dikontraknya sedangkan kehidupan aslinya, Ratih tidak tahu sama sekali sehingga tidak mungkin mengetahui kediaman dan kehidupannya yang sebenarnya.


Berlalunya waktu membuatnya berusaha melupakan semuanya.


Dia semakin sibuk dengan pekerjaannya dan menarik diri dari semua hal yang membuatnya menjadi ambigue.


Undangan Pras untuk menghadiri salah satu ulang tahun perak anak perusahaannya membuatnya terpaksa memenuhinya dengan rasa enggan.


Dia tidak ingin bepergian kemana pun walaupun sekedar melihat anak perusahaannya.


"Kau datang kan anniversary perusahaan yang kedua puluh lima. Perak loh itu!" Pras menelponnya memastikan kesediaannya untuk datang.


"Kau jangan mengecewakan semua pegawai anak perusahaanmu. Kau jarang datang apalagi menghadiri ulang tahun perusahaan dan bertepatan dengan ulang tahun perak. Kumohon!"


"Baiklah! Aku tidak lama dan langsung balik!"

__ADS_1


"Terserah! Yang penting kau datang menghadiri anniversary perusahaan."


"Baiklah!"


Pada saat hari H. Dia hampir membatalkan keberangkatannya karena cuaca tidak mendukung. Pesawatnya delay. Dia menelpon Pras bermaksud membatalkannya.


"Dari awal kau memang tidak mau hadir!"


"Cuaca benar-benar buruk. Aku bukan mencari alasan. Aku memang tadinya tidak mau hadir tapi aku sudah menyetujuinya."


"Aku sudah mengatakan pada semua orang bahwa kau akan datang.Kau benar-benar keterlaluan."


"Pesawatku delay."


"So, what? Kau niat datang atau tidak?"


"Baiklah!"


"Terima kasih!"


"Sudahlah!"


Memesan secangkir hot cappucino dan croissant keju sambil melihat-lihat suasana bandara yang penuh dengan penumpang yang mengalami delay.


"Kau sendiri?" seorang wanita cantik berkulit putih mulus dan langsing menyapanya.


"Ya, apakah aku mengenalmu?"


"Tidak! Aku melihatmu seorang diri dan aku pun demikian."


"Kau dalam perjalanan bisnis?"


"Begitulah! Menghadiri anniversary perak perusahaan. Kau sendiri?"


"Berlibur. Aku seorang model. Kalau perusahaanmu membutuhkan model untuk iklan perusahaan atau semacamnya." wanita tersebut membuka dompetnya dan mengeluarkan kartu namanya.


"Bisakah aku meminta kartu namamu?"

__ADS_1


Kreshna mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya kepada wanita tersebut.


Mereka berpisah karena berbeda tujuan dan pesawat.


Kreshna nyaris terlambat hadir ke anniversary perusahaannya. Menaiki pesawatnya yang delay. Langsung menuju ke perusahaannya begitu sesampainya di bandara. Dijemput supir yang sudah dipersiapkan Pras. Bergegas turun dari mobil sesampai di gedung yang dimaksud.


Terburu-buru berjalan tanpa memperhatikan sekelilingnya karena tidak ada gunanya dia memperhatikan karena tidak mengenal seorang pun kecuali Pras.


Menaiki panggung. Menunggu Pras selesai memberikan kata sambutan.Menunggu dengan sabar acara pemberian hadiah kepada dirinya.


Seseorang berjalan ke arahnya sambil menundukkan kepalanya. Mengangsurkan sebuah lampion kepadanya.


Lagu 'Selamat Ulang Tahun' Jamrud mengalun memenuhi ruangan. Mengiringi langkah kaki gadis yang membawa lampion menundukkan wajahnya dengan malu.


Hari ini hari yang kau tunggu


Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu


Yang kuberi bukan jam dan cincin


Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati


Maaf, bukannya pelit


Atau nggak mau ngemodal dikit


Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus ...


....


Mudah-mudahan dib'ri umur panjang


Sehat selama-lamanya


S'lamat ulang tahun


S'lamat ulang tahun

__ADS_1


"Sedang apa kau disini?"


__ADS_2