Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Tempat Baru


__ADS_3

Ratih memandang rumah kontrakannya dengan wajah lega.


Dia ingin segera beristirahat juga merapikan semua barang-barang yang sudah dikirim terlebih dahulu.


Rumah dengan satu kamar dan kamar mandi dalam. Ruang tamu merangkap ruang keluarga, dapur dan meja makan.


Kamar berukuran 6x4 m lengkap dengan kamar mandi dalam.


Ruang tamu merangkap ruang keluarga, meja makan, dapur, tempat cuci , setrika dan jemur, luas seluruh ruangan tersebut. berukuran 6x6 m.


Perutnya terasa lapar. Dia membuka kulkasnya yang masih kosong melompong. Menyalakan tempraturnya setelah mencolokkan stekernya.


Memasak mie instant tanpa telur karena belum sempat berbelanja apapun.


Menyalakan kompor dan mulai memasak. Membuka tutup galon dan menggesernya ke dispenser. Mengambil gelas dan menuangkan air dalam dispenser ke gelas. Dia menekan tombol air dingin.


Sehabis makan, dia memilih tidur memulihkan tenaganya yang habis terkuras mempersiapkan kepindahannya.


Tidurnya agak sedikit kacau. Kemungkinan karena pikirannya juga sedikit kacau dan lelah ditambah tenaganya yang terkuras habis.


Ratih bangun pukul lima sore. Bersiap mandi, sholat ashar dan keluar untuk berjalan-jalan, mencari makan dan membeli keperluan rumah yang dibutuhkannya.


Dia juga berniat untuk melihat lokasi tempat kerjanya yang baru.


Memutuskan bekerja agar kehidupannya lebih teratur juga terarah serta memiliki kesibukan yang bisa mengalihkan perhatian juga pikirannya yang seringkali terdistraksi.


Tempat kerjanya tidak terlalu jauh dari rumah kontrakannya. Bekerja di bagian administrasi. Gaji enam juta rupiah per bulan.


Mampir ke sebuah tempat makan untuk mengisi perutnya yang terasa lapar.


Memesan nasi rames dengan segelas teh tawar menjadi obat lapar yang sangat mujarab.


Sebelum pulang, dia mampir ke pasar membeli bahan-bahan makanan yang dibutuhkannya.


Sayuran, buah, tahu tempe, ayam dan telur.


Pikirannya menjadi lebih tenang setelah pindah. Memutuskan membuang nomor lamanya dan mengganti dengan yang baru.


Ketika seseorang merasa lelah berada di bumi dan terlempar begitu saja ke luar angkasa dan menjadi sampah luar angkasa, terasa ringan dan tanpa beban.


Karena berada di luar angkasa tubuh menjadi lebih ringan dan bisa mengangkasa kemana saja yang kau inginkan.


Begitu dia menggambarkan bagaimana jiwa dan ruhnya bisa terbebas dari semua hal yang mengukungnya.


Membersihkan rumah kemudian bermalas-malasan sekitar sejaman di depan televisi yang sengaja dia taruh di dalam kamarnya.

__ADS_1


Seluruh hidupnya akan berada di kamar ini sehingga semua hal yang berhubungan dengan denyut nadi kehidupannya akan berlangsung di dalam kamar ini.


Ratih menyalakan lap topnya. Dia bermaksud mencari tambahan uang dengan melakukan pekerjaan tambahan sebagai freelancer copywriter. Membuat website, landingpage, proposal dan company profil.


Pekerjaan yang sudah dijalaninya beberapa waktu sebelum kepindahannya.


Hari pertamanya bekerja. Dia nyaris terlambat karena melupakan hari pertamanya bekerja.


Dia menyambar handuknya. Menyabuni tubuhnya dengan super kilat. Membilas dan mengeringkannya dengan handuk.


Mengenakan pakaiannya secepat kilat.


Memasak mie instant goreng dengan menceplok telur. Memakannya secepat kilat dan meminum air putih hangat dari dispenser.


Setelah menjemur handuknya. Memasukkan pakaian kotor ke dalam keranjang baju kotor. Mengunci rumah kontrakannya dan berjalan menuju tempat kerjanya.


Udara pagi terasa sangat segar. Matahari bersinar hangat. Langit terlihat sangat cerah.


Sesampai di kantor tempatnya bekerja. Seorang wanita menghampirinya.


"Anak baru ya? Aku senior dan koordinator administrasi kantor disini."


"Baik, bu Dita. Selamat pagi!"


Merencanakan rapat, conference call serta mengatur dan mengelola jalannya rapat


Mengambil dan mendistribusikan notulen rapat


Menjaga file perusahaan baik dalam bentuk fisik maupun digital


Mengatur dan menyediakan dokumen, laporan serta informasi


Sudah jelas?" Bu Dita menyodorkan sebuah kertas berisi rangkaian jobdesk yang harus dikerjakannya.


"Sudah, bu."


"Siapa namamu?"


"Ratih."


"Cutimu dua belas hari setahun."


"Iya, bu."


"Berikan datamu ke Hrd untuk mengurus BPJS dan asuransi kesehatan."

__ADS_1


"Baik, bu."


"Uang lembur seratus ribu per jam di luar jam kerja delapan jam sehari. Jam 9 sampai 5 sore. Lembur weekend, seratus lima puluh ribu per jam. Ada yang ingin ditanyakan?"


"Tidak ada, bu."


"Semua jelas?"


"Jelas, bu."


"Kau bisa mulai bekerja."


"Baik, bu."


Ratih menambah jam lemburnya sampai dengan jam delapan malam, dia menambah tiga jam lembur karena rumah kontrakannya tidak terlalu jauh dari tempat kerjanya.


Apalagi dengan kondisinya saat ini, bekerja adalah obat yang paling efektif untuk healing.


Walaupun kontrakannya tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerka karena hari sudah malam, dia menggunakan jasa ojol untuk pulang.


Sesampainya di rumah kontrakannya. Dia langsung mandi. Perutnya sudah kenyang karena memesan makanan dengan go food untuk makan sorenya.


Dia membuka kulkas. Mengambil sebuah mangga, mengupas dan memotongnya serta meletakkan ke dalam piring.


Dibawanya buah potong tersebut ke dalam kamar. Menyalakan televisi dan memilih channel yang bisa membuatnya terhibur dan beristirahat dari kepenatannya bekerja.


Sambil tidur-tiduran, dia menyimak percakapan di dalam televisi.


Tokoh wanitanya dibohongi oleh tokoh pria. Drama tersebut membuatnya gemas melihat kepolosan tokoh wanita.


Tanpa sadar, dia mengomentari tokoh wanita dengan emosi.


"Kau sungguh bodoh! Masak tidak tau kau dibohongi?"


Sejenak dia berubah pikiran.


"Kupikir aku yang bodoh. Aku bisa tau pacar brengseknya berbohong karena mengetahui semua ceritanya sedangkan wanita malang itu hanya mengetahui apa yang bisa diketahuinya. Kupikir, dia harus menjadi penonton supaya pintar."


Tiba- tiba dadanya terasa sesak. Matanya memanas dan dia menangis sesegukan.


"Apa yang terjadi padaku? Seharian aku baik-baik saja. Apakah aku harus bekerja dua puluh empat jam untuk melupakan rasa sakit ini?"


Ratih meraih kotak tissue. Menumpahkan airmata dan kesedihannya. Menyetel lagu-lagu cinta yang cengeng dan menyedihkan sembari menonton drama percintaan yang sangat mempermainkan emosi dan perasaan.


"Kupikir, sebaiknya kau kubur kekasihmu hidup-hidup dan mengakulah sebagai orang gila agar kau bisa terlepas dari jeratan hukum!" Ratih menyedot ingusnya keras-keras dan menambah volume tangisnya yang menyerupai lolongan serigala.

__ADS_1


__ADS_2