Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Lampion Ajaib


__ADS_3

Sesampainya di rumah Ratih. Ratih memandang Kresna dengan resah. Dia bahagia dengan surprise dan lamaran Kreshna tetapi sekaligus ragu. Meragukan hubungan mereka berdua tepatnya.


Dengan perasaan gundah dia menatap lampion yang terbuat dari kertas dan menatap dengan bingung.


"Untuk apa ini?"


"Hadiah ulang tahunmu."


"Lampion?"


"Di dalamnya ada tiga buah kertas dan kau bisa menuliskan tiga permintaan yang akan aku penuhi untukmu."


"Aku pikirkan dulu, bagaimana?"


"Baiklah…."


Sepeninggal Kresna, Ratih berpikir keras mengenai tiga permintaan yang akan diajukannya pada Kresna.


Dia menuliskan ketiga buah permintaannya dan memasukkannya kembali ke lampion yang akan diambil Kresna keesokan harinya.


Kresna membuka ketiga buah kertas yang ada di dalam lampion.


Dia mengerutkan dahinya, "kau hanya meminta ini?"


Ratih menganggukkan kepalanya.


"Setia, pengertian dan sabar?"


"Betul."


"Baiklah…."


Waktu berlalu. Hari demi hari hubungan mereka yang manis mulai berubah.


Mereka berencana menikah setahun kemudian setelah Kreshna melamarnya di tepi pantai dan memberikan cincin indah sebagai tanda ikatan hubungan mereka.


Pertunangan akan dilakukan sebulan sebelum pernikahan berlangsung.


Semakin mendekati pernikahan mereka semakin tegang.


Ratih semakin dekat dengan Bima karena dia ingin mempersiapkan masa depannya setelah menikah.


Usaha yang dirintisnya dengan Bima merupakan salah satu rencana masa depannya.


Sedangkan Kreshna yang tidak ingin hubungannya dengan Ratih menjadi tegang semakin dekat dengan Alicia menumpahkan seluruh pikiran juga keluh kesah semua hal yang kemungkinan kalau dibagi dengan Ratih justru akan menimbulkan ketegangan.


Kecemburuan dan kecurigaan juga masih meliputi hubungan mereka berdua.


Walaupun hubungan mereka bergerak maju menuju pertunangan dan pernikahan tetapi secara kualitas hubungan mereka tidak mengalami perubahan sama sekali justru semakin memburuk.


Mereka semakin jarang bertemu dan ketegangan mewarnai hubungan mereka berdua.


"Kau kemana saja?" Ratih meletakkan cangkir teh dan setoples cemilan kesukaan Kreshna.


"Aku sangat sibuk! Maafkan aku!"


Pada suatu hari, Ratih dikejutkan dengan kedatangan Kreshna yang sangat tiba-tiba.


"Kau darimana saja?"


"Pertanyaan macam apa itu? Apa kau tidak merindukanku?"


"Duduklah! Kau terlihat sangat lelah."


Ratih menyajikan secangkir teh manis hangat dan bolu pisang yang dibawa Bima kemarin.


Kreshna meminum tehnya dan menatap Ratih dengan heran.


"Sejak kapan aku makan bolu pisang?"


"Maaf, kau tidak suka pisang. Aku lupa! Tetapi aku tidak memiliki makanan lain. Kau datang tiba-tiba!"


"Memangnya tidak boleh?"


"Bukan begitu tetapi semua makanan yang ada di rumah terbuat dari pisang. Bolu pisang, keripik pisang, pisang goreng, bolen pisang."


"Kau menyiapkan semua untukku?"


Ratih terdiam dan wajah Kreshna menegang.


"Makanan kesukaan siapa? Kau biasanya kan selalu menyediakan makanan kesukaanku?"


"Kau tidak usah membesar-besarkan masalah. Cuma masalah makanan saja kau ributkan."


"Aku tidak suka pisang dan kau tahu itu. Apa kau juga berubah jadi maniak pisang?"


"Kau datang hanya untuk ribut?"


"Aku cuma tanya, makanan kesukaan siapa?"


"Kau kemana saja? Bersama siapa? Apa benar kau hanya bekerja dari senin sampai minggu? Tidak butuh teman untuk mengobrol dan berbagi?"


"Mengapa kau mengalihkan pembicaraan?"


"Mengapa kau selalu memancing keributan? Mempermasalahkan sesuatu yang bukan masalah?"


"Bukan masalah katamu? Seandainya kita menikah dan semua makanan di rumah bukan kesukaanku tetapi orang yang sangat kubenci?"


"Apa maksudmu?"


"Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku. Makanan kesukaan siapa?"


"Aku bukan tidak mau menjawab tapi aku takut reaksimu tidak masuk akal."


"Kau tinggal jawab saja!"

__ADS_1


"Aku bisa menjelaskan!"


"Jadi benar kan?"


"Benar apa?"


Kreshna bangkit dari tempat duduknya.


"Kau mau kemana?" tanya Ratih.


"Alicia!"


Mereka kembali saling menjauh. Waktu berlalu. Ratih sendiri menyimpan cincinnya di dalam kotak dan memilih tidak memakainya.


Perkembangan hubungan mereka sangat menyedihkan. Dia memilih untuk fokus kepada masa depannya. Percintaan hanya membelenggu pikirannya terutama dengan semua kesalahpahaman, kecemburuan, kecurigaan dan ketegangan yang sangat melelahkan.


Jika aku menikah, aku ingin bahagia bukan merana apalagi selalu berada di ujung prahara antara Alicia, Bima dan mereka berdua....


Ratih merasa senang dengan kemajuan usaha yang dirintisnya bersama Bima. Dia mulai merasakan buahnya.


Puncak ketegangan dari hubungan mereka berdua adalah. Dia melupakan ulang tahun Kreshna.


Mereka bertengkar hebat dan hadiah yang dititipkannya kepada Bima karena dia tidak sempat membelinya membuat segalanya menjadi lebih runyam.


Waktu yang tidak memungkinkan baginya untuk segera terbang ke hadapan Kreshna membuatnya terpaksa meminta tolong pada Bram, sahabat Bima untuk mengantarnya karena tidak mungkin dia meminta tolong Bima mengantarnya akan membuat Kreshna semakin murka.


"Kau lupa ulang tahunku? Setelah ini apalagi yang akan kau lupakan?"


Tetapi gading yang retak tidak akan mungkin bisa tersambung kembali sehingga apapun yang dilakukan untuk merekatkan sia-sia.


"Aku tidak suka ini? Mengapa kau tidak pernah bisa tahu mana yang kusuka dan tidak. Kau ingin memberikan hadiah? Jangan hanya yang kau sukai? Kau ingin menghadiahkan dirimu sendiri atau bagaimana? Kau sudah tidak perhatian seperti dulu!"


"Kau sendiri juga sangat sibuk!"


"Aku tidak sependapat denganmu?"


"Kapan kau sependapat denganku?"


"Kau sudah banyak berubah."


"Siapa dia? Apakah kau bermain gila?"


Mereka kerap bertengkar dan bertengkar.


"Aku tidak percaya dengan hubungan kita."


"Aku punya permintaan."


"Apa itu? Kau ingin putus?"


"Kau ingin putus?"


"Mengapa kau bertanya kembali kepadaku?"


"Kupikir kau memang menginginkannya. Aku tidak tahan dengan semuanya."


"Aku tidak ingin beragumen denganmu. Apakah kau masih ingat dengan permintaan yang ada di dalam lampion?"


"Ah ya, tentu saja…."


"Aku ingin kau mewujudkannya untukku."


"Sekarang?"


"Satu abad lagi? Ya sekarang lah…."


Memenuhi tiga permintaan tersebut sangatlah tidak mudah bagi Kresna karena artinya dia mulai harus belajar menolak kedekatannya dengan lawan jenis yang kerap membuat Ratih merasa cemburu.


"Kau sombong sekali sekarang…." Alicia salah seorang teman wanitanya yang sangat seru dan menyenangkan.


Kreshna hanya terdiam.


"Biasanya kau paling semangat dan antusias mengapa sekarang kau selalu ada aja alasan menolak?" 


"Aku sedang tidak mood saja. Kau kan bisa pergi dengan yang lain."


"Tetapi tidak seserumu."


"Maafkan aku…."


Membangun pengertian dengan Ratih juga bukan hal yang mudah karena seringkali apa yang dilakukan Ratih sesuatu yang tidak disetujuinya.


"Mengertilah dari persepektifku."


"Mengapa bukan kau yang mengerti aku?"


"Kau sudah berjanji dan untuk apa kau memintaku agar memenuhi tiga permintaan untukmu?"


"Baiklah." Jawab Kreshna dengan berat hati.


Hubungan mereka seperti menaiki gunung yang sangat terjal dan rona keceriaan serta kebahagiaan perlahan sirna.


Kresna lagi-lagi kehilangan kesabarannya.


"Kau harus sabar. Kau kan sudah berjanji padaku."


"Bagaimana kalau kau menukar permintaanmu agar hidupku kembali berwarna?"


"Berwarna bagaimana maksudmu?"


"Kau menuntut kesempurnaan sedangkan segala sesuatu tidak ada yang sempurna."


"Maksudmu permintaan-permintaanku sangat berlebihan?"


"Aku bukan malaikat atau manusia yang tidak pernah salah."

__ADS_1


"Jangan dengan alasan tersebut kau terus menyakiti hatiku."


"Mengapa tidak bisa kita saling memaafkan dan menjalani hubungan kita seperti sebelumnya?"


"Maaf, aku tidak bisa…."


"Kukembalikan lampionnya padamu. Ini untukmu. Berikan pada seseorang yang bisa mewujudkan semua keinginanmu. Semoga kau bahagia." Kreshna menyodorkan sebuah cd kepada Ratih.


Kiss the Rain by Yiruma


....


I never had your love


Aku tidak pernah memiliki cintamu


And I never will


Dan aku tidak akan pernah mendapatkannya


And every night


Dan setiap malam


I lie awake


Aku berbaring


Thinking maybe you love me


Berpikir mungkin kau mencintai aku


Like I’ve always loved you


Seperti aku yang selalu mencintaimu


But how can you love me like I loved you


Tapi bagaimana kau bisa mencintaiku seperti aku yang mencintaimu


When you can’t even look me straight in my eyes


Saat kau bahkan tidak bisa menatap tepat pada mataku


I’ve never felt this way


Aku tidak pernah merasakan hal ini 


To be so in love


Begitu jatuh cinta


To have someone there


Memiliki seseorang di sana


Yet feel so alone


Namun tetap merasa sendirian


Aren’t you supposed to be


Bukankah seharusnya kau menjadi


The one to wipe my tears


Seseorang yang menyeka air mataku?


The one to say that you would never leave


Jadi seseorang yang berkata bahwa kau tidak akan pernah pergi


The waters calm and still


Airnya tenang dan diam


My reflection is there


Bayanganku ada disana


I see you holding me


Kulihat kau mendekapku


But then you disappear


Tapi kemudian kau menghilang


....


Although your heart is mine


Walaupun hatimu milikku


It’s hollow inside


(Namun) di dalamnya (terasa) hampa 


I never had your love


Aku tidak pernah memiliki cintamu


And I never will


Dan aku tidak akan pernah mendapatkannya

__ADS_1


So why am I still here in the rain


Itulah alasan aku masih disini, dibawah hujan


__ADS_2