
Sementara itu, dari alam bawah sadarnya. Ara merasakan jika ia sedang berada di suatu tempat, yang dimana disana terasa begitu asing baginya. Disaat ia akan menyentuh sesuatu, tangan maupun anggota tubuhnya yang lain tidak dapat menyentuhnya. Hal itu membuat dirinya merasa heran.
" Kenapa tanganku tidak dapat menyentuhnya? Ada apa denganku?" Ara bergumam sendiri atas apa yang ia alami.
Ia terus berjalan melewati sebuah taman bermain, disana begitu ramai dengan anak-anak yang sedang asik-asiknya bersenda gurau ataupun bermain dengan berbagai mainan yang ada disana. Langkah kaki Ara membawanya pada salah satu tempat duduk yang berada di dekat pepohonan, betapa ia senangnya melihat anak-anak kecil tertawa.
Duk!
Sebuah bola kecil menghampiri kakinya, Ara ingin sekali menyentuhnya dan mengembalikan bola tersebut. Namun apa daya, dirinya tidak dapat menyentuhnya. Tiba-tiba saja seorang anak kecil laki-laki menghampirinya, ia hendak mengambil bola yang sebelumnya menghampiri kaki Ara.
" Mommy!" Anak laki-laki itu secara tidak langsung mengucapkan sesuatu.
Ara pikir anak itu sedang memanggil ibunya yang juga berada disana, bukan dirinya. Ara pun mengacuhkannya, bagaimana mungkin anak tersebut bisa melihatnya, sedang untuk menyentuh sesuatu saja ia tidak bisa.
" Mommy! Kenapa Mommy diam saja." Kembali anak tersebut memanggil.
Lagi-lagi Ara dibuat bingung dengan keadaan, untuk melepas rasa penasarannya. Ia pun berniat untuk membalas ucapan anak laki-laki tersebut.
" Kamu memanggilku?" Balas Ara.
__ADS_1
" Ia Mommy, Mommy kemana saja sih? Baby sangat merindukam Mommy." Anak laki-laki itu mengurungkan niatnya niatnya untuk mengambil bolanya, lalu ia semakin mendekati Ara dan ingin memeluknya.
Melihat anak itu menghampirinya, Ara semakin penasaran. Seperti sebelumnya, anak itu juga tidak bisa menyentuh dirinya.
" Kenapa dengan tubuh Mommy, kenapa tidak bisa baby peluk? Mamy tidak mau dipeluk ya sama baby?" Anak laki-laki itu menampakkan wajah sedihnya.
" Maaf sayang, siapa namamu? Kenapa kamu memanggilku dengan sebutan Mommy? Dimana orangtuamu, mereka pasti sedang mencarimu nak."
Namuku baby, kau adalah Mommyku, Mommy Ara. Daddyku selalu menceritakan dirimu padaku Mom, pulanglah Mom."
Ara semakin dibuat penasaran dengan perkataan anak tersebut, bagaimana dia bisa mengetahui namanya.
" Jika aku adalah Mommymu, boleh aku bertanya. Nama Daddy kamu siapa sayang?"
" Tunggu, bagaimana bisa kau mengetahui jika aku adalah Mommymu nak? Untuk menyentuhku saja tidak bisa, apalagi melihatnya." Ara menahan rasa sesak di dadanya, sedih bercampur bahagia.
" Mom, aku percaya dirimu adalah Mommyku. Karena aku adalah anakmu, ikatan batin kita sangat kuat dan untuk masalah mommy tidak bisa disentuh. Mungkin itu karena jiwa Mommy sedang tidak berada pada tubuh Mommy yang sesungguhnya. Daddy bilang, kalau Mommy sedang tidur."
Benarkah itu, apa dia benar-benar adalah putraku? Sebenarnya aku ini ada dimana?Ara.
__ADS_1
Masih dalam pergelutan alam pikirannya sendiri, Ara tampak termenung memikirkan apa yang baru saja terjadi padanya.
" Mom, Mom." Baby menggerakkan telapak tangannya dihadapan wajah Ara.
" Eeh, ada apa nak." Ara tersadar dari lamunannya.
" Baiklah Mom, jika Mommy belum sepenuhnya percaya. Aku dan Daddy akan selalu menunggumu Mom, tapi jangan terlalu lama tidurnya ya Mom. Daddy saat ini benar-benar membutuhkan semangat darimu Mom. Miss you Mom."
Berakhirnya ucapan dari anak laki-laki yang mengaku sebagai puteranya itu, bayangan tubuhnya juga perlahan menghilang. Dengan senyuman yang sangat ceria, terlihat sangat mirip dengan perpaduan antara dirinya dan juga Elvan.
......................
Dengan adanya kejadian penyerangan oleh penyusup di mansion utama, baby beserta penghuni lainnya telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.
" Bagaimana keadaan Ara, Jef?" Tanya Nany yang saat itu sedang bermain bersama baby dan juga Elliza.
" Belum ada perkembangan lagi, Nany. Namun keadaan nona sudah lebih membaik dari sebelumnya." Jefri menyampaikan informasi yang ia dapatkan mengenai keadaan Ara.
" Brruu bru mblu." Suara celoteh dari baby yang sudah mulai bisa merangkak, perkembangannya begitu sangat cepat dari bayi biasanya.
__ADS_1
" Semoga saja Ara segera pulih dan sadar, kasihan melihat Elvan yang seperti tidak ada penyemangat hidup. " Nany memainkan tongkatnya dengan sedikit menghentak-hentakkannya pada lantai.
" Aamiin, semoga doa-doa kita segera dikabulkan. Beruntung baby tidak terlalu rewel, anak yang sungguh pengertian." Elliza menatap sendu kepada baby yang tengah asik bermain dengan berbagai mainannya.