Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
87.


__ADS_3

Memperlakukan Bella selayaknya ratu di istananya, Ray begitu bahagia telah menemukan wanita yang begitu sangat ia cintai. Setelah sekian lama ia menjadi orang yang begitu cukup berpengaruh pada dunia bisnis dan juga dunia hitam, membawanya bisa menemukan Bella.


" Tuan, ini laporan yang anda inginkan."


" Hem."


Ray menerima sebuah berkas dari orang yang ia percayai untuk menjalankan salah satu perusahaannya, orang tersebut baru saja bergabung dengannya. Entah darimana sampai ia bisa mempercayainya dalam waktu yang singkat, namun orang tersebut ternyata bisa memegang dan menjalankan apa yang ia perintahkan.


" Blade Company? Siapa pemiliknya? Sepertinya orang itu sangat berpengaruh di dunia bisnis." Ray membaca data milik salah satu perusahaan yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaan miliknya.


" Benar tuan, pemilik perusahaan tersebut cukup berpengaruh. Bahkan pemiliknya merupakan leader dari dunia bawah seperti anda tuan."


" Leader? Wow, cukup menarik juga rupanya. Siapa dia?"


Ray ternyata sangat tertarik dengan pemilik dari Blade Company itu, bahkan dengan usia yang cukup terbilang muda. Ia sudah berhasil menduduki tingkat keberhasilan dalam dunia bisnis, ditambah dengan kedudukannya sebagai leader dari dunia bawah. Wajar saja jika bisa sesukses itu, namun semuanya itu tidak akan berhasil jika tidak ada kemaun yang kuat untuk meraih itu semua.


" Namanya Elvan Aristides tuan." Jawab orang tersebut.


" Elvan Aristides? Elvan, Elvan." Ray seperti sedang berpikir untuk nama tersebut, ia merasa jika nama itu pernah ia ketahui.


" Pertemukan aku dengannya, kau atur semuanya."


" Baik tuan, akan saya atur semuanya."


Disaat pria itu akan berbalik, datanglah seorang wanita yang tak lain adalah Bella. Dengan raut wajah yang begitu murka, ia menghampiri Ray yang masih duduk begitu tenangnya.


" Dasar pria ba***gan! Lepaskan aku dari disini, aku benar-benar muak dengan semua ini!"

__ADS_1


" Tenang dulu Bell, kita akan menghadapinya bersama. Tolong mengertilah untuk itu, aku mohon." Ray membujuk Bella yang selalu ingin lepas darinya.


" Hidupku sudah cukup tenang, kenapa kau tiba-tiba muncul kembali. Mengacaukan semuanya, dasar pria bre****ek!"


Mendapati Bella yang terus mengamuk, Ray yang saat itu sedang bersama orang kepercayaannya menjadi terpancing emosinya.


" Cukup Bella! Cukup!"


Ada apa ini, siapa perempuan ini? Aku baru melihatnya, apakah dia yang selama ini dicari-cari oleh tuan Rayyan.


" Lepaskan aku, aku mau mencari anakku. Tolong lepaskan aku, kumohon lepaskan. Hiks hiks." Tanggisan Bella terdengar begitu memilukan, tubuh itu terhempas ke lantai begitu saja.


Begitu sigapnya, Ray menahan tubuh Bella yang sudah tak berdaya. Ray juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Bella, ia juga sudah mengetahui jika anaknya telah hilang dalam peristiwa yang cukup cepat terjadi.


" Tenangkan dirimu, aku berjanji. Aku berjanji akan menemukan keberadaan puteri kita, tenanglah." Ray membawa Bella ke dalam pelukannya, ia berusaha membuatnya untuk merasa nyaman.


Tangisan Bella membuat hati Ray semakin sakit, rasa bersalah itu semakin membesar tatkala melihat tangisan wanita yang begitu ia cintai.


" Dimana kamu melihatnya? Aku akan memastikannya."


Perlahan Bella mengambil ponsel dari tas kecil yang ia gunakan, lalu ia menunjukkan sebuah foto kepada Ray. Disaat Ray menerima dan melihat foto tersebut, kedua mata Ray membesar dan wajahnya tegang seketika.


I ini, benarkah jika ia adalah puteriku? Puteriku masih hidup, ia masih hidup. Ray.


Pada foto tersebut, memperlihatkan Ara yang sedang menikmati hidangan pada saat ia berada di restoran waktu itu. Bella secara diam-diam mengambil gambarnya, disaat semua pengawalnya juga sedang makan.


" Arion, aku sudah mengirimkan foto itu padamu. Cari tahu semua informasinya, aku tidak mau terlewatkan sedikitpun." Ray yang sebelumnya mengirimkan foto itu pada ponselnya, lalu ia mengirimkannya lagi pada Arion.

__ADS_1


Ya, Arion. Setelah kabur dari peristiwa yang cukup mencekam terdahulu, ia bertemu dengan Arrayan dan bergabung bersamanya. Dan kini, ia dikagetkan dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Ara? Ini kan foto Ara, kenapa sampai ada pada mereka. Arion.


" Maaf tuan, jika boleh saya bertanya. Ada hubungan apa, anda dengan orang yang berada di dalam foto ini?" Arion yang semakin merasa penasaran.


Sementara Bella masih dalam isakan tanggisnya, Ray memahami akan beban yang selama ini sudah dia tanggung sendirian.


" Bella mengatakan, jika wanita di dalam foto itu adalah puteri kami yang telah hilang. Namun semuanya itu belum pasti, semuanya itu akan kita selidiki dahulu."


" Tapi tua, saya mengenal orang yang berada di dalam foto ini." Arion sebenarnya ragu untuk mengatakannya, namun ia akan menjadi lebih kejam jika membiarkan fakta yang ada.


" Be benarkah itu, benarkah kau mengenalnya?" Bella yang mendengar ucapan Arion, ia pun langsung bersemangat kembali.


Seakan mendapatkan angin segar, Ray dan Bella sangat tertarik dengan apa yang Arion katakan. Mereka pun membahas tentang Ara, Arion menceritakan sebatas yang ia ketahui dan tidak lebih.


" Segera kerahkan seluruh anggota kita untuk mencari informasi tentangnya, jangan sampai terlewatkan sedikitpun. Aku berharap, semuanya ini benar-benar nyata." Ray memeluk Bella dengan penuh rasa bahagia.


Jika memang benar Ara adalah puteri mereka yang telah hilang, sungguh beruntungnya dia memiliki ayah seperti tuan Arrayan. Arion.


Pamit dari sana, Arion bergegas mengatur semua yang telah diperintahkan oleh tuannya. Setelah hilangnya bayangan Arion, Bella merasakan sesuatu yang aneh.


" Lepas! Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan Ray." Bella baru menyadari jika dirinya berada dalam pelukan Ray dan melepaskan diri dengan mendorong tubuh Ray secara kasar dan berlari menjauh.


Dengan tersenyum, Ray merutuki sikap konyolnya itu. Namun ia sangat berharap, kebenaran akan status Ara yang benar-benar adalah anaknya.


Wajahnya saja sangat mirip denganku, hanya saja dia dalam bentuk perempuan. Aku pun sangat menyakini, jika dia adalah anakku. Ray.

__ADS_1


__ADS_2