
Mobil yang Elvan kendarai melaju dengan sangat cepat dan tidak menghiraukan lagi pengguna jalan yang lainnya.
" Sial! Kemana mereka membawa istriku! Argh!!" Elvan memukul-mukul setir mobil didepannya, kepalan tangan itu memperlihatkan urat dan otot yang mengeras.
Menyelusuri jalanan yang ia yakini, Elvan terus melajukan mobilnya sembari melihat keadaan jalan tersebut. Seluruh anggota kelompoknya juga ikut mencari keberadaan dari nona mereka, Liam yang juga masih bertarung berjibaku dengan para penyusup di markas. Kini mereka mulai bisa mengendalikan keadaan disana, semua penyusup yang masih bernyawa mereka tempatkan untuk dimintai keterangan akan aksi mereka tersebut.
Sementara Elvan masih mencari keberadaan Ara, sedangkan Arion kini sedang memberikan perawatan terbaik yang ia miliki untuk Ara. Ia menyiapkan dokter terbaik dan juga perawatanya, agar bisa fokus mempercapat proses kesembuhan Ara. Wanita yang secara tidak langsung telah menempati ruang di hatinya, walaupun tidak ada keinginan darinya untuk merebut ataupun merusak kehidupan rumah tangganya.
" Cepatlah bangun bidadari, kau telah membuatku menjadi pria yang sangat pusing. Bagaimana bisa aku selalu teringat akan wajahmu ini, ah sungguh memalukan jika suamimu mengetahuinya."
" Untuk sementara ini, kamu akan berada disini bersamaku. Aku tidak ingin mereka menjadikanmu target untuk balas dendam pada suamimu itu, tenang saja. Aku tidak akan berbuat aneh-aneh, percayalah. " Arion berbicara seakan-akan Ara telah sadar.
Kemudian Arion mempercayakan semua kondisi Ara kepada dokter dan perawat yang ia tugaskan, dan juga dengan beberapa penjagaan dari orang-orang yang ia tugaskan. Berjalan meninggalkan ruangan tersebut, kini Arion menuju ruang pribadinya bersama Alan.
" Tuan, suami dari nona Ara saat ini sedang mencari keberadaannya."
" Heh! Suami macam apa dia, menjaga keselamatan istri sendiri saja tidak bisa. Biarkan saja dia pusing mencarinya, Ara akan aman berada disini." Arion menghempaskan tubuhnya untuk melepas rasa lelah yang menderanya pada kursi ternyaman.
__ADS_1
" Benar tuan, bisa anda lihat ini." Bawahannya tersebut menunjukkan dengan tablet mini dari tangannya kepada tuannya.
Betapa sangat terkejutnya Arion melihat apa yang ia saksikan pada layar kecil itu, dari kejadian pencekalan bisnisnya sampai pada aksi penculikan Ara dari rumah sakit. Dan kini ia mengetahui siapa dalang dibalik semua kejadian ini, kedua tangannya mengepal dengan begitu kuat.
" Ba****an!! Kau tidak akan bisa lepas dariku! Aku pastikan kau akan lenyap di tanganku sendiri!"
Plag!
Tablet mini tersebut dilemparkan begitu saja oleh Arion, hingga terhempas membentur dinding sampai hancur.
Ah tidak, tuan. Hancur lagi, lagi-lagi hancur, beli baru lagi jadinya. Pekerjaanku kali ini tidak ada habis-habisnya kalau begini. Bawahan.
......................
" Sial!! Semua rencanaku sudah gagal." Erang Xavier di dalam markasnya.
Kedua tangannya menarik dengan cukup kuat rambut di kepalanya, tak lama kemudian datanglah seorang anggotanya.
__ADS_1
" Maaf tuan, wanita itu saat akan kami bawa. Ada seseorang yang merebutnya, kami diserang sampai pada akhirnya wanita itu dibawa oleh mereka. Orang-orang kita juga banyak yang ditawan oleh mereka." Penjelasan itu sangat membuat Xavier murka.
" Siapa orang itu?! Berani-beraninya dia menggagalkan semuanya, akan aku buat perhitungan padanya!" Jawab Xavier dengan memukul bawahannya hingga terpental ke belakang.
Sambil mengusap wajahnya yang terkena pukulan, bawahan tersebut mencoba bangkit dari jatuhnya.
" Di dia, dia Arion tuan. Salah satu leader dari kelompok dunia bawah yang sempat menghilang dan tidak tahu keberadaannya, dialah orangnya."
" Arion?!"
" Benar tuan."
" Ada hubungan apa dia dengan Elvan? Beraninya dia ikut campur dengan urusan, segera siapkan semuanya. Menjelang malam, kita serang mereka semuanya. Kali ini, kita harus berhasil dan menemukan wanita itu!" Penuh ketegasan saat Xavier mengatakan hal tersebut kepada bawahannya.
" Baik tuan, saya akan mempersiapkan semuanya. Permisi." Bawahan tersebut menghilang dari pandangan Xavier untuk melaksanakan perintah dari tuannya.
Kali ini aku tidak akan melepaskan kalian semuanya, paling tidak kebahagian kalian akan aku buat menjadi penderitaan. Maka bersiaplah, bahkan jika nyawaku harus hilang. Xavier.
__ADS_1
......................