
Hari pertama di Selandia Baru sangat membahagiakan. Tania menghirup udara segar dengan pikiran yang tenang.
Tidak perlu lagi khawatir dirinya terancam terlibat cinta segitiga dengan Pras dan Marsha. Tidak harus menghadapi gangguan Pras di kantor.
Bagaimana pun dia adalah seorang wanita. Lebih baik menjauh dan menghindar jika menghadapi gangguan atau godaan.
Bisa saja satu saat perasaannya terpengaruh. Dan keadaan menjadi berbalik. Dia menyakiti Marsha. Dan dia tidak ingin hal itu terjadi.
Apalagi Pras sendiri juga memiliki banyak pengalaman mengejar wanita. Dengan jarak yang terbentang. Dia bisa menjaga hubungan baiknya dengan Pras dan Marsha.
Dia mengendarai sepeda barunya. Menaruh diktat, binder dan tasnya di keranjang sepeda. Kotak bekalnya berisi sandwich smoked beef telur keju dengan tomat, selada dan timun. Yang dibuatnya sendiri. Membeli roti, butter, smoked beef, keju slice dan mozarella dengan berlabel halal NZIDT. Menyusuri jalan ke kampusnya yang luas. Bangunan yang indah. Rerumputan hijau di sana sini. Pepohonan selain menambah teduh juga membuat mata menjadi lebih nyaman dan segar.
Sebelum kelas memasaknya dimulai. Dia tidak bisa memasak apa pun selain roti bakar, sandwich atau roti dengan selai atau meises. Nasi putih dengan telur dadar atau ceplok atau orek. Mie instant. Makanan instant.
Kadang dia agak menyesal. Mengapa dulu tidak mencoba belajar memasak. Seandainya, dia bisa memasak. Tidak perlu ikut kursus masak. Sudah bisa mengolah bahan makanannya sendiri.
Tania menaruh sepedanya di tempat parkir sepeda. Membawa diktat, tas dan tas bekalnya ke lokernya. Dia hanya membawa peralatan tulis, binder dan diktatnya. Sisanya ditinggalnya di dalam loker.
Dia belum memiliki teman satu pun. Social meeting di rumah Darren. Tidak satu pun memiliki jurusan yang sama dengannya.
Dirinya berjalan dengan gugup. Tampak antusias mahasiswa dan mahasiswi baru menghadapi tahun pembelajaran yang baru.
Memasuki ruangan kelasnya dengan wajah-wajah yang sama sekali asing baginya.
Merasa terlempar dari belahan dunia lain. Sama sekali tidak dikenalnya.
“Are you knew here?” Sahut seorang gadis.
“I think we all new Meggie!” Sahut seseorang yang diikuti tawa.
“I mean she seems like awkward.” Sahut Meggie.
“Where do you from?” Tanya seorang perempuan. Sepertinya teman seseorang yang dipanggil Maggie.
“Indonesia.”
“Indonesia?”
“Yeah.”
“What is your name?”
“Tania. And yours?”
“I am Kelly and this Meggie.”
“Margareth. But my friends and family used call me Maggie.”
“Yeah. I see. Nice to meet you guys.”
“Do you want to come to my house this weekend? I would like to make social gathering for our class. I think we need to know each other.”
“Yeah, sure. Thanks.”
“Can I have your number? We will invite you by whatsup.”
“Ok.Then.”
Kelly dan Meggie adalah teman kuliahnya yang pertama. Seperti kebanyakan penduduk Selandia Baru. Mereka sangat ramah dan hangat.
Mereka menyimak perkuliahan dengan seksama. Menikmati diskusi dan tanya jawab yang diberikan dosen pada akhir kuliah.
Kuliah pertama sekaligus tugas pertama yang harus diselesaikan dalam waktu seminggu. Mata kuliah Accounting and Finance.
Mereka makan siang bersama di kantin kampus.
“Do you bring your own lunch?” Tanya Meggie. Tania menganggukkan kepalanya.
Meggie memesan double cheese burger, french fries dan soft drink. Coca cola.
Sedangkan Kelly memesan seporsi tenderloin steak, smash potatoes dan cold beer.
Tania meletakkan kotak bekalnya. Mengeluarkan tempat bekal dan botol minuman berisi jus jeruk.
__ADS_1
Menggigit sandwich nya dan mengunyahnya lamat-lamat. Menyesal jus jeruknya.
“Menunggu kuliah berikutnya sekitar dua jam lagi. Aku ingin ke perpustakaan. Mengerjakan tugas yang tadi.” Sahut Meggie. Ide mana langsung disetujui oleh Tania dan Kelly.
“Tan, do you want to join us to hang out tonight?”Tanya Kelly.
“I am sorry I have to work from Monday to Thursday. From 17.00 pm until 21.00 pm.”
“Ok then. Maybe you can join us in Friday?”
“Yeah, sure. I would love too.”
“Ok. Cool!”
Kegugupan Tania berkurang. Mendapatkan teman baru membuatnya lebih nyaman. Perlahan perasaan canggungnya berkurang. Kedua teman barunya sangat menyenangkan.
Mereka mengerjakan tugas bersama di perpustakaan sambil berdiskusi. Saling memberikan masukan dan point of view.
“What category of finansial risk?”
“There are at least four risk included it.”
“Income risk, expenditure risk, asset or investment risk and credit risk.”
“Do you think insurance and build emergency fund effective to overcome financial risk?”
“Generally, yes.”
“I think we should share the assigment. Who is want to analize the cases of default and claim denied of insurance?”
“I will do it.”Ujar Kelly, “I have many friends that working in insurance company.”
“Great!” Sahut Maggie,”I will take the cases of fulfillment of payment and approval of claims. You will do about analysing cases of build emergency fund.”
“Ok.”Sahut Tania,”I am working as staff freelancer of financial analysis.”
“Ok, then. We will discuss it later. After we finished doing the task.”
“Ok!”
Detik demi detik berlalu. Tanpa terasa satu jam sudah berlalu. Mereka masih asyik menekuni literatur dan tugas mereka yang berisi studi kasus.
Tania beranjak menuju rak. Mencari literatur tambahan. Sementara Kelly berjalan menuju komputer untuk mencari kriteria literatur yang dicarinya. Meneliti subjek, judul dan pengarangnya.
Meggie sendiri masih menekuni literatur yang diambilnya. Sesekali dia meneliti daftar isi.
Seperempat jam sebelum jam menunjukkan jam dua siang. Mereka bergegas merapikan literatur yang mereka baca dan mengembalikannya ke rak.
“The statistics of bussines decision subject will be perform. I didn’t want to be late for my first day.”
“Yeah! We better hurry....”
Mereka bertiga dengan cepat menjadi akrab satu sama lain. Datang hampir bersamaan dengan dosen yang akan memberikan mata kuliah pra MBA, the statistics of bussines decision.
Kuliah dimulai dengan perkenalan dan referensi literatur yang digunakan dosen.
Dilanjutkan dengan slide yang berisi ulasan mengenai pengantar statistics of bussines decision.
“We will various statistical data analysis tools that can be used for effective decision making. Emphasis will be on the application of the consept learn to various managerial situations.”
Slide demi slide disajikan. Penjelasan dengan menggunakan power point. Membuat penjelasan dosen menjadi ringkas dan lebih mudah dimengerti.
Sesekali kuliah diiringi dengan humor yang menggelitik dan membuat para mahasiswa tertawa.
Dosen menyajikan slide berisi dua buah gambar. Yang satu berbentuk kurva yang membentuk gambar gunung. Dilengkapi dengan tulisan normal.
Sedangkan di bawahnya. Gambar hantu dengan tulisan paranormal.
Kontan para yang hadir tertawa melihat gambar tersebut.
__ADS_1
__ADS_1