Love You More, Husband

Love You More, Husband
Kumohon


__ADS_3

Zona XX ya. Walau cuma double X tp yg belum cukup umur silahkan mundur🤣🤣


Rich hampir saja mengumpat kesal karena tumpukan kendaraan yang berjajar dalam kemacetan petang itu. Siapa bilang tak ada kemacetan diruas jalan Tokyo? Ibukota akan sama saja dimana-mana. Pemandangannya, ruas jalannya juga aksi demo yang digelar dibeberapa ruas jalan seperti sekarang. Pembuangan limbah nuklir di lautan lepas yang baru akan dimulai sudah menuai kritik pedas dari berbagai kalangan masyarakat. Tapi apa peduli Rich tentang hal itu? Yang ada dipikirannya sekarang hanya Ayura moraima. Wanita berdarah Jepang-Australia yang sudah menjadi istrinya itu sekarang sedang melakukan apa hingga sama sekali tak mengangkat panggilannya juga membalas pesannya. Rich makin geram karena baik telepon rumah maupun ponsel para pekerja dirumah itu semua tak bisa dihubungi apalagi CCTV. Semua akses mati. Rich begitu marah saat mengetahuinya. Sesungguhnya dia amat khawatir pada keselamatan Yura sekarang. Bisa dibilang ini kekhawatiran yang terlalu berlebihan karena Rich tau Yura adalah mantan atlet taekwondo juga menguasai ilmu bela diri dengan baik. Tapi bagaimanapun dia adalah seorang wanita. Bagaimana Rich tak khawatir padanya?


Langit sudah berubah gelap manakala mobil yang dikemudikan Jack mengarah pada kediamannya. Gerbang terbuka saat Jack membunyikan klakson khusus. Rich sedikit bernafas lega, berarti rumah dalam kondisi aman karena para penjaga berada dalam formasi lengkap bahkan.....


"Apa personel kalian bertambah?" tanya Rich yang sangat hafal jumlah pengawal yang berjaga secara bergantian dirumah itu. Tapi kali ini ada yang janggal.


"Kami dikirim oleh tuan Sean untuk membantu berjaga hingga lusa tuan muda." Empat orang asli Jepang maju dan membungkukkan tubuhnya. Rupanya mereka adalah security di kediaman Moraima. Rich hanya mengangguk dengan rasa heran. Untuk apa dijaga lagi? Toh dia dan Yura bukan pasangan lemah yang tak tau membela diri ataupun menggunakan senjata untuk bertarung. Baik itu Yura, dirinya maupun Rafael telah dilatih secara khusus sejak dini. Pengawal yang adapun sudah lebih dari cukup untuk menjaga rumahnya. Mertuanya benar-benar aneh. Tapi sungguh Rich amat kersyukur mempunyai mertua yang baik dan pengertian seperti Sean dan Amanda.


"Hmmm baiklah. Lanjutkan pekerjaan kalian." ucap Rich lalu memasuki rumah besarnya yang terasa lengang. Tak ada pelayan yang menyambutnya seperti biasa, juga suara lain selain bunyi sepatunya yang terdengar nyaring dikeheningan. Lagi dan lagi Rich tak peduli. Langkah panjangnya membawa menuju tangga hingga berpapasan dengan asisten rumah tangganya yang baru saja turun dari lantai dua. Sang pelayan menganggukkan kepalanya lalu berdiri tegak ditempatnya.

__ADS_1


"Apa nyonya muda ada dirumah?"


"Nyonya ada di kamarnya tuan." jawab pelayan tadi amat sopan. Rich segera menuju kamarnya, mengetuknya lalu membukanya pintunya.


"Sayang ....." Bolehkah jika lidah Richard tercekat sekarang?? Di depannya, seorang wanita yang tampil amat manis dengan dress lengan pendek selutut berwarna ungu yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih berdiri anggun. Rambut hitamnya tergerai sempurna. Kilaunya bahkan membuat Rich mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini. Rambut itu bahkan tak pernah dia lihat tergerai dengan potongan modern seperti sekarang. Riasan tipis namun sangat anggun dengan aksen naturalnya juga terlihat pas diwajah imut istrinya. Bibirnya disulap menjadi penuh dengan lipstik favoritnya. Ahhhh...betapa inginnya Rich mengecupnya lama...sangat lama.


"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Mandilah lalu kita makan malam." suara itu....kenapa terdengar amat mendayu-dayu di gendang telinganya??? Rich seperti ditarik oleh medan magnet agar terus mendekat dan merapatkan tubuhnya pada tubuh berisi Yura.


"Aku mau mandi denganmu." bisiknya sebelum mencercap bibir wanitanya dengan tak sabaran. Yura sampai kewalahan menghadapi ciuman bertubi Richard yang seolah tak mau lepas darinya. Tangan lelakinya bahkan sudah menaikkan dress pendeknya hingga keatas dan sudah bergerilnya tanpa bisa dicegah. Yura tersengal merasakan hawa panas yang terus menuntut dalam dirinya. Rich hampir membuatnya tak berdaya dengan permainan lidah dan tangannya hingga dorongan kuat darinya membuat tautan mereka terlepas. Rich menatapnya nanar dengan wajah yang sudah sepenuhnya menjadi merah.


"Ssssttt...mandilah dulu. Malam ini dan seterusnya aku milikmu...hanya milikmu." ujar Yura sangat manis lengkap dengan kerlingan manja yang sungguh tak pernah Rich lihat sebelumnya. Wanitanya tampil bak penggoda malam ini. Tanpa berkata Rich memilih segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang memang terasa lengket.

__ADS_1


Mandi bebek. Mungkin itu istilah yang pas untuknya saat ini. Tak ada ritual berendam atau pakai sabun dalam tempo lama. Semua dibuat cepat hingga Rich menyadari sesuatu masih berdiri tegak dengan sangat gagahnya dibagian tubuhnya saat bayangan istrinya berkelebat dalam ingatannya.


"Ahhh...sial!! tidurlah dulu anak nakal..sebentar lagi kau bisa memasuki sarangmu. Puasamu akan segera berakhir." desis Rich seperti bapak yang menasehati anaknya. Dengan sangat cepat dia meraih handuk besar yang sudah disiapkan Yura dan melilitkannya dipinggang. Rich keluar dari kamar mandi dengan tergesa. Tapi sesaat kemudian langkah panjang itu berubah menjadi amat pelan begitu pintu kamar mandi terbuka. Suasana kamarnya menjadi redup. Yura sudah mematikan lampu utama dan menggantikannya dengan lampu lain yang entah sejak kapan terpasang di kamarnya. Istri cantiknya sudah duduk sambil menyilangkan kakinya di tepi ranjang dengan pose yang sangat-sangat menggoda. Jangan lupakan lingrie hitam yang seolah membuatnya tak memakai apapun karena sangat transparan hingga menampilkan seluruh lekuk tubuhnya secara frontal. Rich kesulitan meneguk ludahnya saat tubuh langsing itu mulai mendekat dan membelai pipinya.


"Honey...kau mau terus disini atau ke ranjang kita?" bisiknya sensual. Sekarang tangan lembut itu sudah membelai dada telanjangnya.


"Kau menggodaku sayang...kau akan tau akibatnya." dan dengan sekali sentak tubuh Yura sudah berpindah ke dalam gendongan Rich yang langsung membawanya ke atas ranjang. Pria ity bahkan sudah menyerang wanitanya tanpa jeda. Lingrie dengan harga sangat mahal itu bahkan sudah berbasib menyedihkan saat terkoyak oleh gerakan tak sabaran Richard yang merobeknya lalu membuangnya asal.


"Aaahhh...." leguhan tertahan Yura malah membuat Rich makin bersemangat menelusuri seluruh bagian tubuhnya dengan ujung lidahnya yang bergerak sama nakalnya dengan kedua tangannya yang tak henti meremas dua bukit kembar istrinya dengan gemas.


"Honey please...." Desah Yura mengabaikan rasa malu. Tubuhnya bahkan sudah beegerak gelisah dari tadi, berusaha menggapai kepala Rich yang sedari tadi terus berada diantara kedua paha mulusnya. Sibuk beraktifitas untuk membuat dirinyabterus mendesah juga mengangkat pantatnya secara berulang mengikuti ritme permainanya.

__ADS_1


"Rich...kumohon..." ulangnya dengan wajah memerah saat wajah keduanya berada dalam jarak yang sangat dekat. Rich bahkan tak bisa menjawab permintaanya karena menahan hal yang sama sepertinya.


"I love you." bisiknya ditelinga kanan istrinya sebelum membenamkan miliknya ke inti tubuh Yura dengab sedikit memaksa. Bagian itu...walau dia sudah membuka segelnya namun masih terasa begitu rapat dan susah ditembus. Keringat Rich hingga bercucuran membasahi tubuh kekarnya saat permainan dimulai. Panas dan tanpa henti.


__ADS_2