Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
29.


__ADS_3

" Hm." Rara kaget dengan perkataan Vivi yang baru saja ia lontarkan.


" Maksud kamu Vi?" Rara semakin bingung dengan ucapan Vivi kepadanya.


" Kamu terlihat sangat mengkhawatirkan dia, dan itu. Elvan juga seperti orang yang sedang frustasi pada perempuan ini, ya bisa dibilang orang sedang jatuh cinta dan patah hati. " Terang Vivi.


Mendengar ucapan rekan kerjanya, yang tak lain juga teman yang menyukai sang kakak sejak lama.


" Ah, kau ini seperti peramal saja. Bagaimana bisa aku menyembunyikan statusnya, hufh."


" Dia adalah kakak iparku, istri dari kak Elvan."


Byur!


Semburan dari mulut Vivi yang saat itu sedang meneguk air, membuat dirinya tersedak.


" Akh, uhuk uhuk! Kau, kau tidak sedang bercanda kan Ra?" Vivi menetralkan rongga dada dan tenggorokannya yang terasa sakit, akibat dari tersedak.


" Aku tidak bercanda Vi, kau tahu sendiri kan. Aku tidak pernah bermain-main demgan ucapanku, hanya saja. Wanita itu belum mengetahuinya, kami merahasiakan darinya karena sesuatu hal. Jangan tanya lagi penyebabnya apa, atau kau akan berurusan dengan kak Elvan." Sorot mata Rara seakan mengancam Vivi, karena ia tahu jika rekan kerjanya itu begitu menyukai kakaknya. Dan, lagi pula sikapnya tidak terlalu bersahabat dengan sesama rekan kerja lainnya.


Kabar yang begitu sangat mengagetkan untuk Vivi, penenantiannya yang begitu lama kepada perasaan seorang Elvan. Kini harus berakhir dengan begitu miris dan juga mengecewakan.

__ADS_1


" Cepat katakan hasil pemeriksaanmu tadi, aku ingin menyampaikannya kepada kakaku. Atau kau ingin mengatakannya secara langsung, dokter Vivi?"


" Emm, aku akan mengatakannya sendiri kepada kakakmu. Karena ini adalah pasienku, aku yang bertanggungjawab dengan kondisinya. Baiklah, sepertinya aku akan menemui pasien itu dan mengatakan pada suaminya."


" Dia hamil bukan?" Perkataan Rara secara tiba-tiba membuyarkan pikiran Vivi.


" Kau mengetahuinya?" Vivi tampak kaget dengan pernyataan Rara.


" Jangan sampai kau melakukan sesuatu yang bisa memancing kemarahan kakakku, aku juga tidak akan tinggal diam jika kau melakukannya. Camkan itu, dokter Vivi!" Beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Vivi yang masih terdiam.


Pyar!


" Heh, aku sudah menunggumu sejak lama Elvan. Tapi kini, aku mendengar kau sudah menikah dan merahasiakannya dari istrimu sendiri. Tampaknya ada sesuatu yang menarik untuk aku selidiki." Vivi menyeringai dengan sudut bibir yang tertarik ke atas.


Saat ini, Elvan sedang menatapi wajah Ara yang begitu sangat pucat. Menggenggam tangan kecil itu kedalam telapak tangannya yang cukup besar.


" Kak."


Pria itu hanya menolehkan mukanya sejenak dan kembali menatap wanitanya, Rara berjalan mendekatinya.


" Dia masih belum sadar?" Tanya Rara kepada Elvan yang begitu fokus.

__ADS_1


" Hem." Jawaban yang cukuk singkat dan jelas.


Dasar manusia batu lumutan, sikapnya masih saja dingin seperti dulu. Awas saja, jika nanti kalau memerlukan bantuanku, aku tidak akan membantu lagi dan aku akan mengutukmu menjadi bucin selamanya sama dia. Rara.


" Kak, bisa bicara sebentar?"


Mendengar hal itu, Elvan meletakkan dengan perlahan tangan Ara dia atas tempat tidur. Bergerak mendekati Rara, yang sudah menunggunya dengan tatapan penuh arti.


" Ada apa?" Dengan tangan yang memasuki saku celananya, Elvan menatap Rara penuh tanya.


" Kakak perlu berhati-hati dengan dokter yang menangani dia, Vivi. Kakak masih ingat kan dengannya?"


" Vivi?" Elvan mencoba mengingat nama yang baru saja disebutkan.


" Pokoknya, aku sudah mengingatkan kakak untuk menjaganya. Karena cinta, seseorang akan melakukan apapun diluar nalar pikiran manusia. Seperti kakak bermain dengan kebiasaan aneh dan kejam itu, pahamkan." Kini Rara yang bergaya dengan bertolak pinggang dihadapan Elvan.


" Akan kakak usahakan, bagaimana keadaannya? Kenapa sampai saat ini, dia masih belum sadar?" Tanga Elvan sambil melirik ke arah Ara.


" Aduh, hampir saja lupa. Dia sedang ha..." ucapan Rara terhenti disaat seseorang memasuki kamar perawatan tersebut.


" Permisi."

__ADS_1


__ADS_2