Love You More, Husband

Love You More, Husband
Hanyut


__ADS_3

"Bukan kau...tapi aku yang menginginkan pernikahan ini." sentak Rich seraya menjangkau pinggang mantan asisten kakaknya itu, merapatkan tubuh mereka hingga tak berjarak. Rich bahkan bisa merasakan detak jantung Yura yang menempel di dadanya.


"Hanya karena sebuah pertanggung jawaban." lirih Yura sambil berusaha mendorong dada Rich, namun hasilnya nihil. Tubuh tegap suaminya tak bergeming. Tangan besarnya malah mencengkeramnya lebih kuat lagi hingga Yura meringis karenanya.


"Kau belum tentu hamil, untuk apa aku bertanggung jawab? aku juga tak yakin jika kau masih virgin saat kita melakukannya. Tanggung jawab itu tak penting bagiku." Telinga Yura terasa panas karenanya. Entah kenapa hatinya sangat sakit saat Rich mengungkit soal keperawanan. Pria itu bahkan tau pasti betapa sempitnya inti tubuhnya saat Rich memaksa masuk hingga meninggalkan jejak darah di sprei putih sebagai saksi pergumulan tak seimbang mereka. Tangan Yura mengepal kuat sebelum melayang ke udara dan menampar pipi suaminya keras. Air mata jatuh meleleh di pipinya seraya memandang telapaknya yang berubah kemerahan. Lukisan tangannya bahkan masih berbekas disana.


"Tampar aku sesukamu...tapi semua tak akan merubah apapun, termasuk perasaanku padamu Ayura Hutama." Iris hitam pekat Yura melebar mendengar namanya disebut. Hutama?? Ahhh....bukan hanya Milea yang menyandang nama itu sekarang, tapi juga dirinya. Haruskah Yura bahagia? secara tidak langsung Rich sudah mengakuinya sebagai seorang istri.


"Bisa lepaskan aku tuan mu....eehhmmmpppptt...." ciuman panas Rich sudah lebih dulu mebungkam bibir mungil Yura. Rich bahkan ********** dengan ganas hingga keduanya kehabisan nafas.


"Aku bukan lagi tuan mudamu honey...I'm your husband now. Call me Rich only." Tapi Yura tak menyahut. Memanggil langsung pada namanya sangat tidak sopan walau mereka hanya terpaut dua tahun saja.


"Panggil aku dengan benar!" ulang Rich gemas setelah sekian detik tak ada respon dari sang istri.


"Kakak. Aku akan memanggilmu begitu." tegas Yura tak terbantah. Rich tersenyum kecut mendengarnya. Tapi baiklah...itu lebih baik dari pada wanitanya memanggilnya dengan sebutan amat resmi. Rich tak suka itu.


"Bisa siapkan air hangat untukku honey?" Wajah Yura memerah karenanya. Richard Hutama....kenapa dia jadi manis sekali?


"Tentu saja." balas Yura sebelum berjalan cepat memasuki kamar utama di lantai dua. Siapa menyangka jika Richard sudah mengekorinya dan menutup pintu dengan gerakan lambat lalu menguncinya.


"Duduklah. Aku akan mengobati lukamu." Rich terhenyak di tempatnya. Tanpa menolehpun Yura tau kalau dirinya diikuti. Benar-benar wanita yang punya talenta khusus dan seingatnya seolah wajib dimiliki para menantu keluarga Hutama. Sejak era momynya, Milea maupun Yura. Ketiganya adalah ahli bela diri yang tangguh.

__ADS_1


Yura kembali mendekat dengan kotak obat ditangannya. Rich segera duduk di sofa. Pukulan Yura tadi....ahhh...dia baru sadar jika sudut bibirnya pecah dan berdarah. Pantas saja Yura berinisiatif mengobatinya.


"Ini hanya luka kecil. Tak perlu diobati." tolak Rich datar.


"Tidak bagimu tapi wajib bagiku. Bagaimanapun aku yang menamparmu. Aku minta maaf untuk itu, sungguh minta maaf." sama sekali tak ada rona penyesalan di wajah Yura saat berkata maaf. Wajah datar bak para bodyguard saat bertugas telah terpatri disana. Padahal Rich benci itu. Dia ingin melihat Yura punya ekspresi lain juga tertawa lebar seperti saat mereka kanak-kanak dulu. Diam-diam Rich rindu masa itu. Masa dimana dia dan Yura sudah mengikat janji setia dihadapan semua saudara-saudara mereka.


"Jika bukan karena tanggung jawab...lalu apa yang membuatmu menikahiku?" Rich menatap istrinya tajam. Dia tau Yura pasti akan menanyakannya.


"Karena aku ingin menjadikanmu ibunya Jose." Yura menertawakan dirinya saat mendengar jawaban lugas Rich. Siapapun tau apa tujuannya dan alasannya. Jose butuh sosok seorang ibu dan anak itu sudah jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Memangnya apa???


"Juga ibu dari adik-adiknya nanti." Bisik Rich lirih ditelinga kanannya sebelum mengigitnya gemas.


"Apa aku terlihat bercanda honey?? kau selalu berkata jika pernikahan ini karena tanggung jawab semata bukan? kau benar. Kau bahkan sudah jadi istriku sejak berusia enam tahun. Dan kita belum pernah bercerai. Jadi kau adalah tanggung jawabku sampai sekarang."


"Dan kau dengan seenak hati mendua dengan Shane hingga memiliki Jose? Kau sudah menghianati pernikahan kita Richard Hutama." desis Yura dipenuhi emosi. Entah kenapa mereka berdua jadi menjiwai permainan masa kecil itu.


"Apa jika kukatakan Shane hanya ambisiku membuat kakak sakit hati kau akan percaya?" Lagi-lagi tak ada ekspresi. Yura seperti enggan menjawabnya.


"Aku hanya ingin membuktikan pada kakak jika Shane tak sebaik tampilannya. Dia....tak pantas untuk jadi penerus momy."


"Kau pikir aku percaya? membuktikan hal itu sampai membuat dia hamil juga tak mau menikah karena menunggunya juga cinta yang mendalam padanya? aku tidak bodoh tuan muda." sinis Yura. Kenapa sekarang dia terlihat seperti seorang istri yang cemburu pada suaminya? Yura seperti melampiaskan kemarahan yang bertahun mengendap di hatinya.

__ADS_1


"Selain bodoh kau juga sama seperti yang lain...bebal. Kau menerima apapun tanpa bertanya atau mencoba mengaitkan benang merah pada suatu kejadian. Aku memang sengaja melakukannya agar mereka berpisah. Jangankan menghamili Shane, aku bahkan sanggup menyingkirkannya jika dia masih berani mendekati kakak. Keluarga Hutama tak butuh bekas orang lain, atau wanita matrealistis termasuk kakak. Dia terlalu baik untuk disakiti. Bukannya setelahnya kak Rafa jadi tau jika Shane tak bisa puas hanya dengan satu pria saja? artinya aku berhasil melakukan tugasku menjaganya."


"Juga ketika kau ingib menikahi Milea jika tuan Rafa menolaknya?"


"Tentu saja. Bukankah sudah kubilang jika aku bisa melakukan banyak hal demi keluargaku? aku mungkin tak sesuai harapan mereka, tapi aku selalu mengharapkan keutuhan dan kebahagiaan mereka semua." tukas Rich dengan mata berbinar bahagia. Mata yang kembali menenggelamkan Yura dalam pesonanya. Mata yang membuatnya tau jika dia tak salah menjatuhkan hati pada pria tulus yang tak mau memperlihatkan ketulusannya. Pria yang sangat peduli dan sayang pada keluarganya. Dia selalu siap berkorban untuk mereka.


"Artinya kau dan Shane...."


"Kau bahkan terlalu pintar untuk menyimpulkan hal itu sekarang honey. Aku tidak akan menikahi sembarang orang. Kau istriku sejak bertahun lalu dan kita belum bercerai hingga sekarang Yuraku."


"Itu hanya permainan masa kecil kita." tangkis Yura yang berkata sambil menundukkan kepalanya, tak kuat lagi bersitatap dengan Richard yang terus beringsut mendekat. Satu tangannya bahkan sudah menguncinya di ujung sofa.


"Kau juga sama sepertiku Yura. Kau bahkan rela mencintaiku dalam diam karena pernikahan itu. Bukankah sejujurnya kau juga tak bisa lepas dariku?" Kepala Yura terus menunduk. Yang dikatakan Rich benar. Sejak permainan nikah-nikahan itu dia sudah jatuh cinta pada Rich kecil hingga sedewasa ini karena sudah menganggapnya sebagau suami beneran.


"Kita merasakan hal yang sama. Salahkah jika kubilang bahwa kau adalah cinta pertama dan kuharap jadi yang terakhir bagiku? Jose adalah kesalahanku, maaf jika kau harus....."


"Sssstttt...dia juga putraku walau terlahir dari rahim selingkuhanmu, kak. Sepertimu yang selalu mengorbankan diri untuk orang lain, aku juga bersedia dimadu dimasa lalu. Tapi tidak kedepannya. Cukup Shane saja...aku tak mau kau menikahi wanita lain selain aku." Rich meraih jari telunjuk Yura yang berada di bibirnya lalu mengenggamnya.


"Tidak lagi Ayura Hutama. Aku sudah cukup tersiksa dengan menjauhimu, tetaplah disisiku. Bantu aku memperbaiki semuanya juga menebus kesalahanku pada Jose yang tak berdosa. Kau tau betapa bahagianya hatiku saat melihat kalian begitu dekat dan saling menyayangi? tak akan ada ibu sambung terbaik baginya selain kau sayangku." Tanpa aba-aba Yura sudah memeluk erat lelakinya dengan tangisan haru yang mungkin tak sepedan untuk melukiskan perasaannya. Yura terlalu bahagia.


"Sure, selamanya aku akan selalu berada disisi kalian."

__ADS_1


__ADS_2