Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
PO Box


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi Marsha dan Raka untuk merasa dekat satu sama lain. Persamaan dan perbedaan  di antara mereka menyatukan mereka seperti halnya teh dan gula. Segelas teh manis hangat.


Bukan berarti Marsha melupakan cintanya pada Pras. Hanya saja hubungan mereka berdua terasa melelahkan dan seperti menegakkan benang basah.


Pesta pernikahan yang meriah. Kehidupan rumah tangga yang menentramkan. Membuat Marsha tenggelam dalam kehidupan barunya. Tanpa sengaja melupakan Pras begitu saja.


Hatinya sempat bersedih melihat kehadiran Pras di pesta pernikahannya. Mengenakan kaca mata hitam. Bagaimana pun mereka pernah menjalin hubungan yang sangat baik dan indah di awal pertemuan mereka. Sebelum menyadari bahwa mereka seperti air dan minyak. Puncaknya, Pras jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Seperti halnya dirinya dan Raka saat ini. Akan ada waktunya Pras dan Tania bersatu dan bersama. Semua hanyalah masalah waktu.


Sebulan menikah. Marsha mengandung. Menambah kebahagiaannya bersama Raka. Di tengah kesibukannya mengurus yayasan dan rumah tangganya. Kehamilannya melengkapi kebahagiaan yang tengah dirasakannya. Dia mulai mensyukuri kegagalan hubungannya dengan Pras. Walaupun sempat terpuruk dalam jurang kesedihan yang dalam. Tapi semua sudah berlalu.


Langit tidak selalu kelabu. Badai tidak abadi. Akan ada pelangi sesudah hujan. Badai pasti berlalu.


***


Pras mengirim makanan dan coklat yang dijanjikannya kepada Tania.


Kuliah, pekerjaan dan kursus masaknya berjalan dengan baik dan lancar. Tania sangat menikmati aktifitas dan rutinitasnya.


Sepulang kuliah sebelum dia bekerja berniat mampir ke po box untuk mengambil pesanan makanan dari Pras.


Tania membuka PO Boxnya. Mengambil sebuah kotak persegi panjang seukuran kertas A5. Sesampainya di rumah membuka isinya. Berisi coklat dan rendang.


Perutnya menjadi sangat lapar. Sesampainya di rumah. Memasukkan coklat ke dalam kulkas dan memanaskan rendang di dalam mikrowave.


Dia belum mendapatkan teman sekamar. Dan masih ragu mengiklankan secara umum. Bagaimana kalau tidak cocok kesehariannya?


Ada beberapa teman kuliah dan kerja yang kemungkinan cocok walaupun mereka tidak berasal dari satu negara.


Kamila berasal dari Brunei Darussalam dan Maryam dari Malaysia. Keduanya muslimah.


Dia bukan bermaksud mendiskriminasi. Akan lebih nyaman jika mereka memilih latar belakang agama yang sama. Negara mereka berbeda tidak jadi masalah.


Untuk masalah makanan, minuman, peliharaan dan aturan di dalam rumah akan terasa lebih nyaman.


Jika mereka berbeda agama apalagi budaya akan terjadi semacam ketidaknyamanan. Apalagi rumah area pribadi. Tempat beristirahat dan hal pribadi lainnya.


Makanan haram, minuman berakohol, kehidupan bebas. Belum masalah peliharaan. Kebanyakan kaum muslimin tidak menyukai anjing sedangkan non muslim sebaliknya. Selain akan menjadi hal yang mengganjal dan juga menimbulkan ketidaknyamanan serta kesalahpahaman. Masing-masing akan merasa terganggu di area privat mereka sendiri.


Tania membuka kiriman rendang dari Pras. Menyendok nasi dari magic jar. Hasil kursus memasaknya. Membuat sayur lodeh dan perkedel daging. Kursus memasak makanan Indonesia.


Rendang, perkedel dan sayur lodeh adalah perpaduan yang sangat cocok.


Whatsup nya berbunyi.


[Kasih tau ya kalau kiriman makananku sudah tiba.]


[Baru saja sampai. Kebetulan.]


[Itu gunanya tracking, haha]


Tania mengirim emoticon ketawa.


[Pantas]


[Bon apetite]


[Kau tidak apa-apa?]


[Apa maksudmu?]

__ADS_1


[Marsha menikah]


[Dia menemukan jodohnya. Dan bukan aku. Mungkin jodohku kamu, haha]


[Duh, masih bisa becanda... Udah berdarah-darah...]  Tania mengirim emoticon  sad.]


[Yang patah hati itu aku. Harusnya yang sedih aku bukan kamu, haha]


[Yeah]


[Aku main ya ke sana.]


[Buat apa? Aku sibuk kerja dan kuliah]


[Healing]


[Ke tempat lain aja. Kuliahku baru mulai dan begitu juga pekerjaanku. Belum kursus memasakku.]


[Ok, disini juga aku banyak kerjaan. Apalagi Kreshna juga selalu mengawasi pekerjaanku, Ratih dan Diah. Semenjak kau meninggalkan kantor. Dia menjadi mandor kita semua.]


Tania mengirim emoticon tertawa mengeluarkan air mata.


[Marsha terlihat bahagia]


[Kau harusnya kan berbahagia.]


[Aku bahagia kalau aku juga menemukan kebahagiaanku. Kan putusnya sama]


Tania kembali mengirim emoticon tertawa.


[Kau lebih suka dia terpuruk sedih. Meratapi kegagalan hubungan kalian?]


[Gak sih...Ok, lebih baik memang dia berbahagia dan menemukan kebahagiaannya terlebih dahulu]


[Yeah... Bagaimana keadaanmu di sana?]


[Minggu ini minggu pertamaku mengundang teman-teman baruku ke rumah. Di sini ada kebiasaan untuk berkumpul seminggu sekali. Social meeting. Makan bersama.]


[Sepertinya menyenangkan]


[Yeah....]


Tania menghabiskan makanannya. Belajar  sambil mencicil mengerjakan tugas. Dia masih memiliki waktu dua jam lagi untuk memulai aktifitas bekerjanya.


Selesai belajar dan mencicil tugas. Tania menyempatkan waktu untuk membersihkan rumahnya. Menggunakan vacum cleaner.


Membersihkan tubuhnya sebelum berangkat bekerja. Memilih pakaian putih dengan kain maxmara. Dipadu celana panjang abu-abu tua linen. Memasukkan lap top dan tas kerjanya ke dalam mobil. Mengeluarkan mobilnya dari car port.


Mobilnya meluncur tenang. Membelah jalan. Perjalanannya menuju kantor tidak sampai dengan setengah jam.


Kantor tampak lenggang karena kebanyakan orang bekerja 9.00 am -17.00 pm. Sisanya diisi oleh mereka yang lembur atau pekerja freelance sepertinya.


Memasuki kubikelnya. Meletakkan tas dan lap topnya di dalam laci. Menyalakan PCnya. Memulai pekerjaannya sebagai freelancer finansial analysis. Mengolah data dalam bentuk angka. Analisa yang menggunakan penelitian berbasis kuantitatif.


Tugas utama seorang finansial analysis adalah menganalisis perkembangan hingga yang merugikan perusahaan.


Bekerja dari jam 17.00 sampai 21.00 pm. Senin sampai dengan Kamis. Hari Jum’at digunakannya untuk hang out bersama kedua sohib barunya, Meggie dan Kelly. Menonton bioskop, makan dan ngemall. Merupakan healing untuk mereka bertiga melepaskan kejenuhan di tengah kesibukan mereka.


Sabtu saatnya mereka menghadiri social meeting. Minggu mereka akan melakukan refreshing, rekreasi, ke taman hiburan, jalan-jalan, menonton konser. Menghabiskan waktu di toko buku.

__ADS_1


Whatsupnya berbunyi. Kamila menanyakan kapan dia bisa melihat rumahnya.


[Apakah kau bisa datang sosial meeting akhir pekan ini di rumahku?]


[Yeah, tentu]


[Kau bisa melihatnya pada saat itu. Sekalian berkenalan dengan Maryam.]


[Maryam?]


[Dia juga ingin menyewa kamar di rumahku. Ada tiga kamar dan masing-masing dari kita menempati satu kamar.]


[Well, ok then. See you later.]


[See you later....]


Tania kembali menekuni pekerjaannya. Mengumpulkan dan menganalisis data keuangan perusahaan dari paling baru hingga lama.


Tania berdiri dari kubikelnya menuju mesin pembuat kopi. Membuat kopi. Menambahkan beberapa cube gula ke dalam kopinya. Menuangkan krim kental ke dalam kopinya. Merefresh dirinya sejenak. Mengeluarkan setoples kecil berbentuk kotak berisi cookies dari lacinya.


Menyesap kopinya. Mengunyah cookiesnya lamat-lamat. Snikerdoodles. Kue butter yang memiliki dua jenis tekstur basah dan kering. Dengan permukaan agak sedikit retak. Ditaburi bubuk kayu manis dan gula. Tania lebih menyukai tekstur yang kering.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2