
Malam minggu yang mereka nantikan tiba. Bekerja delapan jam sehari bahkan kadang lebih membuat mereka sangat bersemangat menghabiskan malam minggu mereka bersama-sama.
"Kau diijinkan suamimu bergabung bersama kita?" Amanda mengumpulkan uang teman-temannya untuk membeli tiket menonton.
"Sesekali boleh lah!"
"Bagaimana dengan anak-anakmu?"
"Bersama ayahnya."
"Memang bisa?"
"Suamiku sudah terbiasa membantu mengurus anak dan juga membantu membersihkan rumah."
"Wow! Suami idaman."
"Hey! Tidak untuk digandakan!"
Mereka tertawa tergelak.
"Begitu saja sewot!"
"Sekarang ini kalau tidak hati-hati. Teman makan teman. Pagar makan tanaman..."
"Stop! Stop! Suamimu bukan mesin fotokopi sehingga tidak usah takut menggandakan diri. Kita juga bukan teman yang tidak tahu mana batasan yang benar dan salah."
"Kau sendiri tidak takut pacarmu selingkuh? Malam minggu tidak bersamanya?"
"Kesetiaan dan jodoh tidak bisa dipaksakan."
"Betapa bijaksananya!"
"Itu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri siapapun."
"Kebijaksanaan adalah kenyataan yang harus diterima dengan lapang dada."
"Jadi begini teman-teman. Orang sabar, pantatnya lebar!"
Mereka semua tergelak.
Selesai menonton. Mereka mencari nasi goreng kambing di sekitar mall.
"Aku sedang ingin makan nasi goreng kambing."
__ADS_1
"Hmm, boleh juga idemu. Kau tidak sedang mengidam kan?"
"Tidak. Aroma nasi goreng kambing seakan tercium dan terbayang nikmatnya. Menari-nari di dalam pikiranku."
Mereka berjalan kaki dan memesan nasi goreng yang dijual di pinggir jalan di dalam tenda.
Lima buah teh tawar hangat dan lima piring nasi goreng kambing pedas.
"Bagaimana menurutmu film tadi?"
"Endingnya membuat penasaran."
"Itu namanya open ending."
"Sok tau!"
"Terserahlah!"
"Menurutku ceritanya bisa dibuat bersambung."
"Kemungkinan memang seperti itu."
"Yeah!"
Mereka berjalan kaki bersama menuju rumah kontrakan Ratih.
"Kamarku cuma satu. Apakah kita tidur beramai-ramai di kamar?"
"Apakah kau punya kasur lipat?"
"Iya, ada. Aku menyiapkan kasur lipat kalau ada yang ingin menginap."
"Bagaimana kalau kita karaoke sebelum tidur di ruang keluarga yang sepertinya juga merangkap ruang tamu?"
"Boleh. Biar kunyalakan acnya. Kita semua tidur di ruang keluarga bagaimana?"
"Boleh!"
Ratih menggelar kasur lipat,bantal , guling dan juga selimut.
Mereka melanjutkan dengan berkaraoke sampai tertidur pulas di depan televisi dengan mic tergeletak begitu saja.
Ruangan sengaja dibuat kedap suara sehingga tidak mengganggu para tetangga.
__ADS_1
Ratih terbangun pukul empat pagi. Dia menuju dapur membuat nasi goreng untuk teman-teman barunya.
Bumbu nasi goreng instant, bawang merah, putih dan cabai merah yang sudah digiling dan disimpan dalam wadah di kulkas. Menambahkan lada bubuk dan irisan cabai rawit.
Mengiris wortel, kol, sawi hijau dan daun bawang untuk sayurannya.
Mengiris bakso dan sosis untuk menambah pelengkap nasi gorengnya sambil berusaha mengingat youtube yang ditontonnya.
Memecahkan telur dan setelah menjadi scrambled egg. Mengangkat telur dan memindahkannya ke wadah.
Kemudian menumis bumbu dan cabai rawit , bakso dan sosis iris. Kemudian memasukkan kecap memasukkan nasi menaburkan kaldu jamur dan mengaduk rata nasinya.
Nasi goreng kurang sempurna tanpa disertai telur ceplok. Lima buah telur ceplok.
Nasi dicetak ke dalam mangkuk kecil dan diberi telur ceplok di atasnya. Irisan tomat dan timun sebagai sentuhan akhir.
Ratih juga menggodok teh. Membuat lima gelas teh manis hangat.
"Kau sudah bangun? Sudah azan subuhkah?" Sherly membuka matanya mencium bau harum masakan.
"Belum."
"Kau sedang apa?"
"Membuat nasi goreng untuk kita semua sarapan."
"Bau masakanmu menggoda perutku!"
Ratih tertawa,"Kalau kau mau makan, silahkan saja. Sudah matang semua."
Nanti saja, sehabis sholat subuh. Kita berjamaah."
"Terserah!"
Satu per satu mereka bangun ketika mendengar azan subuh. Menggosok gigi mereka dan bersiap ke masjid dekat rumah kontrakan Ratih yang hanya selisih dua rumah.
Sepulang dari masjid. Mereka makan bersama sambil mengobrol dan bersenda gurau.
"Bagaimana kalau sehabis makan kita jalan pagi?"
"Setuju!!!" Mereka menjawab nyaris berbarengan.
"Aku sangat malas berolahraga kalau tidak berjamaah seperti ini."
__ADS_1
"Alasan!"