Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
53.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Elliza kini ikut tinggal bersama dengan Ara. Dimana untuk Bagas dan juga Monick, Elvan telah mengurusnya. Dengan menarik seluruh saham yang miliki, serta mengakuisi perusahaan yang dimilikinya. Tanpa ampun, Elvan juga memberika pelajaran untuk saudara angkatnya Ara, yaitu Monick dengan mengirimnya ke suatu tempat untuk di asingkan.


" Lakukan sesuai dengan apa yang sudah aku perintahkan, tidak ada kata salah dan gagal sedikit pun. " Ucap Elvan pada semua anggotanya.


Semua anggota yang ia miliki, memulai apa yang telah diperintahkan oleh tuannya. Mereka mulai bergerak untuk segera memperketat keamanan pada mansion utama milik Elvan, begitu juga pada perusahaannya. Jack dengan sepenuhnya, memberikan sistem keamanan untuk jaringan yang mereka miliki, tentunya dengan campur tangan oleh Liam.


Sementara Dion dan Jefri, mereka mulai menempatkan beberapa anggotanya untuk berada disekitar mansion dan juga dibebera titik yang dianggap rawan akan penyusup. Sedangkan dari dalam mansion sendir, Elvan sudah memberitahukan kepada Ara dan juga anggota keluarga yang lainnya. Untuk dapat berhati-hati dalam keseharian, bahkan untuk keluar dan masuk ke dalam mansion sangat diperketat.


" Bee, apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Ara yang mendapati seorang bodyguard perempuan yang selalu menemaninya, baik di dalam mansion maupun saat berada di luar.


" Tidak sayang, ini semuanya memang seharusnya dari awal sudah diberikan kepadamu. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu dan juga anak kita, tolong jangan menolaknya." Elvan mendorong dagu Ara untuk naik ke arah atas, agar bisa ia menatap wajah istrinya yang semakin membuatnya bahagia.


" Hem, ba.."


Cup..


" Bee!" Ara berteriak setelah kaget dengan apa yang Elvan lakukan padanya.


Dengan melepas senyuman yang begitu menawan, Elvan menghindar dari serangan ratunya yang tidak terima setelah mendapatkan sengatan dari bibirnya. Ara yang tidak terima, mengejar Elvan yang sudah menghindar dari dirinya.


" Berhenti Bee, awas saja ya. Dasar mesum, curang ini namanya!"


" Hahaha, tidak curang sayang. Itu namanya kejutan."


Plak!


Ara mendaratkan pukulan dari tangannya pada lengan Elvan, bukannya meringgis. Elvan malah tertawa mendapatkan pukulan tersebut, melihat wajah Ara yang begitu seriusnya. Ia pun mulai bermain drama.


" Akh! Sakit sayang!" Mengusap-usap lengannya, Elvan berpura-pura meringgis kesakitan.


Awalnya Ara tidak memperdulikan suara dari suaminya itu, namun hatinya tidak bisa dibohongin.


" Bee!" Ara memastikan jika Elvan benar-benar meringgis dan tidak berbohong, tampak wajah Ara berubah menjadi khawatir.


Namun Elvan masih meneruskan aktingnya dihadapan Ara, sampai pada akhirnya ia tidak tega melihat istrinya begitu sangat mencemaskan dirinya. Kembali lagi Elvan memberikan kejutan kepada Ara, untuk kali ini dengan durasi yang cukup lama.


" Mmmm,mmpph!!" Ara yang sudah mulai kekurangan oksigen, berusaha memberontak untuk melepaskan diri.


Semakin Ara bergerak untuk menolak, maka semakin erat Elvan menahan tubuh Ara dan menekan tekuknya agar bisa memperdalam kejutan yang ia berikan.

__ADS_1


Puk! Puk!


" Mmppphh!"


" Aaarggh!!!" Tiba-tiba saja Elvan melepaskan kejutannya dan berteriak.


Terlepasnya Ara dari kejutan Elvan, dengan tatapan tajam yang ia berikan dan nafas belum normal. Ara terpaksa harus menendang aset masa depan suaminya dari bawah, dengan begitu ia bisa terlepas dari Elvan.


" Sa sayang, i ini sa sakit." Erang Elvan dengan menahan kedua tangannya pada aset miliknya.


" Dasar mesum, awas saja! Nggak ada olahraga malam atau waktu lainnya lagi dalam dua minggu ke depan, ini hukuman untuk suami yang selalu membuat istrinya kehabisan nafas. Huh!" Ara menjauhi dari Elvan yang masih meringgis kesakitan.


" A apa! Ti tidak sayang, jangan! Akh, bisa gila lele jumbonya Yang. Ayolah, jangan ngambek."


" Masih nawar lagi, sudah setiap hari juga. Aku tambah jadi tiga minggu!" Tegas Ara dengan wajah cemberutnya.


" Apa! Itu sama saja penyiksaan, nggak mau."


" Empat minggu!"


" Hei! Apa-apan ini Yang."


" Dua minggu, oke oke. Itu sudah cukup, jangan ditambahin dan kalau bisa dikurangin Yang."


Dasar, giliran masalah olahraga saja pakek nggak ada jedahnya lagi. Dasar lele jumbo! Ara.


Meninggalkan Elvan dengan rintihannya, Ara berjalan begitu saja menuju kamar anak mereka.


Hufh! Saat aku tidak memberikannya kejutan, dianya cemberut, giliran di lasoh malah nuduh mesum. Ah, dua puluh empat jam saja tidak olahraga dengannya bisa membuat aku gila. Apalagi ini dua minggu, kamu tega sekali sayang. Elvan.


......................


Semua anggota dari kepemimpinan Xavier telah memulai pergerakan mereka, banyak sekali yang sudah mereka persiapkan.


" Bagaimana?" Tanya xavier kepada Alan, mengenai persiapan kelompok mereka.


" Siap bos, semuanya sudan berjalan dan berada pada tempatnya masing-masing." Jelas Alan kepada Xavier.


" Hem, jangan sampai mereka mencurigai pergerakan kita. Elvan selalu teliti dan juga waspada terhadap serangan dari kelompok luar, dan pastikan itu tidak terjadi."

__ADS_1


" Baik bos, akan saya pastikan hal itu." Alan sangat percaya diri akan keberhasilan dari rencana mereka.


Sedangkan di perusahaan Blade Company, Jack sedang menunggu para penyusup yang sudah ia ketahui keberadaannya. Dengan tenang, ia memperhatikan pergerakan orang-orang tersebut.


" Heh, kau kira bisa membodohiku. Tidak semudah itu bro! Akhirnya, masa dimana yang sudah kutunggu-tunggu datang juga." Jack menyatukan kedua telapak tangannya, sehingga menimbulkan suara pergesekkan tulang yang membuat merinding.


Dari laporan anggotanya dan juga rekaman kamera pengintai, Jack menyaksikan dengan menggugah senyuman sinisnya. Tak lupa kamera pengintai itu terhubung kepada Liam, karena Liam tidak ingin ketinggalan informasi yang sering ia perdebatkan bersama Jack.


Disaat yang bersamaan, Elvan meminta dirinya untuk datang ke ruangannya. Jack membawa beberapa berkas laporan, dan juga bukti-bukti yang ia dapatkan untuk diberikan kepada tuannya.


Tok tok tok.


" Masuk."


" Tuan." Jack memasuki ruang Elvan dan segera menyerah apa yang ia dapatkan.


Membaca dengan seksama, Elvan mengkerutkan dahinya disaat membaca laporan tersebut. Tak lama kemudian, berkas itu terlempar melewat wajah Jack yang kaku.


" Dasar manusia tidak tahu malu kau Jack!" Suara Elvan meninggi setelah membaca berkas yang diberikan oleh Jack kepadanya.


" Hah, ada apa tuan?" Dengan perasaan tidak bersalah, Jack memunggut berkas itu dan membawa ke dalam genggamannya.


Tatapan tajam diberikan Elvan pada Jack, namun hal itu harus berhenti disaat pknsel Elvan berdering.


" Hallo Sayang, ada apa?" Ternyata yang menghubungi dirinya adalah istrinya sendiri.


Larut dalam obrolan mesra mereka, membuat Jack merasa jenuh. Tanpa sadar, tangannya perlahan membuka berkas yang berada di tangannya untuk melepas rasa kesalnya kepada Elvan. Betapa terkejutnya Jack, saat ia menatap isi dari berkas tersebut.


" Tamat sudah." Begitu lirih Jack berkata dan menepuk keningnya dengan tangannya sendiri.


" Ada Jack?" Elvan yang saat itu baru saja selesai berbicara dengan istrinya.


" Ti tidak tuan. Saya mau memperbaiki laporan ini, saya permisi tuan."


" Tidak usah kau perbaiki, percuma saja kalau kau masih mempunyai memori otak yang tidak bisa dihapus. Carilah pendamping yang bisa menerimamu apa adanya, hahaha." Elvan sudah tidak bisa menahan tawanya atas laporan yang diberikan Jack padanya.


Sialan, kenapa bisa salah bawa berkas tadi. Kan malu pakek banget ini. Jack.


Main kabur saja setelah mendapati dirinya ditertawakan oleh Elvan, berkas tersebut berisikan beberapa file mesum dan juga data teman pribadinya. Hal tersebut yang membuat Elvan tertawa dan juga dengan mudahnya menyindir dirinya.

__ADS_1


__ADS_2