Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Luka


__ADS_3

Cinta yang berjeda selalu menimbulkan luka. Hanya bisa berkata-kata tanpa bisa membuat semuanya menjadi nyata.


Hanya mampu berjanji tanpa bisa memenuhi apalagi membuktikan janji yang sudah terpatri.


Jodoh tanda kekuasaan Ilahi. Karena yang membuat mereka mampu mewujudkan janji. Bukan ikhtiar mereka sendiri. Tetapi juga harus memiliki ijin dari Ilahi.


Cinta yang tidak akan bermuara kemana-mana. Hanya membuat luka. Membuat dirimu menjadi merana. Batinmu tersiksa. Perasaanmu terluka. Hatimu tersakiti.


Kreshna mungkin salah satu pemilik cinta yang berjeda.  Ingin memiliki. Berusaha berjanji tetapi tidak diijabah Ilahi. Akhirnya janji hanyalah tinggal janji.


Ratih merasa lega sudah memberikan sandiwara cinta pada Kreshna. Keinginannya hanya satu. Hidup tenang, damai dan sejahtera. 


Berharap pekerjaan Kreshna cepat selesai. Sehingga mereka bisa kembali ke kehidupan mereka masing-masing.


Cinta itu bahagia. Bukan luka. Bukan juga nestapa. Apalagi derita. 


Aku ingin bahagia bukan ingin sengsara. Ratih bertekad di dalam hatinya.


Cincin yang diberikan Kreshna tidak mampu mengikat mereka di dalam ikatan pernikahan. Untuk apa cicin itu disimpan jika hanya mengingatkan pada kesakitan yang dia rasakan?


Hanya fatamorgana. Yang membuat mereka berdua sengsara. Didera asa. Rasa. Tanpa mampu bermuara kemana-mana. Kepalsuan harapan. Semua pada akhirnya tergantung keridhoan Tuhan.


Ratih kembali bekerja seperti biasa. Menghabiskan waktu bersama teman-temannya di akhir minggu. Menghindari Kreshna sebisanya.


Cinta itu jangan hanya berkata kata tapi berbuat melebihi kata


Merasa melebihi aksara


Bermakna melebihi rasa


Sepanjang masa melebihi setia


Keabadian rasa


Itu saja kau tak bisa


Dan ingin bicara cinta?


Cinta macam apa yang kau tawarkan jika hanya


Mereguk duka


Menenggak luka


Dari cawan yang kau sebut cinta?

__ADS_1


Teman-temannya juga membuka wawasan berpikirnya.


"Mungkin dia menganggap kau tidak pantas menjadi isterinya."


Ratih termenung mendengar perkataan sahabat-sahabatnya.


Dia tidak menceritakan bahwa orang yang dia ceritakan adalah Kreshna. 


"Bisa jadi. Aku juga tidak mau dipermainkan. Kalau dia merasa tidak pantas mengambilku sebagai isteri. Tidak perlu memberikan harapan palsu kan?"


"Cukup tau aja! Banyak laki-laki yang bersikap kekanak-kanakkan. Mereka sebenarnya belum dewasa. Berhati-hati lah pada mereka yang terjebak dalam tubuh orang dewasa. Nanti mereka yang makan nangkanya. Kita yang dapat getahnya."


"Yeah! Aku setuju."


"Ambivalensi?"


"Itu juga bisa. Tapi yang pasti. Jika sesuatu itu tidak ditakdirkan buat kita pasti ada hikmahnya."


"Yeah!"


Mereka saling bertukar cerita. Kisah Ratih belum ada apa-apanya. Banyak cerita yang lebih menyakitkan seputar masalah tersebut.


"Kau tidak seberapa. Kekasihmu hanya bingung tetapi kau tidak dirugikan apa pun selain menggantung hubungan kalian berdua. Tapi itu juga sangat menyebalkan dan bisa merugikan dirimu juga. Apalagi jika kau bertemu dengan pria yang lebih baik? Tentu kau akan menjadi ragu jika kau mau digantung seperti itu. Bahkan kalau dengar ceritamu. Dia seperti sangat memperhatikan dan menjagamu. Tapi mungkin memang kalian tidak berjodoh."


"Yeah, berhati-hati terhadap nafsu yang tidak diletakkan pada tempatnya. Ada yang dihamili dan tidak dinikahi. Malah menikahi wanita lain."


"Berzina bukannya dosa?" Ratih bertanya dengan polos disambut tawa oleh teman-temannya.


"Memang dosa. Tapi namanya orang sudah dewasa. Banyak yang gak percaya dosa. Atau mereka menganggap  sudah cukup umur untuk berbuat dosa."


Kontan mereka semua tertawa.


"Ada yang merendahkan dan menghina wanita yang dipacarinya. Menikmati tubuhnya tanpa mau menikahinya. Bahkan menyuruhnya aborsi ketika mengandung janinnya."


"Jika berbicara hal ini. Tidak akan ada habisnya. Bagaimana lelaki berusaha memanipulasi dan mempermainkan wanita untuk kepentingan mereka."


"Siapa sih yang kau ceritakan?" Diah tiba-tiba bertanya pada Ratih. Mereka berkumpul di tempat Ratih seperti biasa. Berkumpul di hari Sabtu dan menginap sampai dengan keesokan harinya.


Ratih menutup mulutnya rapat-rapat karena tidak ingin keadaan menjadi tidak terkendali. Dia dan Kreshna tidak berjodoh. Hanya itu sehingga tidak perlu ceritanya dilebih-lebihkan. Mereka tidak melakukan hal yang dilarang agama atau melanggar aturan norma susila dan moral.


Hubungan mereka terasa menyedihkan. Memaksakan sesuatu yang mungkin tidak pernah ditakdirkan untuk mereka berdua. Pernikahan. 


Cinta tidak selalu bermakna bermuara pada pernikahan. Jodoh itu menimbulkan rasa tentram sedangkan mereka berdua memiliki banyak hal yang bisa membuat hubungan mereka seperti bom molotov.


Menghancurkan hubungan mereka kapan saja. Tidak ada orang yang menginginkan pernikahannya berakhir dengan perceraian. Akan semakin rumit jika mereka memiliki anak. Atau menyadari ketidakcocokan mereka. Kemudian mereka bertemu dengan orang lain yang memiliki kecocokan dengan mereka. Bisa jadi pernikahan mereka akan dibayangi pengkhianatan.

__ADS_1


Semua pertimbangan - pertimbangan tersebut membuat mereka menunda dan ragu untuk melanjutkan hubungan mereka ke pelaminan. Tetapi mereka juga sulit menepis rasa cinta yang mereka rasakan saat ini. Seandainya, rasa cinta itu bisa terhapus mungkin keadaannya akan lebih mudah untuk semuanya.


Pada akhirnya, banyak orang yang terpaksa harus menerima mereka tidak bisa bersama walaupun saling cinta. Karena memang jodoh ada di tangan Tuhan bukan manusia.


Topik mereka beralih menjadi gosip. Saling menceritakan cerita-cerita mengenaskan seputar kebrengsekan pria. Mulai yang masih lajang sampai yang sudah beristri.


"Kadang aku tidak habis pikir. Apa yang ada di benak pria? Apakah kau percaya wanita bisa menggoda pria?"


"Jika prianya tidak mau? Tentu saja tidak bisa."


"Apakah pria bisa menggoda wanita? Kalau wanitanya tidak mau?"


"Kupikir, ambil saja pepatah. Lo jual, gue beli."


"Yeah! Gak ada yang jual kalau gak ada beli. Gak ada yang beli kalau gak ada yang jual."


"How about, it takes two to tango?"


"Setidaknya bijak dalam menyikapi sesuatu. Selama bukan pemerkosaan. Tentu semua dilakukan atas dasar persetujuan keduanya. Membela salah satu pihak dan menyalahkan pihak yang lain bukanlah tindakan bijaksana. Berat sebelah."


Malam minggu kali itu semakin seru. Karena selain bergosip ria. Mereka juga membuat semacam permainan.


Menebak lagu. Menebak gambar. Yang kalah, akan berjoget atau bernyanyi. Atau menceritakan cerita lucu.


Amanda yang bertugas membuat kudapan malam itu. Membuat bakwan, tahu isi dan pisang goreng. Menaburkan cabe rawit hijau di atasnya sebagai pelengkap.


Diah membuat teh manis hangat sebagai pelengkap. Ratih sendiri mengeluarkan brownis yang baru matang dari oven. Brownis yang ditaburi almond di atasnya.


"Hmm…Makan enak kita!" Dira berteriak bahagia.


"Gorengannya masih panas dan keliatannya empuk!" Seru Mirna.


"Ditambah teh manis hangat. Cocok banget kan?" Timpal Amanda disetujui yang lain.


Saat mereka menghabiskan waktu bersama. Merupakan saat healing mereka semua dari penatnya kehidupan.


Dira dan Diah yang sudah berumah tangga sangat bersyukur suami mereka memahaminya. Amanda, Mirna dan Ratih sendiri masih single. 


Tidak setiap malam minggu mereka berkumpul bersama terutama Dira dan Diah yang sudah berumah tangga mereka tidak bisa setiap malam minggu berkumpul bersama teman-temannya. Keluarga tetap menjadi prioritas mereka. Tetapi sebulan sampai dengan dua bulan sekali mereka sempatkan untuk berkumpul bersama.


Amanda dan Mirna sendiri. Jika mereka tidak memiliki acara atau tidak sedang memiliki pacar. Mereka kerap menyambangi rumah kontrakan Ratih dan meluangkan waktu bersama. Menghibur diri dan mengusir sepi.


Sedangkan Ratih sendiri. Jika sedang tidak bersama teman-temannya. Lebih suka menghabiskan waktu sendiri. Apakah di kontrakannya atau berjalan sendirian. Berbelanja untuk kebutuhannya atau menghibur diri dengan makan atau menonton seorang diri.


Semenjak hubungannya berakhir dengan Kreshna. Tidak tertarik menjalin hubungan dengan siapapun. Menikmati kesendirian sekaligus kedamaiannya. No man no cry….

__ADS_1


Justru kepala jadi cutbray karena drama yang kerap mendera. Manusia itu seringkali berusaha mendikte segalanya. Sedangkan segalanya seringkali menjadi rahasia semesta.


Jalani saja semua. Dengan hati yang bahagia. Hanya itu rahasianya.


__ADS_2