
Pada hari berikutnya, khebohan yang dibuat oleh Ezra telah menggemparkan seluruh isi mansion dan juga kelompok yang dipimpin oleh Elvan, bahkan Ara pun mendengar percakapan Elvan yang mengatakan jika anak mereka bermain dengan hewan buas itu.
" Apakah benar Bee, Ezra bermain dengan hewan itu? Bukannya sangat berbahaya?" Tanya Ara dengan wajah yang begitu cemas, disaat mendengar berita tentang anaknya.
"Yakinlah sayang, Ezra tidak apa-apa. Jika kau melihatnya pasti akan kaget, aku akan memperlihatkan rekamannya padamu." Merasakan kekhawatiran istrinya kepada anaknya, Elvan mengambil langkah untuk membuatnya tenang dan tidak panik.
Membawa Ara ke dalam pelukannya, sehingga menciptakan kenyamanan untuk mereka. Elvan perlahwan memperlihatkan rekaman aksi Ezra terhadap hewan peliharaannya, Ara pun menutup mulutnya rapat-rapat disaat melihat puteranya sedang bermain.
" Ezra! Benarkah ini Bee."
" Ya sayang, lihatlah. Anak kita sangat menyukainya dan mereka pun sepertinya begitu akrab."
Keduanya tidak menyangka jika anaknya dapat menakhlukan hewan buas itu, orang lain saja akan bergidik ngeri melihatnya. Namun yang paling membuat Elvan lebih kaget adalah, ketika keinginan istrinya itu datang secara tiba-tiba.
" Bee, bolehkah aku juga melihatnya?"
Duar!!
Seketika Elvan langsung menoleh untuk melihat wajah Ara, tatapan itu mencaritahu akan kebenaran yang dikatakan oleh istrinya.
" Sayang! Katakan itu tidak benar, kau dalam keadaan hamil besar sayang." Kepanikan mulai melanda diri Elvan saat Ara mengutarakan keinginannya.
__ADS_1
" Bee, Aku tidak menginginkan yang lainnya. Tapi izinkan aku untuk melihat dan bertemu peliharaanmu ya, tidak tahu kenapa aku sangat ingin menjumpainya. Ayolah Bee, aku janji ini adalah permintaanku yang terakhir."
Mendengar ucapan Ara, tidak tahu mengapa Elvan merasa bergidik ngeri. Ucapan yang ia dengar seperti kata-kata tajam yang membuat dirinya terluka, mata itu sudah berkaca-kaca menatap wajah istrinya.
" Jangan mengucapkan itu adalah permintaan terakhirmu sayang, kau berhak mengajukan permintaan yang banyak, asalkan jangan meminta untuk pergi dan menghilang dariku." Memeluk tubuh Ara dengan hangat, elvan begitu sakit jika harus berpisah ataupun kehilangkan belahan jiwanya.
" Kok jadi melow Bee, berarti boleh kan?"
" Oke, kita akan melihatnya. Tapi janji, jangan melakukan hal yang tidak aku izinkan."
" Siap tuan Elvan yang baik hati dan juga rupawan, hahaha. Ayo Bee, aku sudah tidak sabar."
Dugh!
Dugh!
" Sayang!" wajah Elvan kembali panik.
" Emm, tidak Apa-apa Bee. Baby ternyata juga sangat ingin bertemu dengan si putih." Cengiran Ara membuat kepanikan Elvan melunak.
Dengan langkah gontai, Elvan membawa Ara menuju markas dimana si putih itu berada. Nama yang spontan Ara berikan untuk hewan buas itu, tentunya saja Elvan tidak memberitahukan hal itu kepada anaknya. Jika tidak, kepalanya akan berdenyut dengan kuat dan jantung bisa sewaktu-waktu berhenti berdetak.
__ADS_1
Mobil itu telah berhenti tepat didepan pintu gedung yang terlihat tak terawat, itu yang dikatakan oleh Ezra. Liam telah menyambut mereka disana, terlihat sebuah kursi roda terpajang. Awalnya Ara menolak, namun teringat akan janjinya kepada sang suami. Akhirnya Ara menurutinya, perlahan Elvan membawa Ara berjalan menuju tempat yang ia inginkan.
" Dia disana?" Tanya Ara, saat mereka berhenti di depan salah satu ruangan.
" Emm, benar sayang. Kamu cukup melihatnya dari sini, dia belum terbiasa dengan orang asing."
Menjawab dengan anggukan kepala, Ara mengiyakan ucapan Elvan. Perlahan dinding yang berada disana naik ke atas, menyisakan sebuah pintu saja. Terlihat si putih sedang tiduran dengan mata tertutup, namun seakam memiliki insting yang cukup kuat. Mata itu terbuka dan ia segera terbangun dari tidurnya, berjalan mendekati dinding pembatas.
" Imut sekali wajahnya, Bee." Senyuman Ara mematahkan perasaan semua orang disana.
Dimana mereka yakin, jika Ara akan menjadi takut dan tidak ingin melihatnya. Namun semuanya itu malah sebaliknya, Ara begitu antusia dan gemas melihat si putih.
" Kamu tidak takut, sayang? Itu hewan buas, bukan kucing yang menggemaskan."
" Siapa bilang itu kucing Bee, kamu ada-ada saja. Bolehkan aku menyentuhnya?"
Duar!!
Semua orang dan juga Elvan langsung terdiam dengan wajah yang begitu tegang, bagaimana bisa nona mereka itu menginginkan menyentuh si putih. Bahkan Azura yang baru saja hadir, setelah mengetahui nona mereka ingin bertemu si putih. Dibuat meringgis dan bergidik menakutkan.
" Aku rasa, baby tuan yang kedua ini. Akan melebihi keganasan si putih, lihat saja. Bahkan tuan sendiri tidak bisa menghalangi keinginan dari nona, jangan-jangan dia akan lebih kejam dari tuan dan tuan muda." Celoteh Azura kepada Dion.
__ADS_1
" Diam kau! Cukup tuan muda saja yang sudah membuat kita semua sakit kepala, huh." Dion mendesah dan sedikit memijit kepalanya.