
Kelahiran anak kedua dari Elvan dan Ara sudah membawa berita besar, hal itu telah sampai kepada Bella dan juga Ray. Mereka pun tidak ingin ketinggalan untuk momen tersebut, namun ada satu hal yang mereka lakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain. Bahkan Ezra dan juga Elvan tidak mengetahuinya.
" Semoga saja, apa yang kita duga selama ini benar-benar terjadi." Ray menggenggam tangan Bella dan mengatakan hal yang baru saja mereka lakukan.
" Apa ini tidak terlalu berbahaya Ray?" Bella sangat khawatir dengan tindakan Ray.
" Tenang saja Bella, aku pastikan ini akan aman. Jangan khawatir, hasilnya akan segera kita dapatkan. Dan itu bisa membuat kita semuanya dapat memastikan tentang pertanyaan kita selama ini, apakah benar Ara adalah anak kita atau bukan."
Disaat mendengar peristiwa yang terjadi pada Ara melalui orang suruhannya, Ray segera mengerahkan seluruh anggotanya untuk melakukan tes DNA pada Ara, walaupun dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Namun Ray dengan seluruh kekuatan yang ia punya, melakukan tes tersebut secara diam-diam.
Maafkan kami nak, jika memang benar kau adalah anakku dan juga Bella yang hilang. Apapun caranya, kau akan kami bawa kembali. Bahkan jika nyawa ini sebagai taruhannya, aku akan merelakannya. Ray.
......................
Kelahiran anak ke dua dari Elvan dan Ara, semakin membuat keluarga itu menjadi ramai. Bayi dengan jenis kelamin laki-laki, lahir dengan wajah yang begitu menggemaskan.
" Hallo baby, kau benar-benar mirip dengan Mommy sayang. Terima kasih Tuhan, akhirnya doaku terkabulkan." Elvan menatap anak keduanya dari balik kaca pemisah yang ada.
__ADS_1
Bayi itu kini berada di dalam ruang khusus, dengan tujuan agar dapat menjaga kondisi tubuhnya dengan suhu ruangan seperti berada di dalam perut ibunya.
" Jangan senang dulu Dad, adek boleh memiliki wajah seperti Mommy. Tapi Ezra yakin, jiwa dan karakternya akan melebihi apa yang Ezra miliki saat ini." Kedatangan Ezra mengagetkan Elvan.
" Heh, itu tidak mungkin boy. Lebih baik kita menemui Mommy saja, biarkan adikmu beristirahat."
Berjalan beriringan bersama, Elvan membawa Ezra untuk kembali memasuki ruangan dimana Ara berada. Saat mereka berdua telah masuk, sorot mata tajam Nany menatap Elvan.
" Nany, kapan tibanya?" Elvan menghampirinya dan duduk berdampingan.
" Aku tidak cemburu, nyawa isteri dan dan anakku dalam bahaya. Dia akan menyerangnya, aku tidak ingin mengambil resiko besar. Daripada aku kehilangan mereka, lebih baik aku lenyapkan saja dia." Elvan menjelaskan kepada Nany dengan penuh keyakinan.
Tak!
" Nany!"
Tongkat sakti Nany mendarat telak di kening Elvan, terlihat disana tanda kemerahan akibat dari tongkat sakti itu.
__ADS_1
" Seharuanya kau menggunakan akal sehatmu itu, dasar anak nakal. Hewanmu sangat menyukai anakmu, Ezra. Cerita yang aku dapatkan, jika hewanmu itu juga menyukai Ara. Jangan banyak menyangkalnya, dasar anak nakal! Dulu saja, kau tidak begitu peduli dengan Ara. Tapi sekarang, kau begitu terlihat seperti orang bodoh setelah mencintai orang yang tepat."
" Tidak ada yang boleh menyakiti keluargaku, terutama isteri dan anak-anakku. Bahkan seujung kukunya terluka pun, aku akan melenyapkannya."
Tak!
Tak!
" Yak!! Nany sakit!" Erang Elvan saat tongkat sakti itu kembali mendarat pada kepalanya.
" Sepertinya otakmu itu perlu dicuci pakai air bersih, terserah apa katamu. Bersiaplah mendapatkan karma dari rasa cemburumu itu, aku lebih baik pulanh saja. Bertemu denganmu terlalu lama, akan membuat tensi darahku meningkat." Nany beranjak dari duduknya dan menyapa Ara yang masih terlelap.
" Berikan hukuman untuk suamimu itu, biar dia tahu jika dia begitu bodoh." Nany mengelus lembut kepala Ara, lalu ia berpamitan kepada Ezra dan Elliza yang juga sudah berada disana ikut pulang bersama Nany.
" Jaga Mommy dan adikmu, sayang. Oma pulanh dulu, nanti Oma akan datang lagi. Ingat pesan Oma, oke." Elliza mencium kening Ezra dan berpamitan kepada Elvan.
Kepulangan Nany dan Elliza, membuat suasana di dalam ruangan tersebut seperti mencekam. Elvan seakan-akan merasakan aura yang begitu tidak enak, saat ia menatap wajah anaknya.
__ADS_1