
Kini seorang pria memasuki perusahaan Blade Company, dengan di iringi oleh salah satu orang kepercayaannya. Perawakannya cukup membuat orang-orang yang melihatnya terpana, terutama bagi kaum hawa.
" Wah, siapa dia? Tampan sekali, tapi masih kalah sama bos kita." karyawan wanita yang sedang melihat kedatangan tamu perusahaan mereka.
" Tapi lumayanlah, kalau mau bos. Kayaknya nggak bakalan dapet, hehehe." Sambung temannya.
" Ehem ehem." Suara pria tersebut menyadarkan kedua karyawaan wanita itu.
Tampak seperti gelagapan, keduanya saling salah tingkah setelah pria tersebut menghampirinya.
" Saya ingin bertemu dengan bos kalian." Ujar salah satu dari pria tersebut kepada karyawaan.
" E eh, iya tuan. Bisa kami tahu, anda siapa dan ada tujuan apa?"
" Bilang saja kepada bos kalian, kalau Bubble ingin bertemu." Ujar orang kedua yang bersama pria tersebut menyebutkannya.
Mendengar apa yang disampaikan oleh tamunya itu, membuat kedua karyawaan wanita tersebut tersenyum menahan tawa.
" Tampan-tampan kok namanya Bubble ya, lucu dan aneh."
" Kau benar, sudahlah. Lebih baik kau segera beritahukan pak Jack saja, biar dia yang nanti menentukan bisa bertemu atau tidaknya."
" Baik tuan, silahkan anda menunggu sebentar disana, akan saya sampaikan kedatangan anda pada bos kami." Ujar Karyawaan tersebut dan mengarahkan kedua tamunya untuk menunggu sebentar di ruang tunggu yang tersedia disana.
Walaupun tampak ragu untuk memberitahukan tentang kedatangan tamu tersebut, mereka pun memilih untuk menyampaikannya kepada sang asisten kepercayaan dari bos mereka.
Tak berselang lama, Jack pun tiba di lobby perusahaan dan menghampiri karyawannya.
" Dimana orangnya?" Tanya Jack yang juga merasa penasaran dengan tamunya.
" Mereka berada di ruang tunggu pak." Jawab karyawan wanita itu.
Jack pun segera menuju ruang tunggu yang dimaksud oleh karyawannya, sempat ia melihat sejenak dari kejauhan. Namun rasa penasarannya semakin besar, untuk segera mengetahui siapa mereka.
__ADS_1
" Selamat datang di perusahaan kami." Sapa Jack saat memasuki ruangangan tempat dimana tamunya berada.
Namun Jack belum bisa melihat secara jelas, wajah dari tamunya. Karena mereka duduk membelakangi dirinya, disaat ia menyapa pun orang tersebut tidak membalikkan tubuhnya. Hal itu semakin membuat Jack mengkerutkan keningnya.
" Maaf, anda siapa dan bertujuan apa untuk menemui bos kami?" Jack langsung menananyakan tujuan mereka.
" Heh, masih tetap sama. Angkuh dan sombong, tapi aku suka." Jawab sang tamu utama tanpa membalikkan wajahnya.
Suara itu, suara yang tidak asing di telingaku. Tapi, siapa dia? Jack.
Perlahan Jack berjalan mendekati tamunya, dan betapa kagetnya ia saat tamunya langsung menyerangnya serta mengunci pergerakan tubuhnya.
" Akh! Hei apa-apaan ini!" Jack memberontak dengan apa yang diberikan oleh tamunya.
" Dasar cerewet! Beraninya kau melupakan suaraku yang merdu ini."
Plak!
Tamu utamanya itu mendeplak kepala Jack dengan cukup kuat, mengusap kepalanya yang sakit. Jack kaget dengan perkataan tersebut, lalu ia secara langsung melihat wajah dari tamunya.
Bugh!
Melakukan pembalasan, Jack memberikan pukulan pada lengkan tamunya. Dia adalah Azura, pemimpin dari kelompok Bubble Ghost. Merupakan rekan kerja dan sekaligus sahabat dari Elvan, sang leader dunia bawah. Ia datang dengan salah satu orang kepercayaannya, Gael.
" Bilang saja kalau kau yang datang, kenapa malah memberikan nama samaran seperti itu. Mendengarnya saja sudah membuat orang tertawa dan merasa kau tidak waras, apa kabar?" Jack merangkul tubuh Azura dengan erat.
" Ais, jangan memelukku seperti ini. Aku baik-baik saja, lepas Jacki!" Azura memang tidak menyukai jika dirinya dipeluk oleh lawan jenis, apalagi itu adalah Jack. Orang yang sering membuatnya kesal.
" Namaku Jack, bukan Jacki! Sudahlah, ada apa kau kemari? Membuat pekerjaanku terbengkalai saja, dan kau. Kenapa masih ikut sama ni orang, menyebalkan saja." Gerutu Jack atas sikap Azura kepadanya.
" Aku masih butuh pekerjaan, jika kau mau membawaku. Maka dengan senang hati aku akan melepaskan diri pekerjaan ini." Gael tak kalah recehnya.
" Apa kau bilang, hah! Mau aku pukul kau ya." Geram Azura dengan sikap Gael yang ikut-ikutan menggombal.
__ADS_1
Melihat sikap konyol kedua orang dihadapannya, membuat Jack merasa terhibur dan bahagia. Sudah sangat lama mereka tidak bertemu dan saling bertukar cerita.
" Berhentilah bertengkar, bukannya kalian kemari untuk bertemu kami. Bukan kami yang harus melihat kalian berdua berdebat seperti ini, dasar bos dan anak buah sama saja."
" Sama saja? Sama saja bagaimana, aku bosnya." Azura tidak ingin dirinya direndahkan.
" Sama-sama tidak waras, Hahaha. Ayo ke atas, disini akan membuatku sakit kepala saja dengan kalian berdua." Celoteh Jack yang meraih kedua lengan pria tersebut, membawanya menuju lift untuk menemui tuannya.
Semua mata kembali melihat ke tiganya, bagaimana tidak. Ke tiganya mempunyai paras wajah yang cukup tampan dan penampilan mereka juga berbeda dari karyawan lainnya, namun hal itu tidak mereka hiraukan sama sekali. Hingga pada saatnya mereka telah tiba di depan pintu ruangan sang pemilik dari Blade Company.
" Tuan, ada manusia menyebalkan da..." Jack main nyelonong saja masuk ke dalam ruangan Elvan dengan membawa dua pria tadi, namun hal itu membuat suasana tiba-tiba menjadi menegangkan.
Dengan tatapan tajamnya, Elvan arahkan kepada Jack yang sudah mengganggu waktunya bervideo call bersama istri dan anaknya. Dengan tingkah konyolnya yang sedang bermain bersama baby, Elvan terlihat sangat jauh dari kesan sebagai leader dunia bawah dan sang pemilik Blade Company.
" Jack!!" Elvan berteriak dengan penuh penekanan, ia pun langsung mengakhiri panggilan video call tersebut.
" Mampus! Hei, kalian berdua cepat masuk. Bantu aku menghadapinya, jangan diam saja." Jack semakin bergetar, saat mendapati mata Elvan memerah menatapnya.
" Sorry coy, kita nggak ikut-ikutan masalah itu." Azura menarik dirinya dan juga Gael untuk menunggu diluar ruangan sampai drama bos dan bawahannya selesai.
Dengan menghindarnya Azura dan Gael, membuat Jack mau tidak mau harus menyelesaikan kesalahannya. Disaat ia berjalan mendekati tuannya, belum sampai ia disana.
" Bawa kedua manusia menyebalkan itu masuk, aku tidak suka jika harus membiarkan kalian saling beradu akting." Elvan mengetahui kehadiran kedua sahabatnya.
" Baik tuan."
Segera Jack membawa kedua manusia itu menemui tuannya, dengan rasa tidak bersalah. Mereka kembali menampilkan perdebatan yang sia-sia.
" Akan kuhancurkan kelompok Bubble sampai tidak tersisa jika kalian masih seperti ini!" Teriak Elvan.
" Ja jangan Van, ah kau masih menyebalkan juga. Masa kami jauh-jauh datang, malah disambut dengan wajahmu yang seperti ini. Oh iya, mana kakak ipar dan keponakanku?"
" Aku tidak menyuruh kau untuk datang, jangan jadikan istri dan anakku sebagai alasannya."
__ADS_1
" Huhf, iya iya. Dasar manusia tidak bisa basa basi kau ini, aku hanya menawarkan bantuanku untuk menyelesaikan permasalah yang sedang kau hadapi. Berita pernikahan dan kelahiran anakmu itu sudah menjadi konsumsi dunia bawah, ada yang gembira menyambutnya dan ada juga tidak suka. Aku tidak ingin kakak ipar dan keponakanku ikut terlibat dan terancam, kau sendiri mengerti jika dunia bawah sangat tidak mengenal toleran kepada siapa pun." Jelas Azura atas maksud kedatangannya.
" Benar tuan, ada beberapa informan yang kami tugaskan untuk mencari tahu tentang orabg ataupun kelompok yang mencari masalah itu. Namun sepertinya mereka orang lama dan mengetahui struktur dari sistem kerja tuan, mohon anda bisa mengunci pergerakan mereka." Gael sudah tidak tahan dengan informasi yang ia ketahui.