
Sepeninggalan Elvan yang main kabur dari situasi yang ada, membuat Ezra mengambil perannya. Ia dan sang Daddy telah mengetahui pergerakan dari kelompok yanh dipimpin oleh Ray, bahkan tindakannya untuk mengambil sampel pada diri Ara juga tidak luput dari pengawasannya.
" Ups, ada tamu rupanya. Lian, Leon. Kalian ingin menyapa mereka? " Ezra sengaja melepaskan dua L begitu saja, bahkan ia membiarkan keduanya mendekati tamu yang tubuhnya sudah bergetar melihat dua L.
" Ja jangan! Jangan biarkan mereka lepas, hei nak. Tolong singkirkan hewan buas itu, mereka membuat istriku ketakutan." Ray menggerakkan tangannya, agar kedua hewan tersebut menjauh.
Bukannya menjauh, dua L malah semakin mendekat dan mengenduskan indera penciumannya.
" Maaf kek, sepertinya hewan-hewanku ini ingin mengenal dan bermain bersama kalian." Seringai Ezra dalam wajah polosnya.
" Tapi mereka membuat kami takut, tolong jauhkan dari istriku." Ray kembali memohon agar kedua hewan itu dijauhkan dari mereka.
Dari sisi sudut yang berbeda, para penghuni mansion yang lainnya sedang melihat aksi dari tuan muda mereka. Tidak ingin terlibat lagi dengan dua hewan buas itu, mereka lebih memilih untuk menyaksikannya saja.
" Jef, coba kau hentikan aksi tuan muda Ezra. Aku kasihan melihat wanita itu, takut jantungnya berhenti mendadak." Dion bergidik ngeri dengan apa yang dilakukan Ezra bersama dua L.
" Kau saja sana, aku masih sayang dengan nyawaku sendiri. Mau mati muda kau kesana, hah!" Jefri memilih pergi dan tidak ingin melihat aksi koboy dari tuan mudanya itu.
Kepergian Jefri pun membuat Dion mengikuti langkahnya, suatu masalah besar jika sudah berhubungan dengan tuan mudanya dan juga kedua hewan tersebut.
Namun dibalik ketakutan yang Bella rasakan terhadap dua L, semuanya itu menjadi saksi jika ia sangat bahagia. Itu semua karena ia bisa melihat dan bertemu secara langsung dengan cucunya, anak dari Ara dan Elvan.
__ADS_1
" Sebentar sayang, apakah kamu anak dari Ara?" Ujar Bella saat ia menatap wajah Ezra dengan rinci.
" Apakah nenek bertanya padaku? " Ezra balik bertanya kepada Bella, yang dimana membuat Ray terdiam.
Menarik dua L yang sedang bermain disekitar kaki dan membawanya untuk duduk bersamanya di salah satu sisi sofa yang ada disana, Ezra tahu jika kedua orang itu sangat penasaran dengan apa yang ia ucapkan.
" Kau memanggil kami dengan sebutan kakek dan nenek, sayang. Apakah itu artinya, kau mengetahui jika kami adalah nenek dan kakek kandungmu?" Kembali Bella mengucapkan akan apa yang ia rasakan.
Ray mengetahui apa yang dimaksud dengan ucapan Bella saat itu, ia memilih mengikuti alurnya.
" Apakah aku salah dalam berkata? Mommy selalu mengatakan untuk memanggil orangtua yang lebih tua dari mommy itu dengan sebutan nenek dan yang laki-lakinya dengan sebutan kakek. Apakah aku salah dalam hal itu?" Begitu lancarnya Ezra mengatakan dan menjawab pertanyaan dari Bella.
Dan seketika itu juga membuat semua orang yang berada disana, baik diruang utama maupun yang sedang bersembunyi sangat terkagetkan.
" Perkataanku sudah cukup jelas kek, jika kalian sangat penasaran. Bisa kalian lihat sendiri, wajahku dengan Daddy. Bahkan wajahku lebih tampan darinya, tentu saja aku adalah anaknya. Tapi aku lebih menyayangi Mommy daripadanya, jadi. Jika ada sesuatu yang terjadi pada Mommy, aku akan membuat perhitungan untuk mereka." Ezra seakan memberikan suatu sinyal.
Mendengar perkataan yang Ezra lontarkan, membuat Ray sangat terdiam dan tidak bisa lagi untuk mencerna semuanya yang terjadi. Ada sesuatu yang membuatnya sangat takjub dengan sosok kecil dihadapannya ini.
Bola mata Bella menatap lekat pada Ezra, dengan berkaca-kaca. Ia merasakan kebahagian bisa melihat dan berbicara secara langsung dengan cucunya, walaupun ia belum bisa melakukan hal yang sama kepada Ara.
" Apakah aku boleh mengatakan sesuatu kepada kalian?" Tanya Ezra dengan gaya polosnya, lalu ia menyuruh dua L untuk kembali ke tempat ia bermain sebelumnya.
__ADS_1
Berjalan mendekati Ezra, Bella memberanikan dirinya setelah dua L pergi dari sisi Ezra.
" Boleh sayang, kamu bebas untuk mengatakan apapun pada nenek." Bella duduk berdampingan bersama Ezra dan Ray berdiri disisi samping Bella.
" Apakah kau benar-benar nenekku? Tapi, tidak ada yang menceritakan kalau aku masih mempunyai nenek lagi. Hanya oma dan Nany yang aku tahu sebagai nenek dan nenek buyutku." Ujar Ezra.
Ada perasaan yang begitu sakit pada diri Bella, rasanya begitu tertusuk dengan perkataan yang baru saja Ezra ucapkan.
" Bagaimana jika kau kehilangan orang yang paling kamu cintai oleh keadaan, sayang? Berbagai usaha kamu lakukan agar bisa bertemu kembali dengan orang tersebut, dan ketika kamu telah menemukannya kembali. Namun keberadaanmu kini, justru membuatnya menjadi terjatuh. Maka, apa yang akan kamu lakukan untuk hal tersebut?" Bella menangkap pada diri Ezra, jika cucunya itu adalah orang yang begitu piawai dan sangat cerdas.
Mendapatkan perumpamaan itu, membuat Ezra tersenyum. Bahkan ia mendekatkan dirinya pada Bella dan memeluknya, ia pun berbisik pada telingga Bella tanpa diketahui oleh Ray dan yang lainnya.
" Kau memang nenekku, aku berjanji. Akan membawa Mommy kepadamu sebagai seorang anak, jangan bersedih nek. Jangan biarkan kakek mengetahui hal ini, biarkan dia larut dalam rasa penasarannya sendiri. "
Begitu mengagetkan bagi Bella dengan pernyataan Ezra saat itu, namun ia sangat bahagia mendengarnya hingga tak terasa air telah menetes pada sudut matanya.
" Nanggisnya nanti saja pada saat bertemu kembali dengan Mommy, nek." Tangan kecil itu menghapus air yang membasahi wajah Bella.
Seperti anak kecil lainnya, Ezra kemudian melepaskan diri dari Bella dan menghampiri Ray yang masih setia berdiri. Menggerakkan tangannya sebagai isyarat agar Ray menyamakan tubuhnya dengan dirinya, lalu Ezra juga berbisik di telinga Ray.
" Jangan terlalu gegabah dalam bertindak, apalagi dalam urusan dunia bawah dan bisnis kek. Itu akan dengan mudah menjadi bumerang untukmu sendiri kek, dan satu lagi. Berikan waktu untuk Mommy menerima semuanya, jika kau memaksa. Jangan salahkan jika sesuatu akan terjadi padamu kek, bye." Ezra melambaikan tangannya kepada Bella dan tersenyum.
__ADS_1
Tubuh Ray seketika menegang, seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari seorang anak kecil seusia Ezra.
Apa dia benar-benar cucuku? Ray.