
Richard tersenyum bahagia ketika tangan kekarnya bergerak membelai rambut istrinya lalu menyelimuti tubuh polos Yura yang terkulai tak berdaya setelah permainan panas keduanya. Wanitanya bahkan tak menjawab pertanyaannya setelah pelepasan terakhir mereka. Sejujurnya Rich juga sama sepertinya, lemas. Namun rasa puas dan bahagia membuatnya terus bersemangat. Sepanjang permainan tadi entah berapa kali Yura meneriakkan namanya, juga dirinya yang terus menyebut nama wanitanya saat ombak pelepasan itu datang menerpa.
Siapa sangka Ayura moraima yang terlihat dingin dan kaku berubah menjadi singa yang buas di tempat tidur. Wanitanya itu bahkan tak memberinya kesempatan berhenti dan terus menggodanya dengan berbagai cara, entah pada siapa dia berguru. Tapi lihatlah siapa yang paling bahagia sekarang? dia bukan?? Rich bahkan tak bisa membayangkan jika bercinta akan terasa senikmat sekarang. Membayangkannya saja sudah membuat Rich ingin buru-buru masuk ke dalam selimut tebal mereka dan memeluk tubuh sintal istrinya dan memeluknya hingga pagi datang.
Bukan pagi yang dijumpai Rich maupun Yura. Tapi siang hari saat mereka sama-sama terjaga, saling pandang lalu pandangan itu terputus oleh senyum malu-malu Yura yang langsung menyusupkan kepalanya di dada telanjang suaminya. Tentu saja Rich dibuat gemas karenanya.
"Selamat siang sayang." sapa Rich sambil mengecup kening istrinya. Pria tampan itu bahkan masih menguap karena rasa kantuk yang masih menyerang.
"Kau..mau kemana hemm???" Rich menarik tangan Yura yang akan duduk hingga terjerembab kembali ke dalam pelukannya.
"Kak...lepaskan aku. Aku mau ke kamar mandi dulu." jawab Yura yang memang ingin buang air kecil lalu membersihkan diri. Tubuhnya terasa tidak nyaman. Lagi pula dia sama sekali tak percaya diri berada di dekat Richard yang masih saja mempesona dimatanya meski sama-sama baru bangun tidur.
"Hmmm...baiklah." Rich menyerah dan melepaskan cekalanya lalu meregangkan tubuhnya sementara Yura sudah berlari kecil ke kamar mandi.
...Triing....
.....Tring....
Richard menoleh ke nakas dimana ponsel Yura tergeletak. Awalnya dia tak peduli, tapi begitu beberapa pesan masuk, Rich dibuat penasaran. Memang siapa yang mengirimkan pesan sebanyak itu siang-siang bolong begini? apalagi ini hari libur. Tangannya terulur menjangkau benda pipih itu. Senyumnya terbit saat melihat wallpaper ponsel yang memuat foto pernikahan mereka. Ahh...dia juga akan memakai wallpaper yang sama nantinya.
__ADS_1
"Milea...." gumamnya saat tau siapa pengirimnya. Tumben kakak iparnya itu rajin kirim pesan. Padahal ibadah umrohnya belum usai. Rich kembali menggerakkan jarinya menelusuri pesan Milea pada istrinya.
π±'Bagaimana? apa kau sudah mencobanya? percayalah tipsku tak pernah mengecewakan karena aku mendapatkannya langsung dari momy.'
π±'Nanti akan kuberi tips lain agar suamimu makin sayang padamu. Ingat Yura, jangan biarkan cassanova jadi-jadian seperti suamimu itu melirik wanita lain.'
π±'Momy mempercayakan putra kesayangannya padamu. Seperti dady yang sudah mempercayakan pangerannya padaku. Jadi berusahalah menjaganya baik-baik.'
Rich tersenyum smirk setelah membaca pesan Milea. Ternyata ini semua hasil perbuatan istri kakaknya itu. Pantas Yura bersikap sangat lain sejak kemarin. Wanita itu berubah amat feminin dan anehnya malah full power di ranjang. Rupanya ada Milea dibalik semua ini. Dengan segera Rich meletakkan ponsel Yura kembali ke tempatnya lalu menyusul Yura ke kamar mandi.
"Aahhh...kak!!!" pekik Yura seraya menutupi bagian penting tubuhnya kala Rich menerobos masuk. Dia belum selesai mandi, bahkan sabun yang digunakannya belum teroles sepenuhnya pada tubuhnya. Rich kembali tersenyum melihatnya. Dengan gerakan pelan dia mengambil sabun dan menggosok tubuh istrinya, ikut mengguyur diri dibawah shower lalu memberi isyarat agar Yura melakukan hal yang sama pada dirinya.
"Rich....."
"Eehhmm....ada apa?" desis Rich, menghentikan belaian nakalnya pada tubuh Yura, namun Yura kembali mencengkeram tangannya agar tetap bemain disana.
"Apa Milea juga mengajarkan ini padamu heemmmmm???" Rich makin menggodanya saat pertanyaan itu muncul hingga Yura hanya bisa mengangguk dan menutup matanya tanpa bisa menjawab. Gelombang kenikmatan itu datang bergulung, menyita separuh kesadarannya hingga menuntunnya memeluk erat tubuh kekar suaminya sebelum menyandarkan diri disana.
"Yura...sekarang aku akan mengajarkanmu bagaimana indahnya sensasi bercinta di kamar mandi, sofa atau dimanapun agar kau tau aku bahkan sepuluh langkah lebih maju dari Milea." bisik Rich sebelum memulai sesi percintaannya kembali. Rasa lapar, lelah dan ngantuk berganti dengan semangat baru saat ******* istrinya terus bergema. Para wanita itu lupa jika dia dan Rafael berdarah bule juga. Sedikit banyak mereka mewarisi kekuatan dan ukuran seorang Fernando yang masih saja selalu membuat Sofia takhluk meski sudah memasuki setengah abad lebih.
__ADS_1
"Ahhh.... Riicchhh....." Yura kembali mendesah dengan suara keras saat Rich menekan semakin kedalam. Untung saja kamar itu dibuat kedap suara hingga tak menimbulkan suara-suara aneh diluar sana. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi di rumah megah itu.
"Kau benar-benar membuatku kecanduan sayang." balas Rich dengan nafas memburu bak pelari marathon yang sedang bertanding. Percikan bara cinta kembali beradu hingga Keduanya saling memeluk dengan tubuh menegang. Rich bahkan sudah menyemburkan benih cintanya di dalam sana entah berapa banyaknya, namun Yura masih butuh berlama-lama menautkan tubuh mereka. Untung lengan Rich selalu menopang tubuhnya agar tidak ambruk ke lantai.
"Kita harus segera mandi sekarang. Kita butuh sarapan untuk menyiapkan energi tambahan." Rich melepaskan penyatuan mereka namun masih memegangi tubuh Yura yang terasa bergetar.
"Tapi aku sangat lelah kak. Bisakah nanti malam saja kita lanjutkan?" rengek Yura namun tak dijawab oleh Rich yang memilih memandikannya lalu membantunya mengenakan bathrobe sebelum mengendongnya keluar lalu memakaikan pakaian rumahan untuknya sekalian.
π
ππ
πππ
Selamat malam readers....
Maafkan author yang menamatkan karya ini tanpa pembaritahuan terlebih dahulu. Setelah dua kali revisi yang ditolak pada bab ini, sya jadi pesimis melanjutkan karya ini. Selain tak sesuai dengan imajinasi sya yang berharap novel ini bisa diterima seperti pendahulunya, sampai bab sekian juga tak ada perkembangan dgn karya ini. Tapi tak apa-apa, sya sudah cukup bahagia dengan respon kalian semua yang sudah mendukung dan menyemangati saya. Bagi yang masih menginginkan cerita ini berlanjut, akan ada extra part sambil menunggu reaksi kalian selanjutnya. Sementara itu, pindah dulu ke judul baru yukπ Tetap dukung dan semangati author dadakan ini ya.
Salam sayang dan bahagia selaluπππ
__ADS_1