
Mendapati Ara yang pingsan, Maia segera melarikannya ke rumah sakit. Pihak rumah sakit segera memberikan tindakan, mengetahui siapa Ara. Membuat mereka sangat berhati-hati untuk melakukan setiap tindakan, jika salah sedikit saja. Maka mereka akan berada dalam masalah.
" Bagaimana keadaan istriku?" Elvan yang baru saja tiba, segera mencerca Jefri dan Maia dengan pertanyaannya.
" Nona masih berada di dalam tuan." Jelas Jefri dengan wajah datarnya.
" Ia, Ara masih ditangani oleh dokter." Maia juga merasa tidak enak, karena ajakannya. Membuat Ara seperti ini.
" Jef, kau tahu akan tugasmu?!" Elvan menatap orang kepercayaannya itu dengan sangat tajam.
Dunia seakan berhenti sejenak, Jefri sudah sangat mengetahui perangai dari tuannya itu. Ia tidak akan membiarkan siapapun untuk menyentuh istrinya, jika itu terjadi. Maka mereka akan mendapatkan murka darinya, tidak ada kata tawar menawar untuk itu.
" Baik tuan." langsung saja pamit undur diri dari sana, Jefri segera melakukan perintah mutlak dari seorang Elvan.
__ADS_1
Ingin rasanya Maia untuk berkata, namun disaat ia melihat wajah suami dari sahabatnya itu begitu dingin dan menyeramkan. Ia mengurungkan niatnya tersebut, daripada mengusik singa yang sedang marah. Lebih baik ia diam dan menunggu Ara yang sedang mendapatkan penanganan dari tim medis.
Tak berselang lama, seorang dokter perempuan keluar dari balik pintu putih yang bertuliskan Unit Gawat Darurat disana.
" Bagaimana keadaan istiku?!" Suara Elvan begitu terkesan dingin.
" Tuan Elvan." Dokter itu menundukkan sedikit tubuhnya, sebagai tanda hormat darinya.
" Kita akan memindahkan nona ke ruang perawatan terlebih dahulu tuan, nanti saya akan menjelaskannya disana. Mari tuan."
" Baiklah tuan, saya akan menjelaskan keadaan dari nona Ara. Sebelumnya, saya mengucapkan selamat terlebih dahulu pada anda. Saat ini, nona dalam keadaan sedang mengandung." Dokter tersebut tersenyum setelah menyampaikan berita baik itu kepada Elvan.
" What? Mengandung?!" Mulut Elvan seketika membeo dengan perkataan dokter.
__ADS_1
" Benar tuan, saat ini usia kandungannya memasuki minggu ke lima. Dan ada satu berita lagi yang harus kami sampaikan tuan."
Elvan yang masih terdiam saat menerima kabar bahagia itu, namun ia juga harus menerima kabar yang sedikit membuatnya kaget. Ia hanya menatap dokter tersebut, seakan-akan meminta penjelasan atas ucapan yang ia dengar.
" Ada indikasi, jika kandungan nona sangat lemah. Dan kami menemukan, keadaan emosional nona sedang tidak stabil, seperti adanya beban pikiran yang mempengaruhi kejiwaannya. Sepertinya ada sesuatu hal yang membuatnya tertekan dan menyebakan stres, kami harap anda bisa menemukan penyebabnya tuan. Hal ini sangat berbahaya untuk kandungan dari nona."
Deg!
Raut wajah Elvan berubah lebih datar dan dingin setelah mendengarkan penjelasan dari dokter yang menanggani istrinya, seakan memahami situasi yang ada. Dokter tersebut pamit undur diri, Maia pun hanya bisa menjadi pendengar yang baik.
Beberapa alat medis terpasang pada tubuh mungil, Elvan membarikan kecupan hangat pada kening Ara. Mengusap wajah itu dengan perlahan, Elvan kini duduk disamping pembaringan Ara. Meletakkan tangan kirinya sebagai alas untuk tangan Ara, lalu Elvan juga memberikan kecupan pada tangan tersebut.
Ya Tuhan, so sweat banget tuan Elvan. Sungguh beruntungnya kamu Ara, mempunyai suami seperti tuan Elvan. Ditambah dengan anak yang begitu tampan, ah! Ezra pasti sangat sedih mengetahui Ara seperti ini, huh. Maafkan aunty ya Ezra, aunty tidak bisa menjaga Mommymu dengan baik. Maia.
__ADS_1
Tanpa diketahui yang lainnya, saat ini Jefri sudah mengerahkan seluruh anggotanya untuk mencari tentang informasi yang di inginkan oleh tuannya mengenai wanita yang ia lihat disaat Ara bersamanya. Dimana sebelumnya Ara biasa-biasa saja, setelah itu mereka pun kembali menelusuri mall yang menjadi tempat kejadian untuk mendapatkan rekaman CCTV juga beberapa informasi yang mereka butuhkan.