
Kreshna dan Alicia sudah lama saling mengenal. Hampir sepanjang hidup mereka.
Dari semua teman dan sahabat Kreshna hanya Alicia yang kerap membuat Ratih cemburu dan marah.
Walaupun Alicia membantu Kreshna untuk mendapatkannya tetapi melihat ketergantungan Kreshna kepadanya membuat Ratih tidak bisa menahan rasa cemburunya.
Alicia sendiri menanggapi santai dan tidak ambil pusing. Menganggap semua hanya sebagai bumbu percintaan antara sahabat dan kekasihnya.
"Pusing aku melihat Ratih mencemburuimu selalu! Bosan aku menjelaskan bahwa hubungan kita hanya sebatas persahabatan."
"Benarkah begitu?"Alicia menggoda Kreshna.
"Aku sedang tidak mood bercanda!"
"Kau sendiri mengapa melarangnya berteman dengan Bima. Mereka berdua cocok. Seperti kita berdua. Kenapa kau bersikap tidak adil kepadanya?"
"Aku tidak mau ditikung temannya itu!"
"Memang kau tidak takut kutikung?" Alicia tertawa dan Kreshna menatapnya kesal, "Tidak lucu!"
"Apa sih yang dia takutkan?"
"Kau sendiri apa yang kau takutkan?"
"Kau membelanya atau aku?"
"Bukan begitu! Kupikir dia merasa diperlakukan tidak adil."
"Memang itu yang dia katakan padaku."
"Biarkan mereka berteman."
"Tidak mungkin!"
"Ikuti perkataannya. Kita tidak usah saling bertemu lagi."
__ADS_1
"Tidak mungkin!"
"Apa maumu?"
"Menuruti perkataanku, percaya padaku dan tidak mempermasalahkan hal yang tidak harus dipermasalahkan."
"Aku tidak bisa memberikan pendapat apapun."
"Dia tidak menggunakan akal sehatnya. Menuruti emosinya. Kau kan banyak membantuku. Tanpa bantuanmu apa aku bisa mendapatkannya dan mengapa dia selalu mencemburuimu?"
"Kau sendiri mengapa selalu mencemburui teman-temannya?"
"Bima, bukan teman-temannya."
"Ratih juga hanya mencemburuiku bukan teman-temanmu yang lain."
"Aku lelah bertengkar terus dengannya."
"Lalu apa yang ingin kau lakukan?"
"Kau ingin putus dengannya?"
"Sebenarnya tidak tapi kalau dia begitu terus. Aku tidak tahan."
"Apa aku punya kans setelah kau putus?"
"Apa maksudmu?"
"Aku pernah melakukan kesalahan padamu."
"Itu kan sudah lama berlalu."
"Tapi kalau tidak karena itu mungkin kita sudah menjadi sepasang kekasih atau suami isteri."
"Itu alasan mengapa aku tidak mau Ratih terlalu akrab dengan Bima. Aku tidak mau terjadi hal yang sama. Sungguh menyakitkan."
__ADS_1
"Kau tidak bisa benar-benar melepasku karena kau tau, aku dan kau menyatu seperti lukisan."
"Aku mencintainya dan tidak ingin mengkhianatinya."
"Dia pelarianmu. Kau berharap aku memiliki kesetiaan sepertinya."
"Apa maksudmu?"
"Kau tidak benar-benar mencintainya. Seandainya aku tidak melakukan kesalahan, hanya aku yang ada di hatimu."
"Aku tidak mau membahas sesuatu yang tidak relevan."
"Mengapa kau tidak memaafkanku? Biarkan dia menjalani hidupnya dengan Bima. Kau tau, Bima bisa menggantikanmu. Mengobati lukanya."
"Kau bicara apa?"
"Apa yang menahanmu? Kau takut aku mengulanginya? Aku sudah mendapatkan pelajaranku. Apalagi yang kau inginkan?"
Kreshna menatap Alicia. Wajahnya bimbang.
"Sekali kau mengkhianati kepercayaan seseorang seumur hidup kau tidak akan bisa memperoleh kepercayaan lagi. Seperti gading yang retak."
"Kalau kau tidak bersikap tegas. Kau akan melukainya."
"Kupikir kalian berdua sama gilanya! Aku harus pergi!"
"Kau mau kemana?"
"Menjauh dari kalian berdua!"
Pikiran Kreshna kusut. Masalah cinta bisa begitu pelik dan rumit.
Apa sebenarnya yang dia rasakan? Siapa sebenarnya yang dia pilih? Siapa sebenarnya yang benar-benar mengisi relung hatinya yang paling dalam? Siapakah pasangannya yang sejati? Siapakah cintanya yang sejati?
Mengapa dia tidak pernah bisa benar-benar memilih antara Alicia dan Ratih?
__ADS_1
Andaikan semesta memberikan jawaban kepadanya tentu dia tidak akan lelah lagi mempertanyakan mengenai perasaan hatinya. Diapun ingin seperti yang lain. Memilih satu wanita yang benar-benar bisa membuat dan memberikan kebahagiaan padanya selamanya.