Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Marsha's Wedding


__ADS_3

Semua yang hadir pada pernikahan Marsha. Setuju bahwa pasangan pengantin sangat serasi.


Sang pengantin pria, tampan menebarkan senyumnya yang menawan. Kebahagiaan terpancar dari kedua mempelai.


Marsha yang dibalut pakaian tradisional Indonesia. Terlihat sangat anggun. Bibirnya menyunggingkan senyum. Wajahnya memancarkan kebahagiaan yang sama dengan mempelai pria.


Akad nikah yang sangat syahdu membuat yang hadir merasa terharu.


Semua teman-teman Marsha yang dekat hadir kecuali Tania yang sedang menempuh pendidikan dan bekerja di Selandia Baru.


Ratih dan teman-temannya tak mampu membendung rasa haru. Suasana yang sakral sangat terasa saat akad nikah berlangsung.


Marsha sangat cantik dalam balutan kebaya brokat cream coklat susu dipadu dengan kain jarik coklat tua dengan lorek hitam.


Make up nya yang natural flawless menambah aura kecantikannya.


Ijab kabul dilangsungkan dengan sangat sakral. Suara Raka bergetar menahan haru.


"Saya terima nikah dan kawinnya Marshanda binti Maha Putra Dewa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Suara Raka bergetar.


Semua yang hadir terkesima mendengar suaranya. Air mata Marsha menetes.


Semua yang hadir menyatakan bahwa akad nikah yang berlangsung adalah sah. Mereka mendoakan kedua mempelai.


Sesudah ijab kabul, Raka memegang ubun-ubun Marsha. Berdoa memohon kebaikan dan meminta perlindungan dari keburukan istrinya.


Marsha mencium tangan suaminya. Kemudian Raka mengecup keningnya lembut.


Para hadirin bersalaman dan berfoto dengan kedua mempelai.


Pras tidak terlihat batang hidungnya. Keluarga dan teman-teman Marsha dan Raka tampak menghadiri akad nikah.


Semua yang hadir melihat bahwa keduanya begitu serasi. Tidak hanya paras dan perawakan mereka saja. Sifat dan karakter mereka juga saling mengisi satu sama lain.


Setelah akad nikah dan berfoto. Mereka menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah.


Keluarga Marsha menyediakan enam  jenis sarapan. Bubur ayam, nasi goreng,  uduk, pecel, roti dan pasta.


Susu hangat dan dingin  fresh milk dan coklat. Kopi, cappucino dan minuman coklat. Teh manis dan lemon tea  hangat dan dingin.


Sementara Marsha dan Raka dirias ulang. Para tamu menikmati hidangan sambil mengobrol.


“Ehem...”


Ratih menoleh, “Kau?”


“Marsha dan Raka adik kelasku waktu kuliah di luar negeri.”


“What?”


“Yeah, kami sekampus tapi lain fakultas. Mereka mengambil Humaniora sedangkan aku, Ekonomi.”


“Benarkah?”


“Yeah. Raka sudah lama menyukai Marsha.”


“Bagaimana kau tahu?”


“Aku kan sudah bilang kami sekampus.”


“Tapi kan beda fakultas?”


“Aku dan Raka berada di gedung apartement yang sama. Selain sekampus.”


“Oh, I see. Jadi kau dan Raka kenal cukup dekat?”


“Yeah. Raka sudah lama menaruh hati pada Marsha. Tetapi sepertinya belum mendapat kesempatan. Saat itu Marsha sudah memiliki kekasih.”


“Pras?”


“Bukan. Hubungan jarak jauh mereka kandas. Marsha memilih tinggal di Indonesia. Sedangkan mantan kekasihnya sebaliknya. Selang beberapa tahun kemudian Marsha menjalin hubungan dengan Pras. Sisanya kau sudah tau kelanjutannya.”


“Yeah, Marsha memutuskan Pras.”


“Pras menyukai Tania.”


“Kau juga tahu?”


“Pras, sohibku. Tentu aku tahu semuanya tentang dia.”


“Kau datang sendirian?”


“Yeah. Kau?”


“Aku bersama teman-temanku.”


“Segerombolan wanita di kantor.” Kreshna tergelak.


“Kelompok.”


“Ok! Sekelompok wanita. Gerombolan terdengar seperti penjahat.”

__ADS_1


“Yeah!”


“Mana teman-temanmu?”


Ratih menunjuk teman-temannya yang berpencar memilih sarapan mereka.


“Kita selalu bertemu di pernikahan. Kupikir itu merupakan suatu tanda.”


Ratih memanyunkan bibirnya.


“Kau mengenal baik, Marsha dan Raka wajar saja diundang. Aku dan Marsha satu circle. Kau dan Alicia mantan yang bersahabat. Aku juga kenal Alicia dengan baik. Semua masih wajar.”


“I miss you.”


“I am not!”


Kreshna tergelak.


“Mengapa kau anti sekali padaku. Kau tidak takut nanti berbalik?”


“Kita sudah menjalani apa yang harus kita jalani. Tidak ada lagi penasaran. We don’t match.”


“Really? Aku merasa kita seperti kutub selatan dan utara.”


“Bener kan berbeda arah?”


Kreshna tertawa.


“Mengapa kau tertawa. Apa yang lucu?”


“Memang kalau kutub utara dan selatan  bertemu saling tolak menolak atau tarik menarik?”


Wajah Ratih memerah.


“Kau tahu jika kau meletakkan kayu. Tidak akan ada tarik menarik.” Ujar Ratih keras kepala.


Resepsi dimulai dua jam setelah akad nikah. Make up Marsha lebih tebal saat resepsi.  


Keduanya memilih busana internasional untuk resepsinya. Berbeda dengan akad nikah.


Pada saat resepsi, Pras hadir dengan mengenakan kacamata hitam.


Marsha menggenggam tangan Raka. Tiba-tiba merasa sedih. Dia tidak bermaksud membuat Pras berduka.


Dia tidak ingin mengalami kekecewaan dan patah hati. Jika pada akhirnya Pras akan bersama dengan Tania. Meninggalkannya. Sebelum itu terjadi. Lebih baik dia yang memutuskan apa yang terbaik untuk mereka bertiga.


Pras tidak akan memutuskannya. Namun memberikan sinyal bahwa hubungan mereka tidak memiliki kepastian. Menenggelamkan diri pada pekerjaan. Menjauhkan diri.


Kemungkinan Pras berada di persimpangan. Antara dirinya dengan Tania.


Bagi wanita, lebih baik menikah dengan orang yang mencintai mereka dari pada sebaliknya.


Jika ada dua orang, yang satu cinta tapi tidak setia sedangkan yang satu tidak cinta tapi setia. Lebih baik memilih yang kedua.


Cinta jika tidak dirawat akan mati. Sebaliknya, cinta akan tumbuh subur jika dirawat dengan baik.


Marsha termasuk tipe yang mencintai orang yang mereka nikahi. Bukan menikahi orang yang mereka cinta.


Kesetiaan baginya adalah pondasi penting dalam membangun pernikahan.


Perasaan bisa berubah sedangkan kesetiaan seperti sesuatu yang tidak lapuk oleh hujan. Tidak lekang oleh panas.


Raka yang awalnya, dia kira mengenalnya karena aktifitasnya memimpin yayasan yang dimilikinya. Ternyata seseorang yang sudah mengenalnya lama dan menaruh hati padanya.


Marsha tidak hanya kagum dengan kepedulian dan perhatian Raka pada urusan sosial. Melainkan saat mengetahui Raka menyimpan perasaan untuknya sejak lama.


Takdir mempertemukan mereka. Mungkin memang mereka sudah ditakdirkan. Marsha yang merasa ragu dengan kesungguhan Pras. Takut Pras akan mengkhianati janji suci mereka. Dia tidak mampu menjalani konsekuensinya.


Mengingat hanya tiga puluh persen pria yang mau menikah dengan orang yang mereka cintai. Sedangkan sebaliknya, persentase wanita mencintai orang yang mereka nikahi lebih tinggi.


Tidak hanya hatinya yang akan hancur melainkan juga hidupnya. Jika Pras memutuskan ikatan mereka dan berpaling mengejar Tania. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya diantisipasi.


Raka sendiri dikhianati kekasihnya. Mereka tidak hanya banyak memiliki kesamaan dalam sifat, karakter dan hal lainnya.  Melainkan kisah cinta mereka juga memiliki kemiripan.


Kreshna mendatangi Pras dan menepuk bahunya.


“You will find your happiness also. Don’t worry.”


“Yeah, thanks.”


“Kau datang ke pernikahan Marsha?”


“Aku ingin melihatnya berbahagia.”


“Yeah. Mereka sudah saling mengenal lama.”


“Bagaimana kau tau?”


“Keduanya adik kelasku saat aku belajar di luar negeri. Raka sudah lama menyukai Marsha tetapi mungkin memang saatnya belum tiba.”


“Wow!”

__ADS_1


“Kau dan Raka sangat berbeda. Kau selalu membuat kekasihmu patah hati sedangkan Raka sebaliknya. Mantan kekasihnya mengkhianatinya. Bersamaan dengan saat Marsha memutuskan dirimu.”


“Kau tidak bermaksud mengatakan mereka sudah merencanakan semuanya kan?”


“Tentu tidak. Keduanya tidak merencanakan apa pun. Takdir yang merencanakan dan menentukan kebersamaan mereka.”


“Sejujurnya, aku tidak bisa memilih antara mereka berdua. Aku berada di persimpangan."


“Intuisi wanita sangat tajam. Ketika hatimu belum atau tidak sepenuhnya pada mereka. Mereka akan meragukan mu.”


“Aku dan Tania seperti Marsha dan Raka. Have a lot of things in common.”


“Takdir akan memberikan jalan bagi mereka yang memang digariskan untuk dipersatukan. Akan memisahkan siapa pun yang memang ditentukan untuk berpisah. Jodoh salah satu tanda bukti kekuasaan Tuhan. No worries."


"Yeah...."


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2