Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
95.


__ADS_3

Suasana rumah sakit begitu terasa mencekam, dalam keadaan yang begitu kalut. Elvan merutuki dirinya sendiri, membiarkan istri dan calon baby mereka dalam keadaan yang berbahaya. Tanpa Elvan sadari, seseorang sudah bersiap menyerangnya.


Bugh!


Bugh!


Pukulan demi pukulan itu menyentuh tubuh Elvan, namun tidak ada perlawanan dari dirinya. Ezra, ia yang baru saja tiba disana. Setelah mengetahui kejadian yang menimpa Mommy, ia pun begitu murka kepada sang Daddy. Elvan menarik tubuh puteranya itu ke dalam pelukannya, ia tahu jika puteranya itu sedang kecewa dan sedih.


" Daddy bohong, Daddy pembohong!" Teriak Ezra.


Membiarkan Ezra meluapkan apa yang dirasakannya, Elvan menerima sikap puteranya itu.


" Daddy pembohong, Daddy sudah bohongi Ezra."


Merasakan jika puteranya itu sudah melunak, Elvan membawanya untuk duduk bersama. Mengusap kepalanya dengan lembut, dan sesekali mengecupnya.


" Kandungan Mommy mengalami masalah, keadaan baby juga melemah. Ini semua memang salah Daddy, kamu pantas untuk marah. Maafkan Daddy boy." Tatapan mata Elvan sangat kosong, hatinya juga hancur melihat keadaan Ara dan babynya.


Ada perasaan bersalah dalam diri Ezra, ia sudah menyalahkan Daddynya tanpa mencari tahu dulu penyebab terjadinya kejadian tersebut.


" Dad, maaf." Ezra kembali memeluk Elvan yang sudah menitikkan air mata dalam diamnya.


" Hhah, kita harus menyelamatkan Mommy dan baby, boy. Semoga saja mereka berdua segera pulih dan bisa berkumpul bersama kita lagi, Daddy akan mencari tahu penyebab Mommy sampai seperti ini." Elvan mengusap wajahnya dan menghapus air mata yang sudah jatuh.


" Sebenarnya, apa yang terjadi Dad?" Rasa penasaran dan jiwa detektifnya seorang Ezra kini mucul.

__ADS_1


Merasa tidak ada salahnya untuk berbagi, apalagi Elvan mengetahui bakat terpendam sang putera. Ia pun menceritakan semuanya, sampai pada akhirnya Ezra bisa menarik kesimpulan dari cerita yang disampaikan oleh Daddynya.


" Berikan akses Daddy, kali ini biarkan Ezra yang bekerja Dad. Daddy cukup temani Mommy, kalaupun terjadi sesuatu. Ezra akan memberitahukan ya pada Daddy, tapi Ezra pinjam semua paman ya. Tanpa terkecuali, bagaimana Dad?" Menunggu persetujuan dari Elvan, Ezra melangkah mendekati Ara yang terbaring tidak sadarkan diri di atas tempat tidur.


" Mom, Ezra mohon Mommy dan adek kuat ya. Ezra janji akan menyelesaikan masalah ini semua, berjanjilah Mom." Ezra memberikan kecupan pada kedua pipi Ara.


Membatasi siapa pun yang datang untuk menjenguk Ara, bahkan berita jika Ara sedang dirawat juga dirahasiakan oleh Elvan. Hanya keluarga dan juga orang-orangnya yang mengetahui hal ini. Ezra pamit untuk pulang bersama Dion, namun juga Elvan mengerahkan semua anggotanya untuk mengamankan semuanya termasuk bisnis mereka dari dunia bawah.


Dion dan Ezra sudah hilang dari ruangan tersebut, tingallah Elvan dan Ara disana.


......................


" Bagaimana hasilnya Ray?" Bella terus menanyakan rencana mereka untuk mengetahui siapa Ara.


" Harus berapa lama lagi, aku harus menunggu? Jika kau tidak bisa, lebih baik aku sendiri yang mencaritahunya. Kau memang dari dulu selalu tidak pernah konsisten dengan apa yang kau ucapkan padaku! " Bella sudah tidak dapat membendung kekesalannya, mendapatkan terus menerus janji dan hanya janji dari Ray akan kepastian anaknya.


Bertahan hidup berdampingan dengan pria dari masa lalunya secara terpaksa, membuat Bella sudah tidak bisa membendung keinginannya untuk segera mencaritahu sendiri. Mendapatkan janji dan janji dari Ray, namun tidak pernah berakhir dengan hasil yang baik.


" Cukup Bella, cukup! Kau tidak bisa mementingkan egomu sendiri! Jika dugaanmu itu salah terhadap perempuan itu, maka nyawakulah yang menjadi taruhannya."


Mendengar penjelasan dari Ray membuat Bella kaget akan semuanya.


" Kau tidak tahu, siapa dibalik perempuan itu. Suaminya adalah seorang penggusaha yang cukup terpandang dinegeri ini, tidak sembarang orang yang bisa berurusan dengannya. Dan yang harus kau ketahui, dia juga seperti diriku. Kami mempunyai peran dalam dunia bawah, dan dia sangat disegani oleh seluruh kelompok lainnya. Membuat kesalahan, hanya akan membuatku melepaskan nyawa dengan sukarela. Kumohon bersabarlah." Ray meraih tangan Bella yang sedang terisak dengan tanggisnya.


" Ta tapi aku seorang ibu, Ray. Ikatan batin diantara kami begitu kuat, aku percaya jika dia adalah puteriku. Dia pasti puteriku, Ray!" Bella semakin terisak dan Ray menguatkannya dalam pelukannya.

__ADS_1


" Berikan aku waktu sedikit lagi untuk menyakinkanmu, bahwa dia adalah puteri kita. Ingat, puteri kita. Jangan sendiri lagi menanggung semuanya, aku akan selalu bersamamu."


" Ta tapi Ray,..."


" Sssttth, jangan meragukan diriku lagi. Percayalah, dari dulu sampai saat ini. Hanya kamu yang memiliki hati dan jiwaku, hanya kamu Bella. Maka dari itu, menikahlah denganku."


Sontak saja hal itu membuat Bella berhenti dari tanggisannya, ia menarik dirinya dari pelukan Ray. Menatap kedua bola matanya dengan maksud mencari kebenaran, namum disana tidak ia temukan.


" Yakinlah, tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita. Mari kita menjalani semuanya dari awal lagi, bersama-sama mencari puteri kita. "


Tampak ada keraguan dan kebimbangan dalam diri Bella, atas apa yang sudah Ray katakan.


" Maukah kau menikah denganku, Bella?" Ray dengan menekuk salah satu kakinya dan melakukan lamaran kepada Bella secara mendadak.


" Aku tahu, aku bukan pria yang baik dna sempurna. Namun, aku tidak akan membuat kalian menderita lagi." Ray masih dalam keadaan bertekuk dihadapan Bella.


Tidak bisa dipungkiri, hati Bella masih menyimpan perasaan kepada Ray. Walaupun itu sudah hilang tertutupi oleh kesalahan yang telah ia perbuat kepada Bella.


" Berikan aku waktu untuk berfikir, akan tetapi. Jika kau bisa menemukan puteriku. Maka aku akan bersamamu kembali."


Seakan mendapatkan angin segar, Ray segera bangkit dari posisinya. Memeluk erat Bella dalam pelukannya, tak henti-hentinya ia mengucapkan kata-kata terima kasih atas keparcayaan Bella kepadanya.


Terima kasih Tuhan, Kau memberikanku kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya ini. Dan aku berjanji, akan selalu membuat mereka bahagia. Ray.


Aku juga bukan wanita yang sempurna dan baik, Ray. Namun semuanya itu aku lakukan, agar kita bisa mengetahui kepastian mengenai puteri kita. Apapun hasilnya nanti, dia puteri kita atau bukan. Aku akan tetap bersamamu, jangan pernah pergi lagi. Bella.

__ADS_1


__ADS_2