Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Ulang Tahun Ratih


__ADS_3

Ulang tahun Ratih kali ini sangat istimewa. Mereka berpakaian kembar.


Kreshna membawanya ke restaurant di pinggir pantai. Airnya biru dan pasirnya begitu putih. Sangat indah.


"Kupikir semua ini terlalu berlebihan. Mengapa kau boroskan hanya untuk ulang tahun?"


"Bukan sembarang ulang tahun!"


"Benarkah?"


"Selesai kita makan, kita jalan yuk, ke pinggir pantai menikmati ombak dan pasir. Menikmati sunset."


"Baiklah. Sekitar sore berarti?"


"Sambil menunggu, kita kan bisa mengobrol."


"Baiklah!"


"Aku pikir tidak seharusnya kan kita bertengkar?"


"Iyalah, betul...."


Mereka memesan sepiring kepiting saos padang, udang berukuran besar yang dibakar dengan kecap, saos tiram dan saos, bawang putih dan jahe, cumi goreng tepung krispi dan ikan gurame pesmol. Cah Kangkung Udang saos tiram hotplate. Sebakul kecil nasi putih yang masih mengepul dan dua buah kelapa muda.


"Aku tidak ingin bertengkar denganmu." Kreshna membuka percakapan. Dia membuka cangkang kepiting dan mengambil dagingnya yang terlihat putih dan lembut.


"Kau pikir aku mau bertengkar denganmu?"


"Kau selalu cemburu dengan Alicia."

__ADS_1


"Kau sendiri juga selalu cemburu dengan Bima. Get event kan?"


"Aku sudah jelaskan alasannya."


"Oh, aku belum menjelaskan dan tidak bisa menjelaskan!" nada Ratih mulai meninggi.


"Sssttt!!! Bisa gak sih tenang?"


Wajah Ratih merah padam, "Siapa yang buat gara-gara? Aku mau pulang!"


"Jangan dong! Aku kan udah mempersiapkan semua. Kamu jangan begitu, dong! Ada sesuatu yang mau aku berikan padamu!"


"Ya udah sekarang aja . Atau kamu kirim aja ke rumah. Atau kasih aja Alicia!!!" Ratih mendadak berdiri dan refleks Kreshna menarik tangan Ratih dan memintanya untuk duduk.


"Aku sudah merasa ide ini buruk!" Ratih masih meluapkan amarahnya.


"Cemburu buta katamu?" dadanya naik turun dan wajahnya merah padam menahan amarahnya yang tiba-tiba memuncak. Aliran darahnya seakan melawan gravitasi mengalir ke atas bukan ke bawah.


Airmata meluncur begitu saja. Kreshna panik dan menyodorkan tissue pada Ratih.


"Kenapa kau menangis?"


Tangis Ratih semakin keras.


Semua mata memandang ke arah mereka.


"Maafkan, isteri saya. Sedang hamil muda sehingga emosinya tidak stabil!"


Mendengar penjelasannya. Tatapan semula marah menjadi berempati dan mereka tidak lagi mempermasalahkan sikap Ratih.

__ADS_1


"Kau jahat!"


Orang-orang kembali menatapnya.


" Dia ingin makan kambing sedangkan itu kan tidak baik untuk orang hamil!"


Orang-orang kembali memalingkan wajah mereka dan kali ini mereka benar-benar tidak mempedulikan Ratih dan Kreshna.


"Pokoknya aku minta...."


"Sudahlah! Kau tenangkan pikiranmu. Aku bosan sebenarnya. Cemburu buta dan berujung minta putus. Selalu begitu. Kalau kau mau menangis. Menangis saja!"


Ratih menyedot ingusnya.Airmatanya tumpah ruah. Kesal, marah, sedih dan kecewa jadi satu.


Emosinya menurun dan menghilang. Ratih mengusap sisa airmatanya dengan tissue.


"Apa sih yang mau kau berikan padaku? Aku serius sebaiknya kau berikan saja pada Alicia. Kau tidak usah menuduhku cemburu. Aku sudah memikirkannya baik-baik. Aku tidak ingin selalu seperti ini. Sebaiknya kuikhlaskan kau bersama Alicia. Kita urus hidup kita masing-masing dan tidak saling mengganggu satu sama lain."


"Kenapa kau ngotot minta putus? Apakah sebegitu besar kau menyukai Bima?"


"Berhenti bersikap menyebalkan! Aku hanya tidak ingin kita bertengkar dan selamanya seperti ini kalau kita terus bersama. Mengertilah! Jangan egois!"


"Aku memang akan memberikan sesuatu.padamu tapi tak bisa kuberikan kepada siapapun selainmu."


"Apa sih?" Ratih bertanya dengan nada penasaran.


"Nanti ketika kita akan melihat sunset akan kuberikan kepadamu. Bagaimana?"


Ratih menganggukkan kepalanya dan mereka kembali mengobrol.

__ADS_1


__ADS_2