Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
94.


__ADS_3

" Selamat datang, tu tuan Elvan." Arion tampak canggung saat bertemu dengan Elvan.


Saat ini Elvan sedang menemui klien terpenting dalam perusahaannya, Arrayan. Setelah mendapatkan bukti-bukti yang didapatkan oleh puteranya, akhirnya Elvan menginginkan pertemuan yang mendadak dengan kliennya tersebut.


" Apa tujuan utama anda bekerjasama dengan perusahan kami?" Ujar Elvan yang saat ini sedang berhadapan dengan Ray.


" Hahaha, pertanyaan yang sudah begitu terlambat untuk anda katakan. " Ray tertawa akan perkataan Elvan padanya.


Merasa sangat diremehkan, Elvan sudah mengetahui maksud mereka yang sebenarnya. Pencarian jejak dan kepiawaian Ezra, sudah membuka semua jati diri kliennya itu.


" Jika dari awal aku mengetahuinya, untuk mendengar nama anda pun aku tidak sudi." Elvan melempar berkas kontrak kerjasama mereka berdua di lantai.


Hugo dan Arion tampak terdiam, mereka berdua sementara ini hanya menjadi pajangan saja. Tidak berani mengambil tindakan, karena tuan mereka adalah makhluk yang cukup menyeramkan.


" Maksud perkataan anda?" Ray yang tampak heran akan ucapan Elvan kala itu.


" Jangan anda pikir, saya akan membiarkan anda mengusik kehidupan keluarga saya! Terlalu mudah untuk melenyapkan orang yang dengam beraninya mengusik kehidupan pribadiku, hanya dengan menggunakan trik murahan seperti ini."


" Semua kerugian dari kesepakatan ini, akan tergantikan. Tapi ingat satu hal, jangan pernah aku menemukan jejakmu untuk menyentuh keluargaku. Terutama istriku, jika itu terjadi. Aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan padamu!"


Selesai mengucapkan semua amarah yang ada pada dirinya, Elvan menginggalkan kliennya itu begitu saja tanpa hormat sedikitpun. Tidak bisa lagi menahan amarahnya yang sudah ingin meledak, apalagi mendapati mengusik keluarganya. Hugo hanya mengiringi langkah kaki kemana tuannya berada, tidak akan bertindak apapun tanpa perintah dari tuannya.


Putus kerjasama?! Wah, alamat perang ini. Arion.


Sepeninggalan Elvan dan Hugo, Ray masih tetap duduk tenang tanpa mengeluarkan suara apapun. Arion pun masih mengikuti tuannya, namun tiba-tiba.


" Arrgh! Argh! Bre***ek!" Ray berteriak dan melemparkan semua benda yang berada didekatnya.

__ADS_1


Bersama dengan rekannya, Arion berusaha menenangkan Ray dengan sekuat tenaga. Namun apa daya, mereka kembali hanya bisa berdiam diri.


" Jangan mencegahku, atau kepala kalian akan aku ledakkan satu persatu, hah!" Ancam Ray kepada seluruh anggotanya yang berada disana.


Nafas yang memburu, membuat Ray terengah-engah. Melemparkan senjata yang ia genggam pada tangannya, lalu bertolak pinggang.


Apa mereka sudah mencurigaiku atau mengetahui tujuan dari kerjasama ini hanya untuk menemukan jati diri dari istrinya itu? Akh! Ray.


" Kalian seluruhnya berkumpul di markas, sekarang!" Perintah Ray dengan suara yang begitu keras dan penuh tekanan.


......................


Elvan pulang ke mansion sudah dalam keadaan gelap, berjalan perlahan menuju kamarnya. Dengan pelan ia membuka pintu kamar tersebut, berharap tidak akan membangunkan Ara.


Klek!


" Sayang!"


" Kenapa belum tidur? Apa aku membangunkanmu?"


" Em, tidak Bee. Hanya saja, memang belum bisa tidur. Lagi banyak kerjaan ya di kantor?" Ara mengelus kedua pipi Elvan dengan sangat lembut, sesekali ia memainkan hidung Elvan yang membuatnya gemas.


" Pekerjaan akan selalu ada sayang, baby bagaimana? Hallo sayang, jangan membuat Mommy kelelahan ya. Nanti kita akan bertemu, jangan sampai wajahmu dan karaktermu seperti Daddy. Cukup abangmu saja yang duplicate, kamu mirip Mommy saja ya." Mengelus perut Ara yang sudah terlihat membesar, Elvan begitu sangat menantikan kehadiran anak keduanya.


Dugh!


" Ssssshh." Ara meringgis dan menahan perut bagian bawahnya, sang baby memberikan responnya atas percakapan Elvan.

__ADS_1


" Ah! Sayang, kamu tidak apa-apa kan?" Elvan yang juga kaget dengan tendangan baby, dan ia juga sangat ngilu melihat wajah Ara yang menahan rasa sakit.


" Tidak apa-apa Bee, baby hanya merespon atas ucapanmu. Dia mengetahui Daddynya yang mengajak bicara, lebih baik kamu bersihkan diri dulu agar bisa beristirahat."


" Tapi kamu sudah membangkitkannya, sayang. Aku menginginkanmu saat ini, apa boleh?" Dengan wajah yang memelas, Elvan menatap Ara. Akan tetapi ia mendapatkan jawaban berupa gelengan kepala, yang berakhir dengan kemanyunan Elvan.


" Oke, oke sayang." Elvan bergegas menuju kamar mandi dan segera membersihkan dirinya, jika bukan permintaan Ara, maka Elvan akan masih bermalas-malasan.


Menunggu Elvan selesai dari kamar mandi, Ara berjalan menuju lemari pakaian dan bermaksud mengambilkannya untuk suaminya itu. Namun mendapati ponsel miliknya yang berdering di atas nakas, Ara mengurungkan niatnya untuk ke lemari pakaian. Ia melihat nama sanga penelfon, namum tidak ada. Merasa penasaran, takut jika nanti itu adalah telfon penting. Ara pun menerima panggilan telfon tersebut.


" Hallo..."


"..." (Isi pembicaraannya dirahasiakan dulu ya😊).


Deg!


Deg!


Ponsel itu terlepas begitu saja dari tangan Ara dan terhempas membentur lantai, hingga hancur. Tubuh itu menjadi kaku dengan keadaan air mata yang sudah mengalir cukup deras dari matanya, salah satu tangan Ara membekap mulutnya dan satunya lagi berada pada perut bagian bawahnya.


" Argh! Argh!" Ara meringgis dengan rasa sakit yang begitu luar biasa tiba-tiba menyerang pada perutnya.


Baru saja keluar dari kamar mandi, dengan masih menggunakan jubah mandinya. Elvan tidak mendapati pakaian yang ia akan gunakan, seperti biasanya Ara yang akan selalu menyiapkannnya. Ia pun mempercepat langkahnya menuju tempat pakaian dan menggunakan pakaian seadanya, akan tetapi ia masih belum menemukan Ara. Tanpa sengaja, kakinya terkena sesuatu yang bersifat basah.


Cairan apa ini? Akan berbahaya jika istriku berjalan dan mengenainya. Elvan.


Menekan tombol kontak untuk menyalakan lampu utama pada kamarnya, betapa kagetnya Elvan melihat cairan tersebut.

__ADS_1


" Darah!


Mata Elvan mengikuti aliran darah itu, terlihat jika tubuh Ara sudah terbaring di lantai dalam keadaan tidak sadar.


__ADS_2