
Dor!
Dor!
Ara memejamkan mata dan sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya, namun setelah suara tembakan itu terdengar. Ara tidak merasakan apa-apa, lalu ia memberanikan diri untuk membuka matanya.
" Ti tidak!" Betapa kagetnya Ara saat itu, bukan dirinya yang terkena tembakan tersebut, melainkan Monick sendiri dan sudah jatuh bersimbah darah tak sadarkan diri.
Seseorang dengan penutup kepala menembakan senjata kepada monick, dari balik tubuh pria tersebut. Munculah Ezra dengan wajah panik, menghampiri Ara.
" Mom, Mommy tidak apa-apa kan?" Ezra memeluk Ara dengan erat.
" Ti tidak apa-apa sayang, dimana adikmu? Daddy?"
" Stop Mom, jangan pikirkan orang lain dulu. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan Mommy."
Dibantu oleh pria yang menggunakan penutup wajah, dia adalah Black. Orang kepercayaan Ezra dari dunia bawah, Ezra melepaskan setiap ikatan yang berada pada tubuh Ara. Melihat ada beberapa luka pada tubuh Mommynya, membuat Ezra melebarkan matanya.
" Dimana yang lainnya?" Tanya Ara
" Mom, ini!" Ezra menunjuk ke arah luka tersebut.
" Tidak apa-apa nak, ini hanya luka kecil. Lebih baik kita menemui yang lainnya, dan pastinya Daddy juga mencari keberadaan kita." Ara menatap tubuh Monick yang sudah tak sadarkan diri, sangat disayangkan semuanya ini terjadi hanya karena rasa iri.
__ADS_1
" Minggir!" Suara berat itu menyadarkan semuanya.
Tampak Elvan yang berjalan sangat tergesa-gesa menghampiri Ara dan juga Ezra, ia langsung memeluk keduanya dan memastikan jika keduanya baik-baik saja.
" Sayang! Kalian baik-baik saja kan?! Baby dimana? Yang lainnya juga?"
" Semuanya baik-baik saja Bee, tenanglah." Ara membalas pelukan suaminya yang begitu ia cintai, tanpa sengaja. Tangan Ara menyentuh sesuatu yang tertancapa pada punggung suaminya itu.
Melepasakn diri dari pelukan suaminya, Ara membalikan tubuh Elvan agar membelakangi dirinya. Betapa kagetnya Ara dan juga Ezra melihat benda tersebut, sebuah pisau masih tertancap pada punggung suaminya.
" Bee! I ini, apakah kau merasakan sakit?" Tanya Ara dengan rasa cemas.
" Tenang saja Mom, Daddy tidak akan mati dengan luka itu." Ezra menyeringai kepada Elvan.
" Benar sayang, ini tidak apa-apa. Sudah, lebih baik kita menemui yang lainnya. Hugo, Jack dan lainnya. Kalian urus semuanya, kali ini musnahkan saja perempuan menyusahkan itu. Aku tidak ingin dia hidup lagi."
Plak!
" Kenapa sayang?" Elvan memprotes Ara yang memukul lengannya.
" Bagaimana pun juga, dia adalah saudara angkatku. Anak dari mertuamu juga Bee."
" Ya ya ya." Begitu malasnya Elvan, karena Ara masih membela orang yang melukainya.
__ADS_1
Sedangkan Hugo dan lainnya, sempat mengejar Elvan untuk melepaskan pisau pada punggungnya. Akan tetapi, jika pisaunitu dilepaskan. Maka, aliran darahnya tidak akan terhentikan tanpa penanganan lebih lanjut. Namun semuanya sudah terlambat, tuan mereka itu sangat keras kepala. Ezra memutar bola matanya dengan sangat malas melihat sikap orang dewasa disekitarnya yang sangat berlebihan, ia terlebih dulu sudah melangkah menjauhi tempat tersebut.
Diluar dari dugaan mereka semua, Monick yang mereka kira sudah tidak bernyawa lagi. Kini ia perlahan mengambil senjata yang sebelumnya ia gunakan untuk menembak Ara, mengumpulkan sisa-sisa dari tenaga yang ia punya. Mengarahkan senjata tersebut kepada Ara dari arah belakang, tanpa menunggu lama.
Dor!
Dor!
Suara tembakan terdengar dan membuat semua mata beralih pada wanita yang sedang memegang senjata dalam keadaan tak berdaya, dengan sigap Hugo dan juga anggota lainnya melepaskan tembakan kepada Monick dalam jumlah yang tak terhitung. Menyebabkan Monick tewas seketika.
" Bee!" Ara tampak panik saat mendapati Elvan yang terjatuh.
" Tuan!"
" Bee, kamu tidak apa-apa kan? Bee."
" Daddy!" Ezra yang kembali melihat Elvan sudah berada dalam pelukan Mommynya.
Ara merasakan kedua telapak tangannya yang basah, ia melihat cairan merah sudah membasahinya.
" Ti tidak, Bee. Bertahanlah! Hugo, Jack! Tolong!"
Mendapati nona mereka berteriak dan menyadari keadaan tuannya, Hugo dan jack bergerak cepat memapah tubuh tuannya dan membawanya untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
__ADS_1
Anggota lainnya yang masih menyelesaikan kekacauan dan beberapa orang yang menyerang telah diamankan, sedangkan anggota keluarga lainnya sudah dievakuasi untuk pulang. Karena mansion mereka adalah tempat yang teraman.