Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
70.


__ADS_3

Setelah kepergian Ara, dengan tenangnya Elvan menekan rahang wajah Xavier dengan menggunakan telapak kakinya.


" Berani-beraninya kau menyentuh istriku! Sudah aku peringatkan, jangan sampai tangan siapa pun menyentuhnya!" Tekanan kaki itu semakin kuat, membuat Xavier tak berdaya.


Krak!


Suara dari rahang Xavier terdengar sangat keras, bahkan bisa dikatakan retak. Namun hal itu tidak mengurungkan jiwa psychopath kembali bangkit, setelah beberapa waktu ia tidurkan.


" Aku bahkan ingin sekali mencobanya bersama istrimu, kau saja bisa tergila-gila. Wah, pasti itu sangat memuaskan." Nyali Xavier begitu besar dengan memancing kemarahan dari seorang Elvan.


Hal itu sangat memancing amarah dari seorang Elvan, menatap Xavier dengan tajam. Sebuah kepalan tangan besar itu melayang ke arah Xavier.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Bertubi-tubi Elvan menghantamkan kepalan tangannya kepada Xavier, bahkan personil Azura, Gael dan Dion. Yang masih menyelesaikan beberapa orang dari kelompok Xavier disana, hanya bisa mengikuti dan menyaksikan leader mereka beraksi kembali setelah beberapa waktu tidak vakum dengan kebiasaannya untuk bermain pada jiwa pshcopathnya.


" Katakan jika mulutmu masih bisa berbicara!"


Krak!


Krak!


Suara patahan dari tangan dan kaki Xavier, membuat dirinnya mengerang.


" Argh! Br****ek kau Elvan!"


" Kenapa?! Apa kau menginginkannya sekarang!"


Tangan kekar itu menekan pita suara dan lutut kakinya juga ikut menekan dada Xavier, ia memberontak dan bermaksud untuk menarik tangan Elvan dari lehernya. Namun hal itu hanya bisa menjadi keinginan tapi tidak bisa ia lakukan, dengan keadaan kedua tangan dan kakinya yang sudah terlebih dahulu ia lenyapkan fungsinya oleh Elvan.


Elvan melepas tangannya dari tubuh Xavier dan sedikit menjauhkan tubuhnya, ia memberikan kesempatan bernafas bagi lawannya.

__ADS_1


" Uhuk uhuk! Argh, sial!" Umpat Xavier kepada Elvan.


Jjluubb!


Jjluubb!


Jari-jari tangan Elvan sudah menari dan menarik organ tersebut hingga akarnya, dilemparkannya dan dengan seringainya yang begitu menyeramkan. Kaki lebarnya yang beralaskan sepatu, menginjaknya sampai hancur berkeping-keping.


" Aargh! Argh! Ti tidak! Mataku, mataku!" Jeritan Xavier begitu sangat memilukan, bahkan terdengar seperti orang yang sedang menghadapi kematian.


Seluruh anggotanya yang berada dalam kepemimpinan Elvan, hanya bisa terperangah dengan kejadian yang mereka saksikan secara langsung. Bahkan mereka sampai meringis melihat keadaan Xavier pada saat itu, sungguh perbuatan itu berada di luar nalar mereka sebagai manusia biasa.


Disaat itu juga, Elvan juga dengan begitu tenangnya mengambil alih senjata yang semula digunakan oleh Xavier untuk menakuti Ara dan melukai dirinya.


" Ba***an kau Elvan, kau bukan manusia! Bre****ek !!" Mulut Xavier terus mengumpat Elvan dengan berbagai ucapan. Bahkan ia tidak terima dengan kekalahannya ini, beranggapan kemenangan sudah hampir ia dapatkan. Namun semuanya berbalik menjadi sebuah kekalahan.


" Heh, kau baru tahu jika aku bukan manusia saat berhadapan dengan makhluk sepertimu! Bahkan aku bisa menjadi pencabut nyawa untukmu saat ini juga."


Crash!


Crash!


" Lihat! Tuan sudah kembali lagi seperti dulu, aku merinding melihatnya."


" Jangankan kau yang merinding, aku saja ingin rasanya menghilang dari sini. Alamat tidak bisa tidur nyenyak malam ini, iiii."


Mereka pun saling mengutarakan rasa takut saat melihat jiwa tuannya yang lama telah kembali, tidak heran jika ia dijuluki sebagai leader yang kejam Psychopath. Ditakuti oleh seluruh kelompok dunia bawah dan disegani oleh para investor di dalam masalah dunia bisnis.


" Aku mengutukmu Elvan!!" Erangan Xavier atas rasa sakit yang sudah serasa begitu membunuhnya.


" Itu akibatnya, kau sudah berani menyentuh istriku! Aku tidak akan segan-segan melakukannya, apalagi sampai kau melukainya!"


" Bagaimana? Sekuat apa kau akan menahannya!" Elvan kembali bermain menggunakan senjata milik Xavier.


Beberapa bagian tubuh Xavier, kini sudah tidak berbentuk utuh lagi. Dengan begitu puasnya, Elvan meluapkan semua amarahnya.

__ADS_1


" Ti tidak! Bunuh saja aku bre****ek! Kau gila!" Teriak Xavier.


" Membunuhmu?! Heh! Sangat mudah dan cepat sekali, bahkan rasanya aku masih belum puas. Kau sendiri yang menciptakan rasa sakit itu, jadi. Jangan pernah kau merengek untukku berhenti dari kegilaan ini, kau paham!"


" Ter kutuklah kau, El..."


Belum selesai dengan ucapannya, Xavier sudah terlebih dahulu melepaskan nafasnya yang terakhir. Karena Elvan dengan begitu cepatnya melepaskan senjata itu untuk melesat menancap pada dada kiri Xavier,


Jjleeb!!


" Arkh!" Cairan berwarna merah itu mengalir, bahkan untuk mengeluarkan sepatah kata pun Xavier sudah tak mampu lagi. Pada akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan menggunakan bantuan yang Elvan berikan.


Merapikan pakaiannya yang sudah sangat berantakan, membuat Elvan berdengus kesal.


" Sudah mau mampus saja, masih banyak bicara! Kalian! Periksa kembali tempat ini, jangan biarkan ada satu pun orangnya yang tersisa, lenyapkan mereka. Dan satu lagi, temukan Arion!"


Melangkah tanpa memperdulikan lagi orang yang berada disana, Elvan meninggalkan tempat tersebut dan mempercepat langkahnya. Ia sudah begitu merindukan belahan jiwanya.


Satu persatu kekacauan yang terjadi, mulai dibersihkan. Seluruh anggota yang dipimpin oleh Azura, mempercepat tugas mereka. Namun salah satu dari mereka tampak memperlihatkan gerak-geriknya yang sangat mengundang perhatian.


" Hei, kau!"


" Disana masih banyak yang harus dibereskan." Ujar salah satu orang bawahan.


" Aku mau buang air kecil, ini sudah tidak tahan!" Orang tersebut bergaya seperti menahan sesuatu.


" Oh, kukira kau mau apa. Buang dimana saja bisa, pilih-pilih sekali kau ini. Cepat sana!"


" Apanya dimana saja! Kalau ada yang mematuk barangku, kau mau tanggung jawab, hah! Cerewet sekali!"


Orang tersebut segera berlari untuk mencari tempat yang cukup aman, namun tak berapa lama kemudian ia melihat keadaan.


" Huh, aman. Lebih baik aku secepatnya kabur dari sini, nyawaku hanya satu. Ini juga sudah hampir hilang gara-gara melihat Elvan seperti itu, aish. Rusak sudah mataku, kejam sekali dia. Kasihan bidadariku bersuami dia."


" Aku akan mengunjungimu suatu saat nanti, akan aku pastikan kau aman dan bahagia bersama manusia kejam itu. Jika tidak, kau akan kubawa lari darinya."

__ADS_1


Dengan cara mengendap-endap, orang tersebut melangkah mencari jalan untuk dirinya segera kabur dari tempat tersebut. Mendapatkan apa yang ia inginkan, orang tersebut segera mempercepat langkahnya menjauhi tempat tersebut.


Orang itu tak lain adalah Arion, setelah kabur dari amukan anggota Xavier sebelumnya. Lalu ia menyamarkan dirinya bergabung bersama anggota dibawah pimpinan Hugo, dan kini ia harus kabur lagi untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Jika tidak, hal itu akan mempercepat nyawanya untuk hilang.


__ADS_2