
Rafael memasuki kediaman Hutama yang megah dengan langkah berat saat mendapati kedua orang tuanya sedang bersantai di sofa ruang keluarga. Momy Sofia sedang memijat ringan kepala Fernando penuh cinta. Tawa kecil mereka bahkan sesekali terdengar sebelum Rafa menampakkan diri. Setelahnya hanya suasana tegang yang tercipta. Nando segera membenahi duduknya.
"Asalamualaikum dady, momy..." dan Rafael mengecup tangan kedua orang tuanya takzim.
"Duduklah." Rafael duduk di singel sofa. Tak ada suasana hangat pada kelurganya seperti dahulu. Momynya bahkan sama sekali tak bersuara.
"Dimana Milly dad?" Suara bergetar yang keluar dari bibir Rafael menunjukkan jika tuan muda Hutama itu sedang tak baik-baik saja.
"Milly sedang berlibur." balas Nando setelah sekian lama diam.
"Berlibur tanpa pamit?" Sofia meradang, tapi Nando segera mengelus tangannya. Untuk urusan menekan emosi wanita memang bukan ahlinya.
"Dia sudah pamit pada kami."
"Tapi tidak padaku dad. Aku suaminya." protes Rafael dengan suara rendah. Betapa kecewanya dia saat mendapati rumah dalam keadaan kosong karena seluruh pembantu diliburkan. Hanya bagian keamanan dan pengawal saja yang ada. Saat dia bertanya dimana Milea, yang dia dapatkan hanya jawaban jika istrinya dijemput kakaknya dan belum kembali. Berulang kali Rafael mencoba menghubungi ponselnya, tapi nomernya selalu tidak aktif. Mendatangi kediaman keluarga Ibrahim juga sama saja keadaanya dengan rumahnya, sepi tak berpenghuni.
__ADS_1
"Kau suaminya, tapi sama sekali tak menghargai keberadaan dan perasaannya Raf. Kau bahkan menyembunyikan wanita lain di apartemenmu. Kapan dady mengajarkanmu untuk melakukan perselingkuhan?" Rafael tercekat dengan kalimat penuh penekanan dadynya.
"Dady tidak tau apa yang terjadi pada Shane." tukas Rafa lemah.
"Dady sangat tau jika dia adalah korban traficking dari mantan suaminya hingga mengalami depresi. Tapi semua itu adalah karma bagi perbuatannya dimasa lalu. Kau tak harus bertanggung jawab Raf." Sofia hanya menyimak pembicaraan ayah dan anak itu dalam diam. Dia bahkan sama sekali tak menyingung usaha pemukulan Shane pada dirinya karena tak ingin masalah itu makin panjang.
"Dady....anak itu cucumu juga. Tak akan ada yang bisa menjamin kehidupannya jika dia hidup hanya bersama ibunya. Bagaimana kejiwaanya jika tau ibunya adalah....pelacur?? sedang Rich sama sekali tak mau menerima Shane lagi." Kali ini suara Rafael benar-benar makin lirih. Memandang mata ayahnya saja dia tak berani.
"Jose memang cucu kami. Rich akan menanggung hidupnya hingga dewasa nanti tanpa campur tanganmu. Adalah benar jika Rich tak mau menerima Shania lagi. Wanita itu sudah menghianatinya. Sepuluh milyar bukan uang yang kecil Raf. Dan wanita itu malah menggunakannya untuk foya-foya dan melarikan diri dengan orang yang sudah menjadikannya pelacur." kecam Nando penuh tekanan.
"Setidaknya kita bisa juga menanggung hidup Shane dad...Jose perlu ibunya juga."
"Jika dia memang mau menikahi Shania, biarkan saja hubby. Dia sudah dewasa, aku juga sudah berjanji memberinya kebebasan pada wanita itu." Sofia ikut mengeluarkan suara dengan ekspresi tak peduli. Sebagai seorang ibu dia merasa gagal. Sekuat apapun dia mengikuti jejak sang mertua, Fransisca saat mendidik anak-anaknya..nyatanya dia tetap tak bisa.
"Baik jika kau sudah berjanji." Rafael sudah menduga akan begini akhirnya. Dadynya akan selalu mengalah pada suara lembut ibunya dan menuruti kemauannya. Sekarang dia tau siapa sebenarnya penguasa keluarga Hutama, bukan ayahnya yang garang...tapi ibunya yang terlihat lemah dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Dad...."
"Menikahlah jika itu yang kau inginkan." Nando berubah acuh seperti istrinya. Tak ada lagi pembicaraan layaknya ayah dan anak seperti biasa. Nando seolah sudah tak peduli padanya tanpa mau mencegah atau menasihatinya. Ibunya juga setali tiga uang dengan keputusan mutlaknya. Sekarang dia bukan hanya kehilangan keluarga juga istrinya, dia juga akan kehilangan semuanya jika memilih Shania. Rafael sendirian.
"Setidaknya katakan dimana Milea. Aku perlu bicara dengannya."
"Itu tidak perlu Raf. Milly sudah tau semuanya. Jika momy tidak bisa membalas kebaikan mamanya dimasa lalu dengan menikahkan kalian, setidaknya momy tak akan membuatnya terluka. Kau juga tak harus membayar hutang budi momy, karena momy sendiri yang akan membayarnya. Sekarang kau sudah tak punya kewajiban apapun pada momymu ini." sebulir air mata jatuh di pipi Sofia hingga Fernando mengeram marah. Dia sudah berjanji tak akan lagi membuat wanitanya menangis dimasa lalu. Sekarang wanita itu bahkan menangis karena perbuatan putra yang dia lahirkan dengan bertaruh nyawa dan mereka besarka dengan limpahan kasih sayang.
"Momy....jangan pernah berkata seperti itu. Aku tetap punya kewajiban pada kalian. Mom...aku menyayangi dan menghormati kalian." Rafael bahkan berlutut memeluk kaki ibunya penuh penyesalan. Tapi Sofia sudah menutup mata dan hatinya.
"Pergi dan jangan pernah kembali lagi ke rumah ini. Tak usah takut tak bisa menghidupi anak itu juga ibunya. Kau akan mendapatkan keuntungan dari saham atas namamu setiap bulan." kata Sofia dingin. Rafael menyeka air matanya. Betapa dia sangat terpukul dengan semua itu. Bayangan kasih sayang ibunya bahkan terus berkelabat dimatanya. Sofia bahkan akan melakukan apapun untuk anak-anaknya termasuk menentang Fernando. Tapi sekarang?? dia sudah melukao hati wanita yang amat dia sayangi itu hingga sebegitu dalamnya. Rafael bangkit dan berjalan lunglai menuju pintu meninggalkan rumah masa kecilnya. Orang tuanya bahkan sudah mengusirnya dengan dramatis.
"Sayang..jangan menangis lagi." Fernando memeluk istrinya erat, mencoba menguatkan wanitanya yang telah terluka.
"Maafkan aku hubby...aku sudah menghancurkan mimpimu." lirih Sofia seraya membenamkan wajahnya di dada sang suami. Dia sangat ingat keinginan suaminya untuk pensiun begitu cucu mereka lahir nanti. Nando ingin hidup tenang dan mewariskan kejayaannya pada putra-putranya. Pria itu mungkin masih mahfum jika Rich sama sekali tak tertarik pada perusahaan dan memilih dunianya sendiri karena masih ada Rafael yang akan mengurus usahanya. Tapi sekarang....Hutama grup sudah kehilangan penerusnya, dan Fernando harus bekerja keras sendirian hingga masa tua.
__ADS_1
"Kau salah Sofia, impianku hanya menua bersamamu. Jika anak-anak kita tak ingin melanjutkan kerja keras orang tuanya, kita bisa menjual semuanya dan hidup tenang dimasa tua. Aku bahkan tak berharap mereka mengikuti kemauanku. Ikhlaskan saja semuanya. Aku hanya ingin bersamamu saja."
"Aku yang akan menggantikan kakak Dad."