Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Crush


__ADS_3

Ratih tidak tahan menghadapi sikap Pras yang seperti orang yang dimabuk cinta.


"Jaga sikap bapak. Tidak seharusnya bapak seperti ini pada saya dan Tania. Tugas saya mengerjakan pekerjaan kantor bukan menjadi comblang bapak." Ratih berusaha tetap bersikap sopan dan hormat, "Tania juga akan sangat marah. Seandainya dia tahu anda memata-matainya. Dia juga bisa sangat membenci saya. Anda juga sudah memiliki kekasih." Tukas Ratih.


"Hmm, Tania mengacuhkanku. Aku jadi penasaran."


"Itu bukan alasan. Anda tidak bisa mengatur orang lain sesuai dengan keinginan anda. Jangan sama kan perusahaan dengan manusia. Tania memang anak buah bapak. Tapi bapak tidak berhak mencampuri urusan pribadinya."


"Apakah dia sudah memiliki kekasih?"


"Kalau sudah, bapak mau mengubah sikap bapak?"


"Gak juga sih!"


Dasar sinting! Rutuk Ratih dalam hati.


"Aku tidak membutuhkan masukan apa pun darimu. Kalau kau masih mau bekerja di sini. Patuhi keinginanku."


Wajah Ratih mendadak manyun. Hidupnya berubah semenjak menjalani misi dari Pras. Kesabaran teman-temannya mulai habis.


Mereka mulai mencurigai perubahannya dan menilainya negatif. Hampir seluruh waktunya bersama Tania.


Dia tidak bisa berbuat apa pun. Kenyataannya, memang semua waktunya buat Tania di luar jam kerja.


Tidak ada lagi acara menghabiskan malam minggu bersama di kontrakannya. Bahkan dia sudah tidak pernah lagi makan siang bersama atau meluangkan waktu bersama dengan teman-temannya tersebut.


Tania tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah apa pun. Sehingga semua nyaris dia yang mengerjakan. Dia kehilangan saat bersama teman-temannya. Mereka bergantian memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah ketika mereka menginap.


Percakapan konyol mereka. Obrolan sampai dengan permainan yang sering mereka lakukan saat berkumpul bersama.


Saat ini dia kelihatan seperti seorang gadis yang snob dan pemilih. Tania berasal dari keluarga berada.


Kesukaannya menghabiskan waktu di mall dan berbelanja. Sangat berbeda dengan teman-temannya. Obrolannya juga sangat monoton. Mungkin karena tidak memiliki banyak teman. Tania kelihatan tidak luwes dalam bergaul dan berkata-kata.

__ADS_1


Pekerjaannya memang sangat memuaskan. Pras kerap memujinya. Selain jatuh cinta kepadanya. Pras juga sangat mengaguminya.


Aku sanksi Pras akan selalu mencintainya. Semua kekasihnya yang terlihat menarik dan cantik. Dia putuskan begitu saja. Begitu dia merasa bosan. Apalagi Tania?


Satu sisi, Ratih merasa kasihan dengan Tania. Selain pekerjaan, wajahnya yang cantik dan imut serta kekayaannya. Gadis itu tidak memiliki apa pun.


Dia tidak bisa membayangkan seandainya Pras berhasil menjadikannya kekasih. Melepaskan rasa penasarannya. Kemudian memutuskannya setelah bosan dengannya. Akankah gadis itu gantung diri di pohon toge?


Tania tidak memiliki pengalaman menjalin hubungan dengan lelaki mana pun. Pras bisa bernafas lega. Hanya saja, mungkin Pras akan segera bosan begitu menjadikannya kekasih dan membuangnya begitu saja.


Tapi setidaknya, dia tidak perlu lagi memata-matai Tania. Dia juga bisa berterus terang. Kembali bersama teman-temannya. Kalau mereka masih mau menerimanya. Kalau tidak, dia akan menjalani hidupnya. Mungkin bergaul seperti biasa. Fokus dengan hidupnya.


Perpisahannya dengan Kreshna. Hanya berat di awal. Setelah terbiasa menjalani kesehariannya. Hidupnya terasa kembali seperti biasa. 


Semoga mereka tidak pernah dipertemukan sampai kapan pun. Setiap kali mereka bertemu kemudian berpisah. Dia harus memulai semuanya dari awal lagi.


Seandainya, dia bisa pindah ke lain planet. Mars, Venus atau Pluto sekalian. Tentu hal itu akan membuatnya mustahil bertemu dengan Kreshna kembali.


Tania sendiri menanggapi Pras dengan sangat santai. Dia tidak pernah tahu apa pun mengenai cinta dan jatuh cinta.


Sebagai wanita normal. Tentu dia pernah jatuh cinta. Tapi semua tidak sampai membuatnya menjalin hubungan dengan lawan jenisnya. Apalagi mengejar-ngejar mereka. Lagi pula, dia termasuk wanita yang konvensional dan kuno.


Wanita tabu memperlihatkan rasa sukanya. Apalagi sampai mengejar-ngejar seorang pria.


Menghormati Pras selaku atasannya. Tidak memiliki pikiran selainnya. Sama seperti yang lainnya. Dia mengenal Pras, sebagai seorang pria yang memiliki banyak kekasih dan pembosan. Tentu saja, Pras bukan tipenya. Dia tidak akan pernah jatuh cinta pada seorang pria dengan karakter seperti Pras.


Hatinya mengagumi Kreshna. Hanya saja Kreshna begitu acuh. Dia sempat mengira, Kreshna menyukainya.


Bertanya-tanya lewat Tristan. Mengajaknya mengobrol. Mengamati kesehariannya. Tetapi ternyata semua untuk kepentingan pekerjaan yang diembannya.


Kreshna sangat fokus dengan pekerjaannya. Tidak seperti Pras. Suka mempermainkan wanita. Walaupun sebenarnya bisa saja. Kalau Kreshna ingin seperti itu. Jabatan juga kekayaannya melebihi Pras.


Sebagai wanita yang sangat konservatif, old fashioned dan konvensional. Dia memilih memendam perasaan suka dan kagumnya.

__ADS_1


Apalagi Kreshna terlihat sangat akrab dengan Ratih. Hal itu memupus harapannya. Walaupun ternyata mereka tidak memiliki hubungan apa pun selain pekerjaan.


Tetapi selama Kreshna tidak mendekati atau memperjuangkannya. Tentu sebagai wanita, dia tahu diri untuk tidak menaruh harapan yang tinggi atau berlebihan.


Tania cukup puas dengan apa yang dimiliki dan diraihnya. Posisinya sebagai wakil dari Pras. Membuatnya tetap fokus pada diri dan pekerjaannya. Dia tidak ingin mengacaukan karirnya. Memikirkan hal-hal yang bisa mengganggu apa yang sudah diraihnya.


Masalah jodoh. Dia yakin, Tuhan sudah menggariskan dan menyiapkan jodohnya. Sebelum dia lahir ke dunia. Sehingga untuk apa dia terlalu memikirkannya.


Akan ada saat dan jalannya ketika Tuhan ingin menyatukan kedua orang yang memang berjodoh. Seperti pepatah mengatakan. Asam di gunung. Garam di laut. Bertemu di belanga.


Mengenal Ratih membuat hidupnya semakin lengkap. Sangat sulit baginya. Memiliki seorang sahabat yang baik dan perhatian seperti Ratih. Mau menerima dirinya apa adanya. Serta tidak pernah merasa iri apalagi terintimidasi atau berkompetisi dengannya.


Semenjak mengenal Ratih. Mereka kerap menghabiskan waktu bersama. Sesekali mereka menghabiskan waktu di kontrakan Ratih. Menginap.


Bergantian Ratih juga sesekali menginap di rumahnya. Mereka mengobrol seharian di kamarnya. Menonton televisi dan vcd. Berbelanja. Jalan-jalan ke mall dan menonton di bioskop.


Tintan sesekali nimbrung. Jika tidak memiliki acara dengan teman-temannya. Dia sering diajak Kreshna menemaninya menemui dan menghabiskan waktu bersama Ratih. Sehingga mereka saling mengenal satu sama lain dengan baik.


Malam ini mereka bertiga bermain poker di kamar Tania. Wajah mereka penuh dengan coretan pensil alis milik Tania. Mereka sepakat siapa yang kalah akan dicoret wajahnya menggunakan pensil alis.


"Full house!" Teriak Tintan.


"Apakah kau curang ketika mengocoknya?" Protes Tania.


"Aku memang beruntung."


"Memang ada orang yang beruntung terus menerus?"


"Sudahlah! Hadapi kenyataan. Kalau kau kalah dan harus merelakan wajahmu untuk dicoret lagi!" Sahut Tintan tergelak.


"Kau harus bersumpah tidak curang!" Seru Tania.


"Tidak usah cerewet. Mana wajahmu. Aku tidak tahu harus mencoret di bagian mana lagi. Kau sangat payah bermain poker!" Ujar Tintan menertawai kakak perempuannya.

__ADS_1


__ADS_2