Love You More, Husband

Love You More, Husband
Tertarik


__ADS_3

"Jangan dulu transfer uang itu Lee. Mega tak seperti yang kau kira. Dia punya masalah." lapor Rafa beberapa jam kemudian. Informasi yang amat cepat dan akurat karena baik Rafael ataupun papanya punya banyak agen rahasia juga bodygurd dimana-mana. Tak sulit bagi keluarga mereka mengetahui identitas seseorang yang ada dalam satu wilayah saja. Untuk urusan begini keluarga Hutama memang ahlinya.


"Masalah?" ulang Leon pendek. Dari awal dia sudah menyangka ada yang tak beres paea diri Mega. Wanita muda itu memang sangat cekatan dan bertanggung jawab pada pekerjaannya. Gaji besar bekerja sebagai kepala perawat pada rumah sakit besar Hutama Grup adalah bentuk kerja kerasnya selama ini. Tapi ada yang aneh....Mega selalu tampil ala kadarnya. Bahkan hampir tak punya pakaian lain selain seragam juga pakaian rumahannya. Padahal jika dia mau, sang suster bisa belanja setiap bulan, pergi ke salom atau sekedar jalan-jalan menghabiskan hari libur. Apalagi sekarang Leon selalu memberinya bonus diluar gaji.


"Ya. Dan rasanya aku harus membereskannya Lee. Ibunya sedang diperas oleh kawanan renternir ilegal yang dia pinjami uang. Tiap bulan gaji Mega habis hanya untuk membayar bunganya saja. Kau tau...ibunya bahkan jadi buruh cuci dari rumah ke rumah untuk bertahan hidup. Besok mereka akan menyita rumah peninggalan ayahnya karena Mega tak bisa membayar bunganya tiga bulan ini." lapor Rafael secara setail. Tapi apa tadi???? Tak bayar bunga??


"Kenapa dia tak bayar bunga? Gajinya lancar dalam tiga bulan ini." Memang kenyataannya begitu.


"Adiknya kecanduan narkoba. Mega harus membiayai rehabilitasinya."


"keluarga semrawut." kecam Leon jengah. Mendengar masalah Mega saja dia sudah enggan berkomentar.

__ADS_1


"Kau pikir mereka itu kita? Hal begitu sangat wajar pada masyarakan golongan bawah diluar sana Lee. Rasanya kau harus buka mata lebar-lebar dari sekarang." hardik Rafa tak kalah keras. Kesal juga sang tuan muda keluarga kaya raya itu pada reaksi sahabatnya itu. Sama sekali tak punya kepekaan sosial.


"Kenapa mereka bersusah-susah mempertahankan rumah tak layak huni itu padahal dua ratus juta dariku bisa digunakan untuk membeli rumah bersubsidi baru yang lebih layak huni." ingin rasanya Rafael menjitak kepala Leon yang terlihat bodoh.


"Kau ini!!! Tiap orang punya alasan untuk mempertahankan sesuatu Lee. Kalau mereka bertahan sudah pasti rumah itu punya banyak kenangan. Tapi sudahlah!! Lama-lama aku bisa gila jika terus bicara denganmu. Danu akan pergi kesana dan membereskan masalah itu besok pagi. Jadi berhentilah mengangguku karena Milly terus protes karena ponselku tak henti berbunyi." dan tanpa menunggu Rafael sudah mematikan sambungan teleponnya hingga Leon mengeram kesal.


"Kenapa kakak peduli sekali padanya?" Rafael menoleh pada Milly yang baru keluar dari kamar mandi dengan wajah masam. Rafa segera memberi isyarat agar dia mendekat lalu memeluknya.


"Eheeumm..." Balas Milly berdehem sambil masuk kedalam pelukan hangat suaminya. Entah kenapa dia merasa sangat aman dan nyaman disana.


"Tapi kakak benar-benar aneh."

__ADS_1


"Apanya yang aneh? Leon akan melakukan apa saja jika sudah tertarik pada sesuatu." balas Rafael amat santai.


"Artinya kakak tertarik pada suster Mega?" tanya Milly memastikan. Matanya bahkan mengerjab lucu saat menanyakannya, membuat Rafael gemas lalu mencubit kecil pipinya.


"Memangnya apa lagi??" kali ini bola mata nan jernih dan lucu itu membola bahkan terbelalak kaget karenanya.


"Apa kakak jatuh cinta?" Rafael menggelengkan kepalanya sambil terkikik geli. Istrinya itu terlalu polos jika menyangkut masalah hati.


"Tidak sekarang Milly. Leon baru tertarik padanya. Doakan saja dia cepat jatuh cinta lalu menikah. Lama-lama aku kasihan juda dengan kakakmu itu. Paling lama tak laku, padahal umur terus bertambah saja."


"Kakak belum terlalu tua. Dia seusia mas Rafa bukan? Kalau kakak sudah tua berarti mas Rafa juga setua itu." kesal Milly. Rafael mengacak rambutnya lembut.

__ADS_1


"Tapi aku sudah menikah denganmu. Artinya aku bukan bujangan lagi sayang. Rasanya syukurku tak akan habis karena menndapatkanmu sayangku. " bisik Rafael mesra ditelinga kanan Milea yang langsung merona karenanya.


__ADS_2