
Mereka berjalan di pinggir pantai menunggu sunset muncul. Saling bergandengan tangan. Sesekali Bima memeluk dan mencium kening Ratih dengan sangat lembut."Aku sangat mencintaimu. Jangan suka minta putus terus ya?"
"Aku tidak ingin kita begini terus. Memang kau tidak bosan?"
"Tidak ada pasangan yang sengaja ingin bertengkar. Bahkan seringkali cinta yang terlalu besar membuat orang sering tidak bisa menggunakan logikanya, selalu curiga dan cemburu."
"Itu kau tau!"
"Cinta kan juga tidak bisa dipaksakan. Walaupun tidak selalu mulus. Banyak juga kan saat kita merasa bahagia ketika bersama dan justru tersiksa kalau saling menjauh?"
"Aku menikmati perang dingin kita?"
"Apa maksudmu? Kau tidak merindukanku?"
"Aku merasa hidupku lebih tenang dan bisa berkonsentrasi tanpamu."
Mata Kreshna memanas. Bulir bening menetes tanpa bisa ditahannya, "Maafkan jika cinta ini menyiksamu!"
"Sudahlah! Percuma saja dibahas."
Mereka menyusuri sepanjang pantai. Sesekali melepas tawa dan canda.
"Ada seorang suami menyimpan foto isterinya di dompetnya dan setiap dia memiliki masalah di kantornya. Dia mengeluarkan dompetnya dan memandang foto isterinya. Setelahnya dia selalu berhasil mengatasi masalah apapun di kantornya sehingga mengundang kekaguman pada teman-temannya.
"Senangnya bisa memiliki isteri yang bisa menginspirasi dan memotivasi mengatasi masalah apapun." Puji teman-teman sekantornya, "Apa sih rahasianya?"
Suami tersebut menjawab,"Setiap ada masalah di kantor, aku mengeluarkan foto isteriku mengingat bahwa masalah dengannya tidak ada apa-apa dibandingkan dengan masalah di kantor!"
Mereka berdua tergelak.
"Aku senang melihatmu tertawa!" Kreshna menggamit tangan Ratih dan menciumnya sepenuh hati. Ada aliran hangat mengalir menyusupi jiwa dan hati keduanya.
"Aku juga senang melihat kau bahagia...." Ratih menatap wajah Kreshna sambil tersenyum.
"Karena kita sama...." Kreshna menggantungkan perkataannya.
Sunset mulai menampakkan keindahan dan kemegahannya.
Kreshna berlutut dan meletakkan cincin yang berada di dalam kotak beludru ke tangan Ratih.
"Apa ini?"
"Maukah kau menikah denganku?"
Airmata Ratih tumpah ruah. Jiwanya bergetar.
Kreshna berdiri dan memasangkan cincin dengan grafir nama mereka berdua ke jari manis Ratih. Mencium kedua tangan Ratih dengan segenap jiwanya.
"Apakah ini yang akan kau berikan padaku?"
__ADS_1
Kreshna menganggukkan kepalanya, "Tidak mungkin kan aku berikan pada siapapun juga kecuali kau."
"Jika Alicia bisa membahagiakanmu?"
Kreshna meletakkan jari tangannya ke bibir Ratih, "Sssttt, kau bicara apa?"
"Apa yang membuatmu bahagia. Membuatku bahagia walaupun itu berarti bukan denganku!"
"Jangan suka bicara sembarangan! Jangan menginginkan perpisahan jika hati masih mencintai. Cinta mungkin tidak selalu menggoreskan eforia terkadang menabur luka dan menuai perih tetapi satu hal yang pasti tentang cinta adalah rasa dan bahagia yang tak bisa kau temukan di belahan dunia manapun kecuali di dalam cinta itu sendiri."
"Cinta juga tidak harus saling memiliki."
"Cinta yang tidak bisa dimiliki kenyataan yang sangat menyakitkan. Lebih baik mencoba tapi gagal daripada menyerah tanpa berusaha."
"Kenapa kita jadi pujangga cinta?"
Mereka kembali tertawa.
Secepat kilat langit menggelap. Mereka pun kembali ke parkiran dan bermaksud untuk pulang.
Ratih memandangi cincinnya yang berkilau di tengah kegelapan malam.
"Kau menyukai cincinmu?"
Ratih menganggukkan kepalanya.
"Kau tidak suka cincinnya?"
"Aku sangat menyukai cincinnya. Sangat indah. Tetapi bukan itu yang membuatku aku tersentuh."
"Baiklah, aku mengerti. Berarti semua akan baik-baik saja kan setelah ini?"
"Seharusnya begitu."
"Mengapa kau tidak mau memastikan?"
"Kepastian milik Tuhan. Kita manusia hanya berusaha untuk memastikan."
Lagu Youvie dan Nuno, Janji Suci, mengalun lembut dalam mobil yang dikendarai Kreshna.
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
__ADS_1
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
Oh-oh-oh, oh-oh
__ADS_1