Love You More, Husband

Love You More, Husband
Kalah


__ADS_3

Bel sudah beberapa kali berbunyi, tapi sosok pria tampan di dalam sana seolah menulikan pendengarannya. Dia masih setia bergelung dibawah selimut tebalnya dengan wajah tenang tanpa dosa sedikitpun. Larut dalam buaian mimpi di alam bawah sadarnya. Lagi-lagi bel berbunyi hingga gedoran dipintu seolah ingin menjebolnya karena tingkat ketidaksabaran si pengetuk pintu.


"Papa!! Papa!!!...papa!!! Teriakan kecil itu menggema diseluruh koridor apartemen hingga beberapa tetangga kanan kiri maupun depannya seketika membuka pintu karena suara berisik itu. Tapi begitu menyadari penyebabnya adalah bocah kecil dengan wajah tampan dan tubuh gemoynya yang menawan mambuat mereka semua urung berteriak marah dan melepas kejengkelan karena situasi berisik yang dia tinbulkan. Dua orang bahkan mendekat untuk sekedar meluapkan rasa simpatinya pada si bocah lalu ikut memencet bel juga memanggil nama sang empunya apartemen hingga pintu terbuka dengan gerakan sangat pelan. Sesosok tampan yang identik dengan si bocah menyembul dari balik pintu dengan wajah bantalnya.


"Papaaaa....." dan si kecil Dave sudah lebih dulu berlari memeluk kaki sipria yang pastinya Richard Hutama hingga putra kedua Fernando itu mundur untuk menjaga keseimbangannya.


"Jangan melepas anak kecil sendirian diluar tuan. Itu tindakan yang tak benar. Bisa jadi berbahaya." ujar seseorang penghuni apartemen sebelah dengan tatapan tajam.


"Ya, lihat..dia begitu lucu. Aku jadi ingin punya anak laki-laki sepertinya." timpal yang lain lengkap dengan wajah gemasnya.


"Kau sangat tega. Anak sekecil ini masih butuh pengawasan. Kau malah enak-enakan tidur dan mengabaikannya." Komentar lain yang datang tanpa bertanya situasi apa yang sedang terjadi antara bapak dan anak itu. Mereka terdengar mengahakimi dan menyalahkannya tanpa bantahan ataupun penjelasan detail darinya. Rich yang masih dalam mode bingung hanya bisa diam hingga mereka semua menghilang satu persatu dari hadapannya dengan berbagai ekspresi. Hanya satu hal yang memenuhi kepalanya. Bagaimana Dave bisa sampai disini dan membuat gaduh blok apartemannya dengan sangat menggemaskan? Rich segera menjangkau putranya lalu menggendongnya dan membawanya ke dalam.


"Bagaimana kau bisa sampai disini? apa bundamu yang mengantarmu hemm?" suara serak yang terdengar berat, namun masih membuat si gembul menggelengkan kepalanya.


"Bunda tidak tau aku kemari." jawabnya amat polos. Rich hingga harus mengerutkan keningnya. Jika Yura tak tau maka dengan siapa sibocah kemari? Apa ini yang dimaksud Yura dengan menyayangi Dave? mana sosok ibu yang baik seperti yang dia gambarkan? Sedikit kamarahan melintas dalam pikiran Richard. Yura hanya menyayangi Dave didepannya saja seperti lagu ratapan anak tiri yang populer dimasa lalu.

__ADS_1


"Lalu dengan siapa kau kemari?" Rich meletakkan putranya diatas sofa lalu duduk disampingnya, masih menatap ingin tau pada Dave yang juga menatapnya.


"Om Jake." jawabnya lagi. Jake?? dia adalah salah satu pengawalnya. Yang dia tau Jake adalah pengawal yang sangat patuh. Dave pasti mengatakan sesuatu yang membuatnya menurut dan mengantarkannya kemari.


"Apa yang kau katakan padanya?" Mata bulat sebening kristal itu mengerjab jenaka sebelum menjawab pertanyaan papanya.


"Aku hanya menelepon opa Nando. Opa bilang ingin bicara dengan Jake. Aku hanya menyerakan ponselnya lalu menyuruh Jake mendegarkan opa bicara. Setelah itu Jake baru mengantarkan aku." Opa?? Hah...anak ini malah mengadu pada dadynya? bisa gawat jika singa tua Hutama itu mengamuk. Bisa dipastikan dia akan kehilangan segalanya.


"Lalu dimana bundamu?" pertanyaan yang enggan dia lontarkan tapi tau urung terucap juga dari bibirnya.


"Papa....bunda menangis semalam. Pagi ini juga."


"Menangis? kenapa mesti menangis?" Dave menggidikkan bahunya.


"Aku tidak tau. Bunda hanya memegang foto papa lalu menangis. Osha bilang papa marahan sama bunda lalu pergi dari rumah." Osha...kepala pelayan rumahnya itu sepertinya minta diberi pelajaran karena sudah mengatakan hal tak masuk akal itu pada putranya. Kenapa tidak sekalian bilang jika Dave adalah penyebabnya?

__ADS_1


"Osha bilang papa dan bunda bertengkar karena aku." Benar bukan....wanita tua itu terlalu lancang. Rich jadi berpikir untuk kembalinke rumah dan memecatnya saja.


"Hari ini Opa Sean akan datang menjemputku. Kata opa Nando aku akan tinggal bersamanya. Papa harus segera pulang agar mama tak menangis lagi." Untuk sesaat Richard termenung. Suaranya bahkan sudah tercekat ditenggorokan. Jadi orang tua mereka sudah tau semua? dan apa tadi? tinggal bersama Sean? Dave adalah putra bawaaannya. Bagaimana bisa dia membiarkan keluarga Yura mengasuhnya meski dia yakin Sean maupun Amanda tak akan menolaknya. Tapi Rich masih punya etika dan rasa tanggung jawab yang tinggi.


"Tidak. Tetaplah tinggal dirumah bersama bunda."


"Aku tidak mau, pa!! bunda sedih karena aku." bantah Dave keras hingga hati Rich amat tersentuh karenanya. Anak itu?? kenapa amat mirip dirinya? rela berkorban untuk orang-orang yang disayanginya. Padahal Dave sendiri tentu tak nyaman hidup dengan orang asing. Tapi anak itu sangat peka dan mengelahkan keegoisannya sendiri Rich seperti berkaca pada bola matanya yang jernih dan polos.


"Pulang dan jangan membantah Dave." perintah Rich dengan nada rendah, namun si anak kukuh pada pendiriannya.


"Tidak jika papa tak ikut pulang dan minta maaf pada bunda." Rich menarik nafas panjang. Strategi yang amat smart. Pasti ada Fernando yang sedang bermain dibelakang otak kecil si bocah dan menyetirnya hingga membuat Rich sama sekali tak berkutik karenanya.


"Kita pulang Dave!!" putusnya tanpa berpikir panjang. Dipikirpun percuma. Dadynya pasti punya seribu cara membuatnya pulang. Rich sudah kalah.


"Kau akan tetap tinggal bersama kami. Jadi jangan berpikir akan pergi kemanapun karena kau anak papa. Tempatmu hanya bersama papa dan bunda. Apa kau mengerti jagoan??" dan seketika Dave bergerak cepat memeluk leher papanya kuat. Rasa takut kehilangan dan tangisan sedih yang sejak tadi dia tahan melebur menjadi satu. Ya, sesungguhnya Dave sangat takut jika berpisah dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2