Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
97.


__ADS_3

Keadaan perusahaan milik Ray sedang dilanda suatu masalah, semua sistem jaringan milik mereka sedang diretas oleh suatu pihak. Bahkan mereka pun dibuat kalang kabut untuk menyelesaikannya, akses yang mereka miliki tidak bisa mengatasi serangan yang ada.


" Bagaimana ini bisa terjadi, Arion? Kenapa bisa seperti ini?!" Ray berteriak dengan sangat lantang.


Seluruh nilai saham milik perusahaannya menurun drastis, dengan segala cara ia lakukan untuk menyelamatnya. Namun tidak satu pun juga yang berhasil, dan hal itu membuat dirinya sangat frustasi.


" Maafkan saya tuan, ini di luar kemampuan kita. Tidak ada jejak sedikitpun yang kita dapat, ini sangat menyulitkan anggota kita." Arion menyampaikan apa yang ia temui.


" Argh! Siapa yang ingin bermain-main denganku?! Bre****ek!" Satu tendangan dari kaki Ray, menghancurkan salah satu kursi yang ada.


Mereka pun kembali fokus untuk menyelesaikan masalah tersebut, kejadian tersebut benar-benar telah membuat seluruh karyawaan dan juga sang pemiliknya kocar kacir. Bagaimana bisa dalam waktu sekejap, perusahaan mereka diserang dan nilai saham hitungan detik merosok turun drastis. Dengan kejadian itu, banyak klien mereka menghubungi dan meminta penjelasan atas kejadian itu.


" Apa kalian sudah menemukan pelakunya?" Tanya Ray melalui sambungan ponsel pribadinya.


Jawaban yang diberikan oleh orangnya saat itu, tidak membuat keadaan semakin membaik. Bahkan semakin membuat Ray menjadi pusing, berteriak sekeras apapun tidak akan merubah keadaan. Akan tetapi, beberapa jam berikutnya. Salah satu orangnya menemukan ada jejak dari sang peretas, namun pelakunya belum diketahui. Hanya jejak yang mereka tinggalkan, dapat memberikan celah untuk melakukan serangan kembali.


......................


Di lain tempat, Elvan masih setia menemani Ara yang masih enggan membuka matanya. Untuk mengusir kejenuhan, Ezra telah memberitahukan jika dia sudah memberikan sedikit pelajaran kepada pelaku yang telah membuat Ara seperti saat ini.

__ADS_1


Tidak ada salahnya aku melihat pekerjaan anakku sendiri, seperti apa hasilnya. Elvan.


Mengambil tablet yang sering ia gunakan dalam pekerjaan pada saat dalam perjalanan, ia membuka beberapa email dan juga berita terbaru. Betapa terkejutnya ia melihat peristiwa yang baru saja terjadi, ia menghubungi Dion melalui ponselnya.


" Dimana puteraku?" Tanya Elvan saat sambungan telefonnya terjawab.


" Tuan muda sedang berada didalam kamarnya tuan." Dion menyampaikan kepada Elvan.


" Sambungkan aku padanya, cepat!"


Dion dengan segera berlari menuju kamar Ezra, mengetuk pintu kamarnya dan setelah mendapatkan jawaban. Ia membuka pintu tersebut dan masuk ke dalamnya, memberikan ponsel itu kepadanya.


" Iya Dad, ada apa?" Dengan nada yang sedikit parau, Ezra harus berbicara dengan Daddynya.


Tangan itu terus mencari dan melihat berbagai karya yang puteranya hasilkan, menggunakan akses pribadinya untuk mengetahui seberapa jauh perjalanan sang anak dalam membuat kekacauan yang menjadi berita utama pada hari ini. Namun karena kecerobohannya, hampir saja jejak akses miliknya terbaca oleh pihak lawan.


Seperti memiliki ikatan batin yang kuat, pada saat yang bersamaan. Ezra juga sedang bermain dengan situs yang ia miliki, disaat sang Daddy yang hampir saja membuat semuanya menjadi sia-sia. Ia segera mengambil alih semua akses yang ada, secepat mungkin menghilangkan jejak yang ditinggalkan oleh Elvan.


" Dad! Kenapa ceroboh sekali." Teriak Ezra dari sambungan telefon yang masih terhubung.

__ADS_1


" Aa maafkan Daddy boy, Daddy hanya terlalu takjub dengan apa yang kamu lakukan." Evan merutuki kecerobohan yang ia lakukan.


" Lain kali jangan ceroboh Dad, itu akan menjadi bumerang buat Daddy sendiri. Bagaimana dengan Mommy, Dad?"


" Kepiawaianmu itu adalah warisan dari Daddy boy, jangan lupa itu. Huh, Mommy masih tidur. Jika kau sudah selesai bermain-main, kemarilah."


" Baik Dad, sebentar lagi Ezra akan kesana. Hanya tinggal sedikit lagi, semuanya akan Ezra selesaikan. Bye Dad."


" Oke."


Hampir saja jantung Elvan berhenti berdetak karena kecerobohannya, entah harus bangga atau sedih dengan kelebihan yang dimiliki oleh sang puteranya. Jika saja Ara mengetahuinya, dirinya tidak akan bisa berbuat banyak. Keputusan akan ada pada istrinya, sang pemilik tahta tertinggi di dalam keluarga kecilnya.


" Sayang, jangan lama-lama tidurnya ya. Puteramu itu sedang membuat banyak kejutan disaat kamu tertidur, aku takut dia akan terlalu jauh terlibat dalam dunia yang sangat belum pantas untuk dirinya." Elvan mendekat pada Ara dan mengusap kening dan wajahnya.


Namu tiba-tiba saja, ada sesuatu yang membuat Elvan merasa ingin menghilang pada saat itu juga.


" Terlibat jauh seperti apa?"


Deg!

__ADS_1


Deg!


Suara yang jelas itu terdengar seperti ucapan seorang pengeksekusi untuk diri Elvan, baru saja ia mengatakan sesuatu yang dapat mengundang rasa ingin tahu orang lain.


__ADS_2