Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Residence


__ADS_3

Tania masih bingung memutuskan akan tinggal di apartement atau rumah. Terinspirasi film friends. Sepertinya menyenangkan bisa berbagi tempat tinggal. Apakah sebaiknya dia membeli apartement atau rumah kemudian menyewakannya? Menjadi ibu kost?


Hal yang harus dilakukannya melihat kampus dan kantornya. Baru menentukan tempat tinggalnya. Ingin sekali mencari tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari tempatnya beraktifitas. Cukup dengan berjalan kaki atau naik sepeda.


Suasana asri di Selandia Baru merupakan hal yang menjadi salah satu pertimbangannya.


Tania memilih tempat tinggal yang lebih dekat ke kampus. Sehingga bisa menggunakan sepeda. Sedangkan tempat kerja memilih mengendarai mobil kecil yang akan dibelinya.


Memilih rumah dibandingkan apartement. Dengan pertimbangan jika ingin mengundang teman-temannya ke rumah. Atau mengadakan acara lebih nyaman di rumah.


Berencana untuk menyewakan rumahnya tetapi pada orang-orang yang sudah dikenalnya. Agar suasana rumah terasa lebih nyaman.


Tania mulai menyusuri jalan mencari dan bertanya mengenai rumah yang dijual sekitar situ.


Bermaksud menggunakan jasa perantara. Agar bisa menemukan rumah yang lebih sesuai. Tidak mudah mencari rumah dengan menyusuri jalan sedangkan waktunya hanya seminggu. Memakai agen jasa perantara memudahkannya untuk mencari rumah yang dibutuhkannya.


Memutuskan makan siang di kantin kampusnya. Memesan Kiwi burger dan Pavlova.


Setelah menemukan jasa perantara property lewat gadgetnya. Tania menghubunginya dan memberikan data property yang diinginkannya.


Tania memakan Kiwi Burgernya lamat-lamat. Memakan Pavlovanya yang terasa lumer di mulut. Menghabiskan makan siangnya. Bergegas kembali ke hotel.


Menyusun jadwalnya dalam mencari rumah yang sesuai dengan keinginannya.


Jika sudah membeli rumah dan menempatinya. Berencana untuk ikut kursus memasak. Tania berencana memasak makanannya sendiri. Mungkin sesekali dia akan membeli. Memasak sendiri bisa dipastikan kehalalannya. Memang ada makanan bersertifikasi halal tetapi tidak selalu tersedia.


Berbeda dengan di Indonesia atau negara muslim. Dimana-mana terdapat makanan halal walaupun tidak bersertifikat halal. Hampir semua makanan juga bersertifikat halal. Sedangkan disini dia harus memilih sertifikat halal yang terpercaya NZIDT.


Memang ada bedanya tinggal di negara islam atau mayoritas muslim dengan non muslim.


Waktunya tidak sampai seminggu. Sehingga sebelum kuliah dimulai. Sebaiknya dia sudah menemukan rumah yang dicarinya. Dia akan membeli sepeda begitu sudah membeli dan menempati rumah. Sedangkan mobil tidak perlu terburu-buru. Sementara waktu, dia bisa menggunakan public transportation atau taxi.


Pekerjaannya sendiri baru dimulai bulan depan. Setidaknya dia harus beradaptasi dulu dengan kehidupan kampus dan semua aktifitasnya.


Mengambil pekerjaan secara freelance agar tidak bentrok dengan perkuliahannya. Jika dia sudah menyelesaikan kuliahnya berencana untuk bekerja secara penuh. Menetap disini untuk selamanya.


Tania memutuskan melihat perpustakaan kampus. Dia akan banyak menghabiskan waktu di sana membuat tugas kuliah dan mencari referensi.


Bangunan yang indah, dihiasi dengan rerumputan dan juga pepohonan. Menambah kesan yang asri.


Hatinya mantap memilih Selandia Baru sebagai tempatnya menetap. Bahkan dia berencana untuk mengajukan diri menjadi warga negara di sana.


Cuaca agak dingin. Angin semilir sepoi-sepoi. Dirinya bergegas berjalan menuju perpustakaan. Tanpa sengaja menabrak seorang lelaki yang juga sedang terburu-buru.


“I am sorry...” Ujar Tania.


“Its okay.”


Mereka saling menganggukkan kepala.


Tania meneruskan langkah kakinya menuju perpustakaan. Tampak beberapa orang disana sini membaca dan menulis.

__ADS_1


Tania menyusuri rak-rak perpustakaan. Dia tidak berniat membaca tetapi hanya ingin melihat dari dekat perpustakaan yang kemungkinan nanti akan akrab setelah kegiatan perkuliahan berlangsung.


Puas melihat-lihat keseluruhan ruangan. Tania berjalan keluar perpustakaan. Kembali berpas-pasan dengan orang yang ditabraknya.


“We meet again.” Sapanya sopan.


“Yeah.”


“Are you new here?”


“Yeah, I am from Indonesia.”


“I see. Do you have any relative?”


“Nope.”


“Friends?”


“I haven’t found no one yet.”


“I see. What is your name?”


“Tania. And yours?”


“Darren.”


“Nice to meet you.”


“I have to go. I have to find house for a living.”


“Now you staycation?”


“Yeah.”


“Do you mind to attend social meeting at my house. Maybe it can help you to find new friends or relatives.”


“How kind of you. Ofcourse.”


“Can I have your number? I will sent the invitation and  address.”


“Ok, sure.”


“Thanks.”


“Its my pleasure. I am sorry but I think I got to go.”


“Yeah, till we meet again.”


“Yeah, sure.”


Ciri khas penduduk Selandia Baru adalah sangat ramah dan mereka kerap mengadakan kumpul bersama di akhir pekan dan berbagi makanan.

__ADS_1


Tania merasa nyaman dengan keramahan penduduk Selandia Baru dan sikap hangat juga sopan mereka.


Tidak sampai seminggu. Dia harus menemukan rumah untuknya tinggal. Kemungkinan dia akan berbagi tempat tinggal. Sehingga memiliki teman untuk berbagi. Tetapi mungkin bukan orang yang sama sekali asing. Mungkin lewat pertemanan yang akan dijalinnya nanti. Dia belum tahu.


Melihat karakter yang nyaman, sopan dan hangat dari penduduk Selandia Baru mungkin saja kalau dia belum menemukan teman. Dia akan menawarkan sewa kamar melalui iklan. Dan hanya wanita. Sebagai muslimah tidak nyaman jika harus berbagi sewa kamar dengan lawan jenis. Apalagi kehidupan di Selandia Baru bebas. Bagaimana kalau mereka membawa pacar mereka ke rumah?


Budaya timur dan agama masih tetap mendominasi dan membedakan kebiasaan setiap orang. Akan terjadi culture shock jika dipaksakan berubah. Sebagian orang bisa menerima perubahan tersebut tetapi sebagian orang tetap merasa lebih nyaman dengan kultural asli mereka. Sikap toleran penduduk Selandia Baru terutama terhadap minoritas juga membuat nyaman.


Hari-hari berikutnya disibukkan dengan mencari tempat tinggal untuk Tania menetap selama di Selandia Baru.


Melihat-lihat rumah yang ditawarkan agen perumahan yang dihubunginya.


Tania menggunakan taksi menuju sebuah rumah yang terletak tidak terlalu jauh dari kampus. Dia dapat menempuhnya setiap hari menggunakan sepeda.


Pilihannya jatuh pada sebuah rumah dengan halaman cukup luas. Memiliki tiga buah kamar dan satu kamar mandi. Car port. Ruang tamu, keluarga, makan dan dapur.


Dapurnya menghadap ke halaman belakang. Mungkin dia akan memelihara kelinci untuk memperindah halaman belakang rumahnya.


Menanam bunga di sana sini. Mungkin kebun wortel untuk makanan kelinci dan sayur mayur.


Perasaan Tania sedikit lebih tenang. Sudah mendapatkan rumah yang sesuai dengan keinginannya. Tidak terlalu jauh dari kampus. Rumahnya juga bisa digunakan untuk menerima tamu jika mengadakan kumpul bersama di akhir pekan. Sudah menjadi kebiasaan disini setiap pekan mengadakan social meeting.


Tania mempersiapkan kepindahannya. Membeli sepeda untuk mondar mandir ke kampus. Mobil kecil untuk mengantarnya bekerja dan berbelanja. Mendaftar kursus masak yang diajar oleh pengajar muslimah.


Di Indonesia dia malas memasak. Karena banyak yang menjual makanan halal. Ada juga pengurus rumah yang memasak. Tetapi disini semua dikerjakan sendiri. Mau tidak mau dia mulai harus memikirkan apa yang lebih praktis dan nyaman untuk kebutuhan dan kesehariannya.


After All, I hope I will have a very nice day everyday and second. Can enjoy my new life here....


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


... ...


 

__ADS_1


... ...


__ADS_2