Love You More, Husband

Love You More, Husband
Seperti pacaran


__ADS_3

Seharian ini momy sofia selalu berada di dekat menantunya, menunjukkan pada Milea banyak hal juga memperkenalkan gadis itu pada para petinggi, staf dan karyawan rumah sakit milik keluarga Hutama itu dengan bangga. Sofia tentu saja sanggat bangga pada menantunya yang lulusan universitas ternama di ibu kota yang dia sendiri bahkan belum bisa mencapainya di usia Milea dulu. Milea memang bukan lulusan terbaik seperti dirinya, namun menyelesaikan strata satu dalam kurun tiga tahun juga adalah sesuatu yang patut diapresiasi mengingat gadis itu juga berasal dari keluarga kaya dan terpandang.


"Mom..bukankah staf keuangan berada disana?" Milly menoleh ke arah kanan dimana ruangan para staf keuangan berada. Bukankah seharusnya dia berada di sana?


"Kau bukannya mau jadi staf keuangan sayang." Sofia mengulum senyum tertahannya. Rafael benar-benar jahat. Putranya itu bahkan mengatakan jika Milly akan bekerja di bagian keuangan padahal itu sama sekali tak terlintas dipikiran Sofia.


"Lalu aku harus kemana mom?" Milea mengeratkan gengamannya pada sang ibu mertua, namun tak urung tetap melangkah mengikutinya juga.


"Manager? Ini ruang manager?" lirih Milea saat Sofia membuka pintunya.


"Masuklah. Ini ruanganmu." Milea masih bengong di depan pintu hingga Sofia menariknya masuk. Seorang wanita muda mengikuti keduanya lalu menutup pintu ruangan.


"Kau......" Milea menatap tak percaya pada wanita muda yang berdiri di belakangnya. Wajahnya amat mirip dengan Yura, namun wanita itu pasti beberapa tahun lebih tua dari asisten suaminya itu.


"Perkenalkan, dia Renata Moraima...kakak kandung Yura. Kau bisa memanggilnya Rena saja." Milea menatap mertuanya nanar.


"Moraima?" ulang Milly sambil berjabat tangan dengan Renata

__ADS_1


"Ya. Mereka putri tuan sean dan Amanda." Tegas Sofia. Seketika ingatan Milea kembali pada acara akad nikahnya dengan Rafael beberapa bulan lalu. Papanya memperkenalkan padanya pasangan suami istri yang tampak sangat romantis meski berbeda ras. Dia adalah sean moraima dan Amanda Larsons yang merupakan orang kepercayaan Fernando meski kekuasaanya masih berada jauh dari seorang Alex. Tapi Fernando sudah menganggap mereka keluarganya juga.


"Berarti kalian teman masa kecil suamiku juga?" Milea tau pasti masalah itu. Ken Ibarahim papanya beberapa kali bercerita jika Sofia juga membiarkan anak-anak Sean menghabiskan liburan di rumahnya saat datang ke Jakarta.


"Anda benar nyonya." balas Rena sopan. Renata sangat berbeda dari Yura yang selalu memancing amarahnya saat bertemu meski mereka sudah mulai berdamai sekarang. Yura bahkan beberapa kali memberikan informasi seputar kegiatan suaminya saat dia meminta. Ahhh...pantas saja sikap Yura terlihat santai saat bersama Rafa, ternyata mereka teman masa kecil walau usia mereka terpaut beberapa tahun. Yura mungkin seusia Richard sekarang.


"Milea...Rena ini yang akan mengajarimu banyak hal karena dia adalah manager disini. Dalam beberapa bulan kau harus bisa menggantikan dia." Milea menelisik ibu mertuanya. Untuk apa digantikan? Bukannya rumah sakit ini sudah punya manager andal dan cekatan seperti Renata? Milea tak ingin mengambil posisi dan pekerjaan orang lain dengan cara kejam dan memanfaatkan kekuasaan mertunya saja.


"Kurasa itu tidak perlu momy. Aku hanya ingin bekerja sebagai staf biasa, bukan manager. Biar kak Rena saja yang memegangnya." tukas milea berapi. Dia terlihat tulus karena tak ada niat untuk jadi seorang pemimpin. Dia hanua mencari pengalaman kerja saja.


"Milea....mulai sekarang kau harus berusaha menjadi seorang nyonya muda Hutama yang punya banyak tugas dan kewenangan seperti suamimu. Mungkin kau masih terlalu muda untuk memikul beban ini nak, tapi kau harus belajar." Sofia menjelaskannya dengan sangat sabar. Dia amat tau Milea akan sedikit kesulitan mengingat usianya yang masih muda. Dia sendiri sudah berusia 28 tahun dan sarat akan pengalaman saat pertama kali masuk keluarga itu. Milea masih butuh banyak bimbingan nantinya. Syukurlah jika menantunya itu sendiri yang minat bekerja, artinya Milea punya kemauan tanpa dia minta.


"Rena tak bisa selamanya disini karena dia asisten momy. Dia akan ikut kemanapun momy pergi Milly. Apalagi dadymu sudah memproyeksikan Rena untuk menggantikan papanya mengurus bisnis keluarga kita di Jepang sana." Rena tersenyum saat mendengar perkataan sang nyonya. Dia rindu ayah ibunya dan sangat antusias ketika rencana itu dibuat. Rena rindu Jepang.


"Jadi Rena, kau bisa memulai tugasmu sekang. Dan Milly...ruangan momy ada disebelahmu jika kau perlu apa-apa sayang." Milea mengangguk sopan pada ibu mertuanya. Rasa syukur tak pernah terlepas dari benaknya karena mempunyai mertua sebaik Sofia. Mertua rasa mama kandung tampaknya walau Milea tau akan batasannya.


"Silahkan nyonya muda." Rena mengarahkan Milea untuk duduk di kursinya lalu mulai mengajarkan beberapa hal yang mesti dikuasai oleh Milea. Tentu saja otak cerdas Milea langsung bereaksi. Tak ada kesulitan berarti karena dia juga putri pengusaha. Setidaknya Milly punya sedikit pengalaman dibidang itu dari papanya dan Leon.

__ADS_1


Hari pertama bekerja terkesan singkat untuk Milea. Padahal dia sedang asyik belajar dari Rena yang ternyata tutor terbaik. Sikap ramah, sopan dan cekatannya membuat Milly senang dan tak merasakan lelah. Milea baru sadar jika hari sudah sore saat Rena mulai membersihkan mejanya.


"Kak Rena...ini masih jam tiga sore. Bukankah jam pulang masih satu jam lagi?" Milea hingga harus membuka peraturan rumah sakit untuk menguatkan perkataannya. Disana memang tertera jika jam kerja diakhiri pukul lima.


"Tuan muda sudah berpesan pada saya agar anda pulang jam 3 setiap harinya nyonya." Milea mengangguk pelan. Rafael cukup tau Milly perlu setengah jam lebih untuk sampai ke rumah sebelum dirinya datang. Wajar saja jika dia minta Milly pulang duluan.


"Mari nyonya." Rena membukakan pintu, mempersilahkan Milea berjalan lebih dulu.


"Ehmm...kau sudah siap?" Milea hampir saja memekik kaget saat tubuh tegap suaminya sudah berdiri di luar pintu. Milly terlalu banyak berpikir hingga tak memperhatikan sekitarnya. Ahhh...pria itu?? Kenapa terlihat amat tampan sekarang? senyumnya sangat manis hingga Milly tak berkedip karenanya.


"Ka..kak Rafa??" Rafael menyetuh pipinya lembut setelah berulang kali pertanyaanya tak dijawab karena Milly yang terus menatapnya penuh damba.


"Ya, ini aku. Kenapa kau kaget begitu?" tanya sang pria tak kalah lembut. Milea selalu saja tak berani menatap bola mata coklat terang itu. Apalagi saat tangan kekarnya membelai pipinya seperti sekarang. Tentu saja bayangan terapi pembesaran alami mereka yang akan muncul dibenaknya. Bibir itu...bibir itu yang selalu membuatnya mendesah dengan ******* lembutnya. Mileaaaaa...kenapa kau berubah mesum begitu???


"Kakak mau bertemu momy?" pertanyaan bodoh. Rafael berdiri di depan pintu ruangannya, bukan ruangan Sofia. Sudah pasti suaminya itu ingin bertemu dengannya, bukan ibunya. Tapi sungguh Milea dibuat kehilangan kata-kata hanya dengan menatap bibir seksi sang suami.


"Aku datang menjemputmu." bolehkah Milly berjingkrak girang sekarang? apa itu artinya Rafael sudah jatuh cinta padanya??

__ADS_1


"A...aku??" Milea tersenyum malu. Dijemput?? dia jadi merasa mereka seperti pacaran sekarang.


"Ya. Ini hari pertamamu bekerja. Momy ada operasi hingga beberapa menit kedepan. Sebaiknya kita pulang." Rafael mengenggam tangan istrinya dan mengajaknya ke lift khusus setelah berpamitan pada Rena yang menatap pasangan itu bahagia.


__ADS_2