Love You More, Husband

Love You More, Husband
Penurut


__ADS_3

Richard menggamit tangan istri barunya, berjalan gagah memasuki kediaman Hutama di Jepang sana. Rumah yang terhitung mencolok karena kental akan aksen Koreanya. Rumah ramah lingkungan dilengkapi jendela kaca yang lumayan banyak namun asri dengan halaman luasnya.


Rich ingat saat beberapa jam lalu dadynya memerintahkan mereka tinggal disana setelah perdebatan panjang yang menguras emosi seorang Fernando juga Sean sang mertua karena baik Nando maupun Sean ingin Rich memegang perusahaan Hutama yang berkembang pesat disana tapi Rich tetap menolak. Putra kedua Fernando itu ingin hidup layaknya orang biasa. Jauh dari yang namanya kekuasaan juga pengawalan, persis seperti impian Yura. Siapa menyangka jika Rich ingin benar-benar mewujudkannya.


Orang tua mana yang akan membiarkan anaknya hanya akan jadi petani yang akan bersusah payah melakukan banyak hal padahal Nando lebih dari mampu untuk memberikan banyak hal padanya. Tapi Richard tetaplah Richard. Dia pria muda penuh ambisi yang akan bertindak sesuai keyakinannya, keras, tanpa bantahan. Sifat keras Fernando sudah menurun sempurna padanya. Sofia dan Amanda yang awalnya hanya jadi pendiam jadi ikut-ikutan naik pintam. Amanda bahkan memarahi anaknya yang dinilai sudah mencuci otak Richard setelah tau jika Rich hanya ingin mewujudkan keinginan istrinya.


Yura seperti yang tadinya ling-lung seketika kembali pada performa awalnya saat melihat kemarahan ibunya, juga wajah cemas ayahnya yang tentu saja tak enak hati pada tuan Fernando. Wanita muda muda itu meremas lembut tangan Rich yang tak pernah berhenti tertaut pada jemarinya sebelum menegakkan tubuh dan memberi hormat pada Fernando dan istrinya.


" Kami akan melakukan apapun perintah anda tuan dan nyonya besar." Sofia melotot kesal pada perkataan Yura. Lain halnya dengan Sean dan Amanda yang juga langsung memberi hormat seperti putrinya pada majikan mereka. Fernandopun dibuat bingung karenanya.


"Apa yang kalian lakukan? Sean...kau dan Amanda adalah besan kami. Yang kau lakukan berlebihan." kecam Nando dingin.


"Dan apa yang tadi menantumu bilang hubby? Tuan besar?? Ahh ya Tuhan....Yura kau sudah jadi menantu kami. Panggil dadymu seperti Rich memanggilnya dan iya...yang dikatakan dady bukan perintah, tapi permintaan." ujar Sofia sambil mendengus kesal. Entah kenapa dia jadi tak suka mendengar Yura memanggilnya nyonya besar. Yura mengangguk paham tanpa berani mengangkat wajahnya.


"Tapi aku tidak menginginkannya." tukas Rich setelah lama terdiam. Nando kembali menatap putranya tajam.


"Lalu apa yang kau inginkan hemmm?? Yura sudah menuruti permintaan kami. Lalu kau ingin berulah lagi? Sudah cukup kami bersabar menghadapimu Rich. Kau sudah lama meninggalkan kewajibanmu dan membebankannya di bahu Rafael. Tidakkah kau tau jika Rafa sudah banyak mengorbankan dirinya untuk kebahagiaanmu? Kakakmu bahkan sudah mengambil alih tanggung jawabmu tanpa protes. Lalu sampai kapan kau akan membuatnya begitu? Rafa juga punya tanggung jawab lain pada keluarganya sendiri. Pikirkan itu." Nando mengeram kesal. Ingin rasanya menghajar putra keduanya. Tapi sungguh dia seperti melihat dirinya sendiri dimasa lalu. Pemberontak sejati.


"Salah siapa dia jadi anak pertama dad? Aku sama sekali tak berminat....."


"Tapi saya menginginkannya tuan muda." potong Yura cepat. Rich hingga harus menoleh padanya dengan tatapan penuh tanya.


"Apa maksudmu?"


"Saya mau menikah dengan anda karena ingin jadi seorang nyonya. Lalu apa untungnya saya menikah dengan anda jika harus jadi orang biasa saja? Jika anda bersikeras tak mau melakukan yang dady inginkan lebih baik....."

__ADS_1


"Shut up!! baik, akan kulakukan. Suruh sekretarisnya mengubungiku besok pagi dad." putus Rich cepat sebelum Yura menyelesaikan kalimatnya. Keputusan yang dibuat amat tergesa namun membuat Nando menyungingkan senyum kemenangan, demikian pula Sofia yang diam-diam ikut tersenyum samar di sudut bibirnya. Rich sudah menemukan pawangnya.


"Kau dengar bukan? aku akan menuruti dady. Apa kau senang sekarang?" tanya Rich lirih pada wanitanya yang hanya meliriknya sekilas namun segera mengangguk.


"Baik. Pulanglah ke kediaman kita. Dady akan memberikan libur kalian selama seminggu. Anggap saja sebagai bulan madu. Sean, tolong jaga cucu kami selama masa itu." Sean dan Amanda mengangguk bersaman. Baru sekarang mereka ingat jika Jose masih berkutat di teras dengan seorang pengawal.


"Tidak dad. Jose akan ikut bersama kami." Untuk kedua kalinya semua dibuat terpana akan keputusan Yura.


"Kau yakin?" tanya Nando menyelidik.


"Ya. Dia juga putra saya sekarang. Tolong biarkan kami membawanya." Apa yang bisa dilakukan Fernando maupun Sofia apalagi Rich yang tampak sudah sangat terpesona pada wanita cerdas disampingnya itu. Pria itu bahkan tak bisa mengambil keputusan selain memikirkan kebahagiaan Yura.


"Bagaimana menurutmu Rich?"


"Dimana kamarku mah?" teriak si kecil Jose ketika mereka memasuki rumah besar itu. Dialah yang paling terlihat bahagia saat masuk ke sana. Anak pintar. Dia bahkan langsung mengganti panggilannya dengan mama setelah orang tuanya menikah.


"Apa kau benar akan tidur sendiri?" Yura mengerutkan keningnya. Rasa tak tega menghantuinya.


"Ya, akan ada baby sitter yang menjaganya."


"Tapi tuan muda...."


"Aku suamimu Ayura Moraima, bukan tuan mudamu lagi. Jadi panggil namaku seperti semalam." bisik rich amat lembut hingga bulu-bulu halus disekitar lehernya merinding.


"Hmmm...."

__ADS_1


"Tolong bawa putraku ke kamarnya dan jaga dia." perintah Rich pada seorang pelayan yang berdiri patuh menunggu perintahnya Wanita itu segera menghampiri Jose lalu menuntunnya dengan sabar ke kamar di lantai satu.


"Mari ke kamar kita."


"Itu tidak perlu. Sudah tak ada siapapun disini, jadi anda tak perlu bersikap seolah kita ini pasangan yang sesungguhnya." Salahkah jika Rich meradang karena balasan istrinya?


"Lalu kita ini apa?" tanya Rich penuh amarah.


"Entahlah. Mungkin pernikahan karena terpaksa menepati janji. Insiden semalam...bukannya sudah kukatakan tak udah dipertanggung jawabkan?"


"Bukan kau...tapi aku yang menginginkan pernikahan ini."


🌺


🌺


🌺


Selamat malam readers.....


Cuma mau bikin pengumuman untuk kalian ya....


Leon dan Sena ternyata nggak berjodoh karena suatu hal. Tapi yakin aja, nanti akan author hadirkan jodoh terbaik untuk babang Leon. Di novel baru ini sya mencoba mempertemukan Sena dengan seseorang yang mungkin ingin menetap dalam hidupnya. Belum up banyak sih, baru satu bab tapi sya lg semangat ingin promo. Idenya baru muncul beberapa jam lalu dengan cover alakadarnya juga. Nanti jika tanggapan kalian positif, sya lanjut dan perbaiki ceritanya. Jangan lupa mampir yaaa...


__ADS_1


__ADS_2