Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
92.


__ADS_3

" Bagaimana Daddy?" Ucapan renyah Ezra kepada Elvan.


Menatap anaknya dengan tatapan tidak percaya, sungguh memalukan bagi seorang Elvan jika itu memang benar adanya. Elvan terus mencoba mencari jejak sang peretas, namun lagi-lagi ia tidak bisa.


" Boy!" Kalimat Elvan sedikit meninggi.


Memutar bola matanya dengan malas, Ezra berjalan mendekati Elvan. Ia merebut keyboard dari sisi Elvan, melakukan seperti yang ia sebelumnya. Betapa tercegangnya seorang Elvan, dihadapan puteranya sendiri yang masih berusia anak-anak. Jatuhlah kesombongannya selama ini, hal itu membuat isi kepala Elvan menjadi campur aduk.


" Jelaskan semua pada Daddy, apa maksud dari semua ini boy!"


Pada awalnya, Ezra belum ingin sang Daddynya mengetahui sisi lain dari dirinya. Namun, ada sesuatu hal yang begitu mendesak. Yang mendorong dirinya harus dengan segera mengungkapkannya, jika tidak ingin memperburuk keadaan. Ezra menceritakan semuanya kepada Elvan tanpa sedikitpun ia tutupi lagi, hingga pada akhirnya kemarahan Elvan pecah.


" Daddy tidak akan membiarkanmu seperti ini lagi, boy."


" No Dad, no! Jangan egois sendiri, kalau tahu begini jadinya. Lebih baik Ezra hancurin sekalian perusahan Daddy, biar Ezra menang." Dengan berdengus kesal, Ezra melipat kedua tangannya kedepan tubuhnya.

__ADS_1


" Boy, jika orang lain mengetahui hal ini. Mau taruh dimana muka Daddy, masa seorang Elvan dipermalukan oleh puteranya sendiri yang masih berusia anak-anak! Oh no boy, no!"


" Ooooo, jadi Daddy malu ni sudah Ezra kalahkan. Bilang dong, dasar orang tua."


Perdebatan terus terjadi diantara anak dan Daddynya.


" Cukup Dad, percuma kalau Daddy mau menghentikan Ezra. Yang ada nantinya, jaringan Daddy Ezra kacaukan kembali."


" Ya ya ya, dan Daddy mau semuanya ini hanya kamu, Daddy dan anggota kelompok Daddy yang mengetahuinya. Kau mengerti kan boy, ah kenapa aku harus mempunyai anak yang pikiran sama kelakuannya melebihi diriku, huh!" Elvan semakin menahan kekesalannya.


Kekesalan Elvan tambah semakin menjadi-jadi oleh karena ulah Ezra, bagaimana bisa ia disingkirkan dari tempatnya sendiri.


" Jika bukan Puteraku, sudah lama aku buang dia jadi teman tanah! Bahkan ia sudah dengan beraninya menggeser posisiku dari kursi ini, anak siapa dia!" Elvan terus menggerutu atas kekalahannya.


" Diamlah Dad, itu membuat Ezra tidak bisa berkonsentrasi."

__ADS_1


Habislah sudah Elvan saat itu, mau tidak mau ia harus mengakui kelebihan yang dimiliki dari anaknya. Menunggu beberapa detik, dengan begitu cepat dan rapi. Ezra sudah selesai dengan apa yang ia kerjakan, kepala Elvan kembali berdenyut melihat kepiawaian sang puteranya.


" Ni, coba Dadd lihat." Ezra menunjukkan apa yang ia temukan pada Elvan.


Menggeleng-gelengkan kepalanya, agar tidak terlalu terasa berdenyut, Elvan perlahan mulai membacanya dan sangat teliti, namun bukannya semakin ringan, sakit kepala itu malah berdenyut dengan sangat kuat. Elvan menghempaskan tubuhnya dan bersandar pada kursi yang ia tempati, memijit kening kepalanya agar bisa membantu meringankan rasa sakit yang ada.


" Ada seseorang yang mencari data keluarga kita, terutama data milik Mommy Dad. Mereka cukup pintar melakukannya, tapi itu belum cukup untuk bisa mengalahkan Ezra." Begitu percaya dirinya, Ezra menyombongkan dirinya kepada sang Daddy, ia pun menunjukkan riwayat sang peretas yang sempat hilang.


" Ya ya, kau memang sangat pintar boy. Daddy harus mengakui itu." Mau tidak mau, Elvan harus mengakui ke pintaran Ezra dari dirinya.


" Hahaha, akhirnya Daddy mengakuinya. Tapi Dad, apakah Mommy akan ada dalam bahaya jika terus-terus begini? Ezra takut, jika Mommy dan adek kenapa-napa." Ezra yang terlalu takut jika Ara terlalu jauh terlibat dengan dunia bawah yang Daddy dan dirinya bergabung di dalamnya.


" Stop boy, biarkan pikiran Daddy beristirahat sejenak. Jangan kau berikan lagi, kalimat-kalimat yang membuat ini sakit. Oh Tuhan, ini hukuman atau hadiah dariMu untukku."


Semakin banyak mengetahui rahasia terbesar yang sudah puteranya sembunyikan, maka hal itu semakin membuat Elvan terlihat seperti orang yang kalah dalam bertanding.

__ADS_1


Tenang saja Dad, Ezra tidak akan membiarkan mereka mengganggu kita semua. Terutama untuk Mommy, Ezra akan terus berusaha melindungi kalian. Ezra.


__ADS_2