Lampion Ajaib

Lampion Ajaib
Blue


__ADS_3

Hati Ratih menjadi resah semenjak bertemu kembali dengan Kreshna.


Semua yang sudah ditata rapi. Berantakan begitu saja. Cinta tak selalu bermakna bahagia. Bersama Kreshna dirinya kerap didera rasa cemburu juga curiga. Alicia.


Tidak sekali pun dia mengungkit tentang Alicia. Hubungan mereka sudah berakhir. Kreshna bebas berhubungan dengan siapa pun. Mengejar dan menikahi siapa pun yang dia suka.


Matanya memanas. Mengingat lamaran yang membuat hatinya berbunga sekaligus terluka. 


Setelah lamaran itu. Kreshna justru menjauhinya. Setidaknya, itu yang dia rasakan apakah alasannya berbuat demikian?


Jika hatinya tertaut pada Alicia. Mengapa meminta dirinya?


Airmatanya turun semakin deras mendengar lagu Mytha Lestari. Aku cuma punya hati.


Dulu saat ku siap mati untuk mu


Kamu tak pernah menganggap aku hidup


Dulu saat semua ingin ku pertaruhkan


Kamu tak pernah percaya cinta sejati ku


Aku cuma punya hati


Tapi kamu mungkin tak pakai hati


Kamu berbohong aku pun percaya


Kamu lukai ku tak peduli


Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini


Kau tinggalkan aku ku tetap disini


Kau dengan yang lain ku tetap setia


Tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati


Aku cuma punya hati


Tapi kamu mungkin tak pakai hati


Kamu berbohong aku pun percaya


Kamu lukai ku tak peduli


Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini


Kau tinggalkan aku ku tetap disini


Kau dengan yang lain ku tetap setia


Tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati


Ho ho


Ho ho hu


Ho ho ho


Kamu berbohong aku pun percaya


Kamu lukai ku tak peduli


Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini


Kau tinggalkan aku ku tetap disini


Kau dengan yang lain ku tetap setia


Tak usah tanya kenapa oh ho ho


Tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati.

__ADS_1


Sia-sia dia berusaha menepis bayang-bayang Kreshna. Semua menjadi kembali seperti semula ketika mereka bertemu.


Jika cinta itu luka mengapa harus ada rasa?


Jika cinta bukan bahagia mengapa harus ada dia?


Menjadi dewasa adalah lara. Jika cinta tak bermakna bahagia. Tak usah menyenandungkan nada yang membuat berbunga kemudian menjadi jatuh layu tak berdaya….


Ratih berusaha mengalihkan pikirannya. Membrainwash  dirinya sendiri.


Profesional…profesional… Dia bosmu…Tak ada cerita masa lalu…Jangan membuat dirimu ragu…Akan kemampuanmu dan hidupmu yang baru…Kamu bisa melanjutkan hidupmu….


Pikirannya kembali membaik. Kemudian sesuatu melintas dalam pikirannya. Alicia….


Ugghhhh… sia-sia semua sugesti yang dia tanam dalam pikirannya.


Kupikir ada yang salah denganku. Aku terlalu terobsesi dengan hubungan Kreshna dan Alicia. Ini gak ada kaitannya dengan cinta apalagi luka atau drama apa pun juga….


Omg! Aku iri. I envy with her! Thats it! No doubt! Bagaimana cara mengobatinya? Sebelum memutuskan masalah iri sebaiknya dirinci apa saja kelebihan Alicia? Mungkin itu bisa mendeteksi dari mana rasa irinya bermula….


Alicia baik. Suka menolong. Dia yang membantuku dan Kreshna sehingga bisa menjadi sepasang kekasih. Kreshna nyaman menghabiskan waktu dengannya. Dia juga bisa diajak bertukar pikiran. Emosinya terkendali. Berpikiran terbuka. Memikirkan segudang kelebihan Alicia membuat air matanya kembali menetes. Mengapa aku tampak semakin menyedihkan? 


Telepon berdering tertulis nama Kreshna. Dengan enggan dia menerimanya.


"Kenapa kau belum ke sini?" Suara Kreshna naik satu oktaf.


"Memang sekarang jam berapa? Ratih menjawab santai sambil menghapus air matanya yang bercucuran.


"Memang kau kira jam berapa sekarang?" Nada suara Kreshna naik satu oktaf lagi.


Ratih memperhatikan jam di rumahnya. Kenapa jarumnya sangat lambat bergerak. Astaga! Jamnya  kehabisan baterai!


"Maaf…." Suara Ratih mendadak sangat gugup.


"Apalagi kali ini alasanmu?" Kreshna kehilangan kesabarannya.


"Apa maksudmu kali ini?" Ratin menjawab dengan sebal.


"Alasan?" Darah Ratih mulai naik ke ubun-ubun.


"Aku tidak ingin mencari keributan denganmu. Masih pagi. Siangan aja kalau mau cari masalah." Timpal Kreshna kesal.


"Kau sangat menyebalkan!" Ratih berusaha menahan amarahnya.


"Memangnya kau tidak?" Sahut Kreshna santai. 


"Jamku kehabisan baterei. Kupikir belum waktunya berangkat kerja." Jelas Ratih.


"Sekarang kau sudah tau. Tunggu apalagi?"  Kreshna menyahut sinis.


Serta merta Ratih menutup teleponnya dengan kesal.


"Hm, sopan sekali!" Gumam Kreshna, "Tidak berubah sama sekali. Sumbu pendek!" Gerutu Kreshna kesal.


Ratih langsung berlari ke kamar mandi. Mandi, mengenakan pakaian dan sarapan seadanya.


Membuat roti dengan selai kacang. Menuang segelas susu dari kotak susu di kulkas. Memakan sebutir apel untuk mengganjal perutnya. Biar afdol.


Langkahnya tergopoh. Berjalan secepat mungkin menuju kantornya. Menuju ruangan sementara yang ditempati sebagai kamar kerja Kreshna.


Ruangan kerja Kreshna dikelilingi kaca. Sebenarnya ruangan itu digunakan untuk rapat direksi sehingga ada meja besar dengan 6 kursi. Lengkap dengan proyektor dan papan tulis dengan spidol.


Kreshna mengetuk-ngetukkan jarinya tak sabar. Wajahnya ditekuk dan manyun. Dahinya berkerut.


"Jangan kerutkan dahi nanti makin  cepat tua!" Ledek Ratih.


"Polahmu membuatku cepat tua!"


"Tidak usah cari kambing hitam!"


"Siapa yang bilang aku cari kambing hitam? Aku cari kambing guling." Kontan Kreshna tertawa.


"Gak lucu!" 

__ADS_1


"Lucu dong!"


Brakkk


Kreshna terhenyak kaget. Ratih meletakkan tumpukan dokumen di depan hidungnya dengan sekonyong-konyong.


"Dokumen-dokumen yang kau butuhkan!"


Kreshna mengusap jantungnya,"Kau membuatku nyaris terkena serangan jantung!"


"Sayangnya, hanya nyaris…."


Kontan Kreshna tergelak, "Sadis banget sih!"


"Sama orang kayak kamu gak sadis? Bikin keiris-iris."


"Mengiris bawang? Masak dong!"


"Itu mah bikin pedes. Ini omongan apa sih? Ntar kerjaanku gak beres. Aku lagi  yang disalahin."


Kreshna mengutip salah satu puisi no name yang terkenal berjudul my bos and I.


"My Boss And I


When I take a long time,I am slow,


When my boss takes a long time he is thorough.


When I don't do it I'm lazy,


When my boss doesn't do it he's busy.


When I do something without being told I'm trying to be smart,


When my boss does the same,that is initiative.


When I please my boss I'm apple-polishing,


When my boss pleases his boss,he's co-operating.


When I do good,my boss never remembers,


When I do wrong, he never FORGETS!!!"


"Apa sih maksudnya? Gak jelas!"


"Who's the boss?"


"Ofcourse, you."


"So, who is always right?"


"You."


"Nah karena udah tau. Kerja sana…" Sahut Kreshna mengibas-ngibaskan tangannya.


"Aku ke sini memang mau kerja. Memang kau kira mau apa?" Wajah Ratih menjadi jutek.


"Kupikir kau mau menggodaku." Ujar Kreshna. Tawanya meledak.


"Menggodamu? Seandainya, bumi hancur dan tinggal kita berdua. Belum tentu aku mau menggodamu. Kalau ada pangeran kodok mungkin aku pilih itu walaupun kau laki-laki satu-satunya yang tersisa. Apalagi pilihan banyak di sana sini." Bual Ratih.


"Oh maksudmu kau sekarang sudah jadi playgirl? Tidak hanya Bima tapi juga pria-pria lain? Ck…ck…ck…"Kreshna menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kau mau kerja atau tidak?"Ujar Ratih dengan galak.


"Aku cuma becanda! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kau jadian sama buaya rawa aja aku gak peduli. Apalagi cuma sama kodok atau Bima atau siapa pun itu."


"Baguslah! Karena aku juga tidak peduli juga. Aku sepakat. Hubungan kita sudah berakhir sehingga masing-masing bebas ingin menjalin hubungan dengan siapa saja!"


"Tumben pinter!"


Ratih mendelik sedangkan Kreshna tertawa sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


__ADS_2