Love You More, Husband

Love You More, Husband
Merajuk


__ADS_3

"Dave, jangan lupa cuci tangan dan sikat gigimu sebelum tidur nak." ucap Yura setelah Jose yang sekarang dia panggil Dave mengucapkan selamat malam padanya. Gerakan berlari Dave yang tergesa membuat Yura ragu jika pria kecil itu akan menuruti nasehatnya. Mau tak mau wanita muda itu menyusulnya ke kamarnya.


"Selamat malam nyonya." sapa Kim yang jadi baby sitter Dave seminggu ini. Andai bukan Rich yang bersikeras, tentu Yura akan menolak kehadirannya karena dia tak mau anak-anaknya di asuh orang lain. Meski Dave tak lahir dari rahimnya, tapi sungguh Yura sudah menganggapnya seperti putranya sendiri.


"Malam Kim. Aku hanya akan memastikan Dave menggosok gigi dan mencuci tangannya saja." Kim segera mengangguk hormat pada nyonya rumahnya lalu sedikit bergeser dari pintu agar sang nyonya bisa masuk ke kamar mandi dimana Dave berada.


"Bunda..." mata jernih Dave berbinar kala melihat Yura masuk. Mulut kecilnya yang masih dipenuhi busa pasta gigi segera dibasuh bersih, tangan kecilnya juga beegerak cepat menuang sabun cuci tangan lalu segera menyongsong bundanya.


"Kok bunda kesini?" Yura memeluk si kecil lalu menuntunnya keluar.


"Bunda mau menemani aku? Kan seharian ini bunda sibuk diluar." Ada rasa bersalah dihati Yura. Semenjak Rafa pergi bekerja dan dia menempatkan diri sebagai sekretaris suaminya, waktunya untuk Dave memang banyak berkurang. Tapi dia harus melakukannya karena hanya dengan begitu Rich mau pergi bekerja. Ada tanggung jawab besar yang dia emban lebih dari sekedar menjadi istri seorang Richard hutama.


"Jadi kau merindukan bunda?" Mata bulat Dave mengerjab jenaka sebelum kepalanya mengangguk. Yura yang gemas segera mengusap kepalanya.


"Mau bobok sama bunda." rengeknya manja.


"Dave, kau sudah besar. Tidurlah sendiri di kamar. Bukannya ada bibi Kim yang akan menemanimu?" suara bariton yang mereka kenal menginterupsi acara manja-manjaan ibu dan anak sambungnya itu. Saat keduanya menoleh ke pintu, tampak Richard berdiri gagah disana, menyandarkan tubuhnya di kusen sambil bersidekap.


"Tapi aku kangen bunda, pa." lagi, rengekan manja Dave membuat Yura tak tega.

__ADS_1


"Biarkan aku menemaninya tidur, kak." siapa yang bisa menolak permintaan Yura? Rich juga sudah memberi isyarat agar Kim pergi ke kamarnya saat Yura mulai membimbing Dave ke tempat tidur lalu mulai menidurkan si bocah. Jemarinya mengelus kepala Dave sambil menyanyikan lagu pengantar tidur yang tak lama sudah membuat Dave tertidur meski belum bisa dikatakan pulas. Mungkin anak itu kelelahan bermian seharian ini. Baru saja hendak pergi menyelami alam mimpi, sebuah tepukan ringan mendarat di bahu Yura. Saat dia menoleh, wajah Rich sudah ada sangat dekat padanya hingga Yura menghentikan tarikan nafasnya karena terkejut.


"Ayo." dan tanpa menunggu persetujuan Yura, Rich sudah menarik tangan wanitanya keluar dari kamar Dave lalu menutup pintunya dengan gerakan lembat. Rich tak ingin Dave terbangun.


"Kenapa? aku ingin menemani putraku." protes Yura saat mereka sudah diluar kamar. Rich menengok malas.


"Dia anakku Yura. Kau hanya ibu sambungnya." sahutnya asal membuat Yura menghentikan langkahnya sekaligus menghentakkan pegangan tangannya hingga terlepas, kasar.


"Sekali lagu kau katakan hal itu maka aku tak segan pulang ke rumahku kak!!" sergahnya dengan kilat kemarahan yang mengerikan hingga Richpun kaget karenanya.


"Sayang bukan itu maksudku. Aku hanya salah bicara tadi." ucap Rich dengan penyesalan mendalam.


"Apa? Kau anggap aku ini apa Ayura hutama? Yang kau bicarakan hanya Dave...Dave dan Dave!!! Kau sayang padanya, dia kehidupanmu, dia segalanya...bla..bla...bla..lalu siapa aku???!! Selama ini aku sudah berusaha diam. Tapi kau selalu mengujiku. Jika kau menyayanginya kenapa tak menikahi anakku saja!!" Rich bahkan sampai mengetatkan rahangnya saat mengeluarkan isi hatinya.


"Apa yang ada dalam pikiranmu hanya hal-hal kotor saja? kau tau bukan jika pernikahan itu tak hanya menyatukan kita tapi juga keluarga kita? Dave adalah salah satunya."


"Hal kotor? aku hanya ingin malam pertama yang sesungguhnya setelah pernikahan kita, tapi kau menganggapnya hal kotor? Yura kau sungguh memandang rendah sebuah pernikahan. Aku memang sudah bersalag karena memaksamu hari itu. Tapi ingatlah jika sekarang aku adalah suaminu." Yura yang masih dalam mode terkejut masih terdiam ditempatnya hingga Rich pergi meninggalkannya, memasuki kamar utama. Suara keras pintu yang dibanting menyadarkan Yura yang segera berjalan cepat menyusulnya. Mata kelabunya membola kala melihat apa yang dilakukan suaminya.


"Apa yang kau lakukan?" Rich menoleh sekilas lalu kembali membenahi pakaiannya untuk dimasukkan ke dalam koper miliknya.

__ADS_1


"Kau...kenapa bersikap seperti anak kecil? mau main pergi begitu saja saat ada masalah. Kapan kau akan bersikap dewasa dan berhenti main-main Richard Hutama!!!" Yura menghentikan gerakan tangan suaminya, namun Rich sama sekali tak menghiraukannya.


"Aku akan pindah ke apartemen untuk sementara waktu. Seperti dirimu, aku juga butuh waktu untuk menata hatiku. Nikmati harimu bersama Dave. Jika kau atau dia perlu sesuatu, temui aku di kantor."


"Kau kekanakan sekali." sinis Yura kesal. Tapi Rich sama sekali tak berekspresi. Langkah panjangnya kembali berayun hendak keluara kamar dengan menyeret kopernya tapi lagi-lagi Yura mencegahnya hingga sang tuan muda kedua memutar bola matanya, jengah.


"Aku yang kekanakan akan jauh berbeda dengan kau yang keibuan bukan? Sekarang nikmatilah menjadi seorang ibu dan aku akan menikmati masa kanak-kanakku hingga ibuku datang menjemputku." dan sekali lagi Rich menepis tangan Yura yang menatapnya dengan pandangan kosong.


Rich segera membuka pintu mobil miliknya lalu masuk setelah berpesan beberapa hal pada penjaga. Hatinya sudah terlanjur diliputi amarah berlebih. Lebih baik tinggal berjauhan jika berdekatanpun tak bisa menyatukan. Kepalanya mungkin terasa pusing, tapi beban di dadanya sudah sedikit berkurang. Sudah dia putuskan untuk menjaga jarak dari Yura mulai dari sekarang.


🌺


🌺🌺


🌺🌺🌺


Asalamualaikum semua....


Masih setia menunggu lanjutan ceritanyakan? Walau authornya suka lelet pas up, tapi masih berusaha mempertahankan semangat 45 kok☺☺. kalian juga harus tetap semangat seperti moment hari kemerdekaan ke 78 kali ini ya. Tetap semangat dan Mererrrdekaaaaa!!!

__ADS_1



__ADS_2