Love You More, Husband

Love You More, Husband
Yura


__ADS_3

"Ini adalah kandidat terbaik yang sudah lolos seleksi kedua sebagai asisten pribadi anda tuan muda. Mereka bertiga menunggu keputusan anda diluar. Tak akan ada yang akan dinyatakan gugur karena jika anda tak memilih mereka maka tuan Nando akan menempatkan mereka di departemen yang lain." Sekretaris Alex menyerahkan beberapa lembar cv keatas meja Rafael yang langsung menerimanya. Alex tau Rafa adalah jenis orang berhati lembut yang kadang tak tega menyakiti perasaan orang lain, walau hanya pekerja sekalipun. Tapi jangan menganggapnya remeh jika orang itu sudah melukai perasaannya, jiwa arogan Fernando akan muncul dan menggantikan watak Sofia yang sama-sama mengukir jiwa raganya. Benar-benar perpaduan yang sempurna. Rafa hanya menatapnya kertas itu sekilas. Dia tau Alex pasti sudah punya kandidat terkuat yang tidak perlu dia ragukan kemampuannya. Bagaimanapun repurtasi Alex tak bisa diragukan jika masalah menyeleksi karyawan.


"Katakan saja padaku siapa yang lebih layak diantara mereka." Alex mengangguk. Dia tau Rafa bukan tipe pemimpin yang susah dilayani. Putra pertama Hutama itu cenderung sederhana dan simpel namun juga memerlukan orang yang bisa mengimbangi kecerdasan dan kecekatannya bekerja. Sungguh, dia mirip dadynya saat muda dulu.


"Dia adalah nona Yura. Lulusan terbaik akademi perkantoran yang mahir bela diri dan sudah berpengalaman bekerja sebagai asisten CEO perusahaan asing. Anda bisa melihat datanya." Rafa meraih tumpukan kertas itu. Hanya ada tiga kandidat yang kesemuanya perempuan. Latar belakang pendidikan merekapun tak main-main, tapi memang Yuralah yang terlihat paling sederhana diantara mereka.


"Apa tidak ada kandidat pria seperti saat dady dulu memilihmu uncle?" Bukan bermaksud menolak, Rafa hanya ingin memastikan jika dadynya sama sekali tak memberikan pilihan padanya untuk memilih jenis kelamin asistennya. Sesungguhnya dia juga ingin seperti dadynya yang punya Alex. Akan lebih nyaman baginya yang jarang berdekatan dengan wanita untuk berkomunikasi dengan sesama pria. Bukannya seorang asisten juga harus membuatnya nyaman?


"Tuan Fernando yang memasukkan daftar mereka. Jadi saya rasa dady anda punya alasan kuat untuk memilih mereka mendampingi anda bekerja." Insting Rafa benar, ada satu hal yang sudah kembali direncanakan orang tuanya. Meski dia tak tau apa itu tapi sungguh dia hanya berharap itu untuk kebaikan Hutama grup saja.


"Baiklah, panggil nona Yura kemari." perintahnya kemudian. Tak ada alasan untuk menunda. Makin cepat makin baik karena asisten ini tentu saja akan mendampinginya kemanapun hingga proyek Hutama selesai. Tentunya itu akan memudahkan dirinya nantinya.


"Baik tuan muda." Alex segera keluar, memanggil sang calon asisten dari ambang pintu.


Langkah teratur dan terdengar tegas memasuki ruangan Rafael. Sedikit memincingkan mata, sang CEO melihat tampilan calon asistennya lamat. Tak ada bayangan rok pendek dan baju ketat yang menempel di tubuh gagahnya. Ya, untuk ukuran wanita, Yura terbilang gagah dan ideal. Pantas saja jika dia pernah menjadi pelatih di camp militer sebelumnya. Setelan formal yang melekat pas ditubuhnya seakan memberi kesan elegan dan menarik. Jangan lupakan rambut pendek ala para polwan yang manaungi kepalanya, hidung mancung dan garis wajah tegas besarta kulit kuning langsat yang membuat lukisan wajahnya terlihat sempurna. Sungguh, Rafael dibuat terdiam sesaat karenanya.

__ADS_1


"Selamat siang tuan muda." sapanya seraya memberi hormat.


"Silahkan duduk." dan si cantik Yura menarik kursi amat cekatan lalu duduk. Jika dilihat, wanita ini lebih mirip bodyguard di film-film barat dari pada asisten yang mungkin bisa merangkap jadi sekretarisnya. Wajah formal, demikian juga dengan gestur tubuhnya. Semuanya amat datar dan sukar ditebak. Yang pasti, Rafael tau jika loyalitas wanita ini tak bisa dipertanyakan. Dadynya akan langsung membuang karyawan yang mengabdi setengah-setengah di perusahaan mereka. Pilihan yang amat tepat.


"Yura, Kau bisa mulai bekerja hari ini. Sekretaris Alex yang akan memberikanmu arahan. Masa magangmu hanya satu minggu, kuharap kau bisa belajar dengan cepat." Karena menilik usia Yura berada dibawahnya, Rafael yang tak ingin ambil pusing dengan sebutan seseorang memilih memanggil namanya saja. Tentu saja Yura ta keberatan. Itu malah akan membuatnya tak canggung dengan si tampan yang ada di depannya.


"Baik tuan muda." jawabnya patuh. Rafa segera menginteruksikan agar dia pergi ke ruangan Alex di depan ruangannya agar Yura bisa segera belajar. Setidaknya ini adalah hari pertamanya bekerja bukan? dia wajib mengenal perusahaan Hutama.


Prediksi Rafael soal Yura tak jauh meleset. Kurang dari sehari wanita muda itu sudah bisa menghandle semua tugas yang diberikan Alex. Menjalankan tugas asisten pribadi dengan amat baik hingga jam kerjanya habis. Sore itu, si wanita muda masih berada di samping sopir pribadi Rafael untuk mengantar sang atasan pulang ke rumahnya dan memastikan tas kerjanya tetap berada di tempat aman hingga masuk ke ruang kerjanya di kediaman Hutama. Benar-benar profesional.


"Silahkan tuan muda." Bahkan Yura sudah membuka pintu mobil dan mempersilahkan Rafael keluar hanya sesaat setelah mobil berhenti. Bahkan Rafa saja masih belum usai menghembuskan nafasnya. Cekatan.


"Asalamualaikum..." dan semua pelayan yang berderet menyambutnya serempak membalas salam sang tuan muda sembari membungkukkan badannya.


"Ehmmm...perkenalkan ini nona Yura. Asisten pribadi saya yang baru." Yura segera menganggukkan kepalanya sopan sembari mengatupkan kedua tangannya di dada membalas salam dari para ART disana.

__ADS_1


"Yura, ikuti saya." dan Rafael kembali melangkah ke ruang kerja yang sekaligus berfungsi sebagai kamarnya setelah menikah dengan Milea. Yura segera mengikutinya patuh.


"Waaahh...asisten tuan muda cantik sekali ya. Aku saja sampai terpesona melihatnya." celutuk seorang pegawai kebersihan rumah yang masih menatap takjub ke arah pintu ruang kerja Rafa.


"Ckckck...aku juga. Benar-benar cantik." puji yang lain. Kasak-kusuk masih terdengar hingga....


"Siapa yang kalian bicarakan?" sontak semua menoleh ke arah tangga. Disana, Milea berdiri sambil menatap semua orang. Rupanya dia mendengar sedikit pembicaraan para ART yang belum bubar itu.


"Itu..." tentu saja mereka bingung harus menjawab apa.


"Katakan padaku." dan mereka semua hanya mampu menunduk dalam kebingungan hingga pintu ruang kerja Rafael terbuka, menampilkan sosok cantik Yura disana. Mata Milea nyalang.


"Kau...siapa?" tanyanya menyelidik. Wanita muda itu dari kamar Rafa, apa yang dia kerjakan disana?


"Saya Yura nona. Asisten tuan muda Rafael yang baru." jawab Yura mantap tanpa meninggalkan kesopanannya.

__ADS_1


"Apa yang kau kerjakan di ruang kerja kak Rafa?" lagi...kali ini dengan tatapan penuh intimidasi. Tapi Yura sama sekali tak gentar.


"Tugas saya adalah menyiapkan semua keperluan tuan muda hingga jam kerja saya habis."


__ADS_2