Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Pelangi Sesudah Hujan


__ADS_3

Banyak yang berkata ketika kau mengalami sesuatu apakah hal yang membahagiakan atau menyusahkan hatimu. Semua tidak akan abadi.


Jika kau sedang bergembira janganlah terlalu bergembira dan jika kau sedang sedih tidak perlu juga sampai kau merasa bahwa tidak ada lagi orang yang mengalami kesedihan selain dirimu.


Janganlah terlalu bergembira dengan apa yang kau peroleh dan janganlah bersedih untuk apa-apa yang luput darimu.


Selalu ada pelangi setelah hujan. Pagi setelah malam.


Ratih mulai menikmati hari-harinya dan kesedihannya menghilang.


Teman-teman yang bisa menemani melewatkan hari juga mujarab sebagai obat.


Hidup kembali berwarna dan perlahan gelap mulai bergeser.


Bunga-bunga kembali bermekaran. Matahari menampakkan sinar terindah dan terhangatnya.


Langit menggores keindahannya dengan kumpulan awan yang menghias dan juga keelokkan pelangi setelah hujan.


Apalagi tingkah laku teman-teman barunya kerap menghibur dan konyol.


Seperti ketika mereka menghabiskan waktu di sabtu sore ini. Dira mengaku belum menikah agar mereka semua mendapatkan traktiran gratis semangkok bakso.


"Jadi kau belum menikah?"


"Belum! Masih perawan."


Kontan teman-temannya nyaris tercekik menahan tawa.


"Boleh dong kenalan kalau gak ada yang marah?"


"Paling nenek saya marah kalau kenalan gak pake traktir. Kata nenek sih pelit!"


"Waduh! To the point amat. Mau bakso gak?"


"Mau dong! Cuma bawa pasukan busung lapar gimana nih?"


"Gak apa-apa sih kalau cuma bakso aja."


"Minumnya pake kuah bakso?"


Kontan semua tertawa termasuk yang diisengin.


"Ok, pilih air mineral atau teh botol atau soft drink?"


Mereka semua sepakat memilih air mineral dingin.

__ADS_1


Mereka mengobrol ngalor-ngidul, saling bertukar alamat dan nomor telepon.


"Kau memberikan alamat palsu?"


"Iya, kayak lagunya ayu ting-ting!"


Mereka lagi-lagi tergelak.


"Kau jahil sekali!"


"Tidak apa-apa! Sepertinya orangnya baik."


"Iya sih!"


"Sikapnya juga sangat sopan."


'Sudahlah! Jangan kebanyakan mikir. Aku kan juga liat-liat orangnya."


"Kau juga mengaku perawan. Gak salah tuh? Anakmu keluar dari kuping kayak dewi kunti?"


Mereka kembali tergelak.


"Bener kan aku perawan? Peminum rapat wangi."


Mereka juga saling membantu dalam hal pekerjaan.


"Sssttt, Ratih!"


"Apa?"


"Titip absen."


"Kau mau kemana?"


"Anakku ikut pertandingan bola di sekolahnya. Aku udah minta ijin sama bos, gak dikasih."


"Gimana kalau ketauan?"


"Aku akan bilang ada saudara mendadak sakit. Bagaimana?"


"Baiklah!"


"Ini kartu absensiku.Aku sudah minta tolong Mirna handle pekerjaanku. Nanti kuganti mengerjakan pekerjaannya Sabtu besok. Aku menginap di rumahnu ya? Lembur menggantikan Mirna yang hari ini mengerjakan semua pekerjaan termasuk yang jadi bagianku."


"Ok, tenang aja! Traktir martabak ya?"

__ADS_1


"Martabak aja? Cetek!"


Mereka saling mengkode dan Diah melihat kanan kiri dan sekelilingnya memastikan tidak berpas-pasan dengan bos.


Harapan tinggal harapan. Pras, bos.mereka tiba-tiba melintas dan nyaris menabrak Diah.


"Kau mau kemana?! Jalan pake mata kaki?" sungut Pras kesal.


"Maaf pak, mau ke toilet. Ganti pembalut."sahutnya menunjukkan tas besarnya.


"Awas kalau bolos!"


"Tidak pak! Mana berani saya!"


"Pekerjaan yang saya minta harus ada di meja saya nanti jam berapapun!"


"Iya pak, tenang saja. Saya nanti titip Mirna gak apa-apa kan pak?"


"Yang penting ada di meja saya hari ini juga!"


"Baik pak! Saya mau ke toilet dulu."


Pras bergegas menuju ruangannya. Pacarnya kali ini sangat menyebalkan. Membuat moodnya berayun-ayun. Dia ingin memutuskan pacarnya tetapi akses proyek yang akan dikerjakannya tergantung relasi perempuan itu.


Dia sedang memikirkan cara memutuskan tanpa merusak hubungan. Merencanakan menjebak pacarnya sehingga ketahuan selingkuh dan mereka putus baik-baik dan proyek tetap berlanjut karena dia adalah pihak yang disakiti bukan sebaliknya.


Playing victim.


Diah langsung keluar kantor. Mengirimkan wa kepada Mirna.


Mirna, si Demit minta supaya laporan yang dia minta ada di mejanya hari ini. Lo kayaknya mesti lembur hari ini nanti gue ganti sabtu besok, gimana?


Ok


Thanks ya, Mir...


Don't mention it!


Ok, gue cabut dulu ya! Udah janji sama Ari mau liat dia bertanding bola hari ini. Susah punya bos gak merit, gak punya perasaan dan kayak bom molotov ....


Udah, lo cabut sana, ntar telat....


Ok, thanks ya....


Ok....

__ADS_1


__ADS_2