
Kreshna menyenandungkan lagu cinta. Hatinya berbunga-bunga karena akan segera bertemu dengan Ratih. Menghabiskan waktu bersama. Walaupun dalam bentuk pekerjaan. Mungkin sesekali bisa mencuri waktunya menghabiskan akhir minggu bersama atau berkunjung ke kontrakannya. Mengajaknya jalan bersama.
Dia sudah meminta Tintan agar menemaninya selama di sana saat berkunjung ke kontrakan Ratih.
“Kau harus meluangkan waktumu untukku. Kalau aku ingin berkunjung ke kontrakan Ratih.”
Tintan tergelak.
“Kau masih mengincar kak Ratih?”
“Aku bukan mengincarnya. Aku menyimpannya untuk masa depanku. Kau harus mengosongkan waktumu kalau aku ingin mengunjunginya.”
“Bukannya lebih baik jika kalian berdua saja. Jika terjadi hal-hal yang diinginkan?” Tintan kembali tergelak.
“Kau memang bocah iblis!” Ujar Kreshna tertawa renyah,”kalau dia mau gak apa-apa. Aku sih siap sedia. Lahir batin.Tapi kan kenyataannya, dia tidak segan-segan mengusirku dan membanting pintu rumahnya di depan hidungku.
Tintan kembali tergelak.
“Mengapa kalian tidak menikah? Jadi tidak menyusahkan orang lain.”
“Tidak usah banyak ngomong! Jalankan saja tugasmu.”
“Kak Tania yang mendapatkan keuntungan dari pengabdianku padamu.”
“Tidak usah kau sebut lagi kakakmu. Dia sudah membuatku kerepotan. Tapi karena dia juga aku bisa menemui Ratih kembali. Menghabiskan waktu bersamanya.”
“Apa untungnya buatku?”
“Entahlah. Jika nanti kau butuh pekerjaan. Oh ya, aku lupa ayahmu sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk semua anaknya.”
“Aku hanya bercanda. Baiklah, aku akan menolongmu. Aku berharap kau bisa menjadi kakak iparku.”
“Jangan ngawur. Aku dan kakakmu, kami berdua tidak memiliki perasaan apa pun.”
“Kakakku mengagumimu. Apakah itu tidak cukup?”
“Aku tidak ingin mengecewakanmu. Aku menyukai Ratih sejak pertama kali melihatnya”
“Perasaan bisa saja berubah.”
“We’ll see, okay? Standby untukku. Okay?”
“Okay, boss!”
Kreshna memeriksa barang bawaannya. Selain tas untuk Ratih. Dia juga membawakan buku, coklat dan buket bunga. Dia juga membawa sebuah boneka teddy bear yang sangat besar.
Boneka teddy bear super jumbo sangat besar. Hidungnya berwarna coklat muda. Bulunya berwarna cream broken white. Pita coklat melingkar di lehernya. Matanya berwarna coklat bening. Sangat indah.
Kreshna memasuki pesawatnya. Setelah melalui serangkaian check in. Mengurus bagasi. Menunggu di ruang tunggu pesawat sambil menunggu pintu gate pesawat dibuka.
Kreshna memwhatsapp Ratih.
[Apakah kue yang kupesan untukmu dan di kantor sudah sampai?]
[Yeah, kenapa?]
[Sudah kau bawa ke kantor]
[Baru saja sampai.]
[Ya sudah, besok kau bawa ke kantor.]
__ADS_1
[Baik.]
Kreshna memutuskan percakapan whatsapp antara dia dengan Ratih. Bergegas memasuki gate pesawat. Wajahnya semakin tampan dengan kaca mata hitam yang bertengger di batang hidungnya yang bangir.
Beberapa wanita cantik dan seksi meliriknya. Bahkan beberapa di antara mereka mengerling sambil senyum menggoda tetapi Kreshna mengacuhkannya.
Dirinya tidak terbiasa mengobral diri apalagi cinta. Baginya, walaupun hidupnya dipenuhi trauma dan ketakutan akan kegagalan hubungan percintaan serta pernikahan kedua orang tuanya.
Bukan berarti membuatnya dengan serta merta tebar pesona. Memanfaatkan kelebihan yang ada di dalam dirinya untuk berpetualang dengan lawan jenisnya.
Bukan dia tidak memahami mereka sebagai wanita. Mereka berusaha menggoda serta menarik perhatiannya.
Dia memiliki beragam alasan untuk tidak menanggapi godaan lawan jenisnya. Mengabaikan kesempurnaan ragawi yang mereka miliki.
Kedua orang tuanya mengajarkan bahwa yang membuat seseorang memiliki pernikahan yang langgeng bukan kesempurnaan tetapi penerimaan serta usaha nyata mereka mempertahankan pernikahan yang mereka miliki.
Kedua orang tuanya memiliki ketampanan serta kecantikan yang seimbang. Tetapi pernikahan mereka tidak mampu bertahan. Keduanya tidak mampu menyatu serta selalu menghiasi hari-hari mereka dengan pertengkaran. Sampai akhirnya, mereka berpisah serta bercerai untuk selamanya.
Masing-masing menikah dengan pasangan yang mau bersabar dengan kekurangan yang mereka miliki. Sebagai balasannya mereka mengganjar penerimaan tersebut dengan rasa saling menghargai serta komunikasi yang nyaman. Menerima pasangan mereka dengan total. Walaupun, berimbas pada keterasingannya.
Keduanya didewasakan dengan perceraian yang harus mereka lalui karena gagal menekan atau mengeyampingkan ego mereka.
Selain itu, Ratih memperkenalkannya dengan rasa cinta sejati. Juga makna kesetiaan. Di tengah keputusasaan gadis itu menjalani ketidakpastian hubungan mereka berdua. Tidak sekali pun berpaling.
Berbeda dengan Alicia yang sudah mengecewakan serta menorehkan luka pada hati, perasaan serta kepercayaannya.
Kesederhanaan gadis itu membuatnya jatuh cinta serta mengikat erat buhul tali cinta di antara mereka berdua.
Matanya mengayun melihat putihnya awan menghampar di luar jendela tempatnya duduk. Tertidur lelap. Dengan nafas mendengkur halus.
Dirinya terbangun saat bahunya ditepuk oleh seorang wanita yang duduk di sebelahnya. Berusaha memberitahukan bahwa pesawat sudah siap untuk landing. Mendarat."
“Tidak apa-apa.”Sahut wanita tersebut, “kau tampak sangat lelah."
“Aku akan menemui kekasihku. Sangking bahagianya, aku tidak bisa tidur belakangan ini. Aku tidak mampu menahan kantuk saat berusaha menikmati pemandangan di luar pesawat.”
“Kekasihmu pasti sangat berbahagia.”
“Mengapa kau berkesimpulan seperti itu?”
“Kau begitu antusias menemuinya.”
“Darimana kau tahu?”
“Raut wajahmu.”
“Kau bisa membaca raut wajah orang?”
“Hanya jika tergambar dengan jelas.”
Kreshna tertawa renyah.
“Kau benar, aku sangat mencintainya. Dari pertama kali melihatnya sampai hari ini. Tetapi kami belum dapat menikah.”
“Mengapa?”
“Aku memiliki trauma.”
“Kebetulan aku seorang psikolog merangkap psikiater.” Wanita tersebut mengangsurkan kartu namanya,”hanya jika kau merasa membutuhkannya.”
“Thanks.”
__ADS_1
“My pleasure.”
Sesampainya di bandara mereka berpisah. Saling melambaikan tangan satu sama lain.
Kreshna mengambil barang bawaannya. Sambil menunggu barang bawaannya ada. Dia membaca kartu nama sambil memasukkannya ke tempat kartu nama. Winda Lestari, Mpsi., Sp.KJ.
Terdapat dua domisili, yang satu day care dan klinik psikologi anak Harapan Bunda, dan satu lagi klinik psikiater dengan nama yang sama, Winda Lestari.
Mungkin aku akan menghubunginya sesekali membicarakan masalah trauma yang kualami apakah aku membutuhkan terapi atau tidak?
Selesai mengurus barang bawaannya. Kreshna memesan go car untuk membawanya ke apartement yang sudah dipesannya selama berada di sini.
Sesampainya di apartement. Menurunkan barang-barangnya . Membuka pin apartement serta membawa semua barang-barangnya masuk ke dalam.
Menelpon Ratih yang masih sibuk bekerja.
“Kau dimana sih? Jam segini menelpon?” Sungut Ratih.
“Aku sudah sampai.”
“Kau kan tahu ini jam kerjaku.”
“Aku ingin mengajakmu makan malam.”
“Aku malas keluar kontrakan. Ingin istirahat di rumah. Kau saja makan sendiri.”
“Kau benar-benar keterlaluan.”
“Aku sangat sibuk. Pras sangat tegang menyambut kedatanganmu. Aku salah satu yang menjadi pelampiasannya. Pekerjaanku mendadak menumpuk seminggu terakhir.”
“Aku akan menjemputmu. Kau tidak perlu mendatangiku.”
“Aku tidak ingin keluar malam. Besok pagi harus bekerja.”
“Hanya sampai jam sembilan malam. Sudah sampai di rumahmu.”
“Memang tidak ada hari lain?” Sahut Ratih enggan. Membayangkan tubuhnya yang lelah sehabis bekerja. Pikiran serta tenaganya terkuras habis seminggu terakhir.
“Bagaimana nanti kalau kita menikah? Apakah kau tidak bisa meluangkan waktu untukku dan anak-kita saat weekdays?”
“Kau bicara apa? Jangan melantur! Tubuhku sangat lelah. Aku tidak ingin membicarakan hal yang belum ada. Jika aku tidak bisa mengurus keluargaku dengan baik.Mungkin aku akan berhenti bekerja.”
“Aku tidak ingin kau seperti wanita-wanita kebanyakan. Setiap hari berdaster, mengenakan koyo di sekujur tubuhnya, bau terasi dan tidak bisa mengingat kapan terakhir kali mereka mandi.”
“Aku belum tentu menikahimu. Kita belum tentu berjodoh. Sehingga kau tidak perlu khawatir. Aku akan mencari seseorang yang sama kumuhnya denganku.”
Kontan Kreshna tergelak.
“Kami akan mengadakan lomba ketek siapa yang lebih semriwing. Anak kami yang akan jadi jurinya. Jika dia menempel rapat seperti orang ngelem maka tentu, itulah pemenangnya. Tetapi jika semaput dan kami harus menggotongnya ke ugd. Itulah yang kalah karena berpotensi menimbulkan bahaya polusi udara yang serius. Mengkontaminasi udara dengan sangat serius.” Sambung Ratih konyol.
Pecah tawa Kreshna.
__ADS_1