Love You More, Husband

Love You More, Husband
Tak sendiri


__ADS_3

"Selamat datang di Tokyo Milea Hutama..." Senyum bahagia Milea surut seketika saat melihat siapa yang berdiri menyambutnya di ambang pintu rumah mewah beraksen Jepang di depannya. Tak hanya Milly, Ken Ibrahim dan Leon juga ikut terkesiap melihat siapa mereka. Sepasang suami istri yang sangat mereka kenal juga membuat jantung mereka berdetak cepat itu tersenyum entah apa maksudnya. Fernando satria Hutama dan istrinya. Bagaimana mereka tau???


"Kemari nak, apa kau tak rindu pada momymu ini?" panggil Sofia lembut. Tangannya bahkan sudah terentang menyambut menantunya yang masih terpaku beberapa saat lamanya. Sekejap kemudian Milea berlari pada Sofia dan memeluknya erat. Melihat Sofia membuatnya seperti melihat Maya, mamanya.


"Jangan menangis Milly. Kau berada di rumah momy. Semuanya akan baik-baik saja." kata Sofia dengan penuh kesabaran. Rumah itu memang milik Nando sekarang.


"Silahkan masuk tuan Ken..Lee..." ujar Fernando sambil berjalan mendahului mereka. Mau tak mau ayah dan anak itu ikut masuk saat seorang pelayan mendekat dan meminta mengikutinya dengan sopan.


"Kau salah jika sudah mempercayai Yura, Lee..." desis Ken dingin. Tadinya dia sangat percaya jika Leon bisa mengatasi masalah itu sendiri. Tapi Ken lupa jika sang besan adalah singa di dunia bisnis. Singa ini punya pengaruh dan kekuatan besar bagi siapapun yang akan menghalangi langkahnya. Nando punya kecerdasan dan feeling yang mumpuni hingga bisa membaca setiap gerakan mereka. Apalagi Yura, gadis itu tak akan pernah menghianati keluarga Hutama yang sudah banyak berjasa pada kedua orang tuanya. Perlu jam terbang yang tinggi baginya juga Leon agar bisa menandingi seorang Fernando. Bisa dikatakan jika hal yang mereka lakukan adalah sebuah hal yang sia-sia belaka.


"Ada hal yang ingin kalian katakan setelah membawa menantu kami tanpa seijin suaminya?" tanya Nando tajam. Ken Ibrahim menegakkan tubuhnya. Bagaimanapun dialah yang akan bertanggung jawab atas semuanya. Adalah suatu kebetulan jika dia bisa berjumpa Fernando sekarang. Artinya Ken akan menyelesaikan masalah mereka tanpa perlu ke Singapura.

__ADS_1


"Saya minta maaf atas semua yang sudah terjadi tuan Fernando. Tapi sebagai seorang ayah saya hanya ingin Milea bahagia. Hati saya sakit saat melihat putri saya menangis semalaman tanpa pertolongan termasuk dari suaminya, orang yang saya percaya untuk menjaganya. Tapi hari itu saya menyadari jika Milly sama sekali tidak pantas untuk tuan muda Rafael. Putri kami punya banyak kekurangan yang mungkin akan susah untuk diperbaiki." Fernando menatap Ken Ibrahim tanpa kedip. Jauh di lubuk hati Ken, rasa takut berkecamuk. Tapi seorang ayah adalah pelindung bagi keluarganya. Ken tak akan mundur.


"Jadi siapa yang lebih pantas untuk putra kami?" Nando menekan tiap kata dalam pertanyaanya. Tak ada balasan. Ken bahkan kesulitan menelan ludahnya sendiri.


"Shania Marvels orangnya dady. Putramu sangat mencintainya dan punya anak darinya. Aku sama sekali tak ingin memisahkan mereka, juga diduakan. Dady...sungguh aku sudah berusaha bertahan, tapi semuanya terlalu berat kurasakan. Aku tak yakin bisa menjalaninya." Tatapan tajam Fernando beralih pada Milea yang berada dalam pelukan istrinya.


"Jangan pernah mengambil kesimpulan sebelum tau yang sebenarnya Milly. Akan jatuh fitnah setelahnya." kecam Nando dingin. Bagaimanapun Rafael adalah putra kebangganannya. Putra yang dia didik dengan baik juga penuh kasih sayang. Mengetahui keburukan putranya tentu hal yang sama sekali tak dia inginkan.


"Mas Rafa tak akan membawanya ke apartemen jika tak ada apa-apa diantara mereka." lirih Milly sambil kembali menitikan air mata. Bayangan pertemuannya dengan Shane siang tadi sudah berkelebat lagi di matanya. Rafael bahkan rela berangkat pagi-pagi dan mengabaikannya hanya demi seorang Shane. Tapi suaminya tak patut disalahkan. Shane wanita yang sempurna, sangat jauh dibanding dirinya.


"Kak Rafa tak pernah mencintaiku momy. Lalu untuk apa aku bertahan? rasanya sakit momy...." Milea memukul dadanya berulang kali hingga Sofia meraih tangannya agar aksi menantunya itu berhenti. Dia pernah berada dalam posisi itu dimasa lalu. Dan Fransiska tampil sebagai ibu mertua terbaik baginya. Lalu sekarang....haruskah dia mengambil langkah seperti saat Fransisca menolongnya dulu???

__ADS_1


"Dengarkan dady Milly...dady akan mencari tau...."


"Tidak hubby! Kita akan kesana!" sergah Sofia cepat. Tangannya terkepal karena rasa kesal yang teramat sangat. Kenapa Rafael sangat mirip seperti ayahnya dimasa muda. Lama mengambil keputusan jika menyangkut perempuan dan anak-anak.


"Baiklah." putus Nando kemudian. Mana pernah dia menolak keinginan istrinya. Fernando bahkan akan memberikan apapun yang wanita itu inginkan.


"Tuan Ken dan kau Leon, tinggalah disini untuk beberapa waktu. Aku sudah menempatkan orang untuk mengurus perusahaan kalian selama tinggal disini." Ken Ibrahim dan Leon saling pandang. Bahkan mereka sudah menjualn semuanya beberapa jam sebelum berangkat kemari.


"Kami sudah menjual semuanya tuan. Dan kami juga ingin membayarkan hutang bisnis kami pada anda." Fernando tersenyum smirk.


"Kita adalah keluarga. Tak ada hutang piutang lagi tuan Ken. Soal perusahaan anda dan Leon, jual beli itu sudah dibatalkan beberapa jam lalu."

__ADS_1


"Tapi tuan...."


"Cukup relakan putri anda pada kami, yakinlah saya dan Sofia tak akan membiarkannya sendirian dalam kesedihan."


__ADS_2